Selasa, 9 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribun Jateng Hari Ini

Makin Masif, Polri Dalami Kasus Keracunan MBG

Polri telah menurunkan tim ke sejumlah lokasi terjadinya kasus keracunan. 

Tayang:
Editor: Vito
Dok Warga
ilustrasi - Puluhan pelajar di Kabupaten Kebumen Jawa tengah diduga keracunan setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis (25/9/2025). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Polri tengah melakukan pendalaman terkait rentetan kasus siswa yang mengalami keracunan makanan dalam program MBG di berbagai daerah. 

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan, pihaknya telah menurunkan tim ke sejumlah lokasi terjadinya kasus keracunan. 

“Polri saat ini sedang melakukan pendalaman, turun ke lapangan untuk melaksanakan pendalaman satu per satu,” ujarnya, di Mabes Polri, Jumat (26/9). 

Meski demikian, ia belum menjelaskan lebih lanjut mengenai pengusutan kasus tersebut. Kapolri hanya memastikan perkembangan penyelidikan akan diumumkan secara terbuka. “Tentunya secara resmi nanti akan kita informasikan,” ujarnya. 

Adapun, Badan Gizi Nasional (BGN) menindaklanjuti kasus keracunan massal dalam program MBG dengan membentuk dua tim investigasi, dengan satu di antaranya melibatkan lembaga penegak hukum.

Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang menyebut, tim pertama berasal dari internal BGN yang bekerja sama dengan sejumlah instansi negara.

“Dari dalam ada Deputi Tawas (pengawasan), nanti bekerja sama dengan Kepolisian, BIN, Binkes, BPOM, dan juga pemerintah daerah setempat,” katanya, dalam jumpa pers, Jumat (26/9).

Selain itu, dia menambahkan, BGN juga membentuk tim independen yang berisi para pakar lintas disiplin. “Kami juga membuat investigasi tersendiri, ada ahli kimia, ahli farmasi, dan juga chef. Jadi gabungan dari berbagai disiplin ilmu, independen,” jelasnya.

Nanik menegaskan, hasil investigasi akan dibuka ke publik dengan catatan tidak menyangkut isu strategis negara. “Kalau yang tidak membahayakan keadaan negara ya kami buka, karena ini menyangkut masyarakat,” tegasnya.

Sejauh ini, BGN telah menutup 40 dapur penyelenggara MBG yang terbukti melanggar standar keamanan pangan. Penyaluran makanan dialihkan ke dapur terdekat yang masih beroperasi sesuai SOP.

“Kalau ada dapur melanggar aturan, kami nonaktifkan, kasih peringatan. Kalau terulang lagi, langsung kita keluarkan,” tegasnya.

Dia menambahkan, BGN juga menyiapkan hotline pengaduan agar orangtua dan masyarakat bisa melapor langsung jika ada dugaan pelanggaran. Sementara sistem pelaporan sementara sudah tersedia lewat BGN.lapor.co.id dan kanal media sosial resmi BGN.

Dari data BGN, setidaknya ada 70 kasus insiden keamanan pangan MBG 2025. Rinciannya, 5.914 orang penerima manfaat yang terdampak. (Tribunnews/Igman Ibrahim/Kompas.com/Irfan Kamil)

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved