Sabtu, 18 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribunjateng Hari ini

BGN Buka Kemungkinan Polisikan Dapur MBG yang Sebabkan Keracunan Massal

BGN membuka opsi memperkarakan SPPG terbukti lalai dalam menyajikan menu Makan Bergizi Gratis.

Tribunjateng/bramkusuma
Jateng Hari Ini Jumat 26 September 2025 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, membuka opsi memperkarakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG terbukti lalai dalam menyajikan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) sehingga menyebabkan keracunan penerima MBG.

“Bisa jadi karena kami dalam investigasi juga melibatkan kepolisian,” kata Nanik, Kamis (25/9/2025). 

Keracunan MBG kembali terjadi.

KESAKITAN - Para siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Kragan kesakitan memegang perut didamping orang tua di puskesmas Kragan mereka kesakitan diduga keracunan usai memakan MBG.
KESAKITAN - Para siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Kragan kesakitan memegang perut didamping orang tua di puskesmas Kragan mereka kesakitan diduga keracunan usai memakan MBG. (Istimewa)

Kali ini menimpa belasan siswa di Kecamatan Tapalang, Mamuju, Sulawesi Barat, yang diduga kuat disebabkan oleh saus kedaluwarsa yang dicampur dalam menu MBG. 

Terkait hal ini, Nanik memastikan bahwa penghentian operasional dapur SPPG adalah bagian dari evaluasi BGN.

“Kami akan langsung menghentikan operasi dapur, sekecil apapun kejadian apabila itu berkait dengan kesehatan anak-anak penerima manfaat,” kata Nanik. 

Dia mengatakan, tidak hanya kasus di Sulbar, penghentian operasional sementara dapur SPPG juga dilakukan di semua dapur SPPG yang terindikasi menimbulkan masalah.

Penghentian itu dilakukan hingga investigasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Dinas Kesehatan selesai dilakukan. 

“Sampai kami selesai melakukan investigasi dan juga investigasi dari BPOM dan Dinkes,” ujarnya.   

Untuk mengantisipasi kasus serupa berulang terjadi, BGN mengimbau agar dapur-dapur SPPG memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang dikeluarkan dari dinas kesehatan setempat.

“Kami juga akan minta dapur-dapur itu untuk memiliki sertifikat higiene yang dikeluarkan Dinkes setempat,” tegasnya. 

Investigasi

Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, meminta aparat penegak hukum ikut menginvestigasi kasus keracunan massal siswa di sejumlah daerah usai menyantap MBG.

Hal tersebut dianggap perlu untuk memastikan apakah kasus keracunan tersebut disebabkan oleh kelalaian dalam proses penyajian makanan, atau justru ada dugaan kesengajaan. 

“Kita juga meminta kepada APH untuk juga ikut melakukan investigasi lapangan, untuk kemudian membedakan mana yang benar-benar keracunan, kelalaian, mana yang kemudian ada hal-hal yang mungkin ya sengaja begitu kan,” ujar Dasco, saat ditemui di Gedung DPR RI, Kamis (25/9/2025). 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved