Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribunjateng Hari ini

Nelayan Batang Korban Kapal Meledak di Samudera Hindia Akan Dioperasi

Tujuh korban luka bakar dalam insiden ledakan kapal di Samudera Hindia, pada Rabu (8/10/2025) lalu, telah ditangani di RSUD Blambangan, Banyuwangi.

Tayang: | Diperbarui:
TRIBUN JATENG
Tribunjateng Hari Ini Senin 13 Oktober 2025 

TRIBUNJATENG.COM, BANYUWANGI - Sebanyak tujuh korban luka bakar dalam insiden ledakan kapal pencari ikan KM Anugerah Indah 18 di Samudera Hindia, pada Rabu (8/10/2025) lalu, telah mendapatkan penanganan medis di RSUD Blambangan, Banyuwangi, Jawa Timur.

Berdasarkan data Lanal Banyuwangi, para korban yang mengalami luka bakar adalah Wawan, Misbahul, Riki, Jamal, Anto, Sumanto, dan Zeni, sebagian besar merupakan nelayan asal Kabupaten Batang.

Adapun satu korban meninggal, Kasudi, warga Kabupaten Batang. 

Koordinator pelayanan medis RSUD Blambangan, dr Ayyub Erdiyanto mengatakan, tiga dari tujuh korban mengalami luka bakar di atas 50 persen.

Sementara empat lainnya tingkat keparahannya lebih rendah.

"Untuk semua pasien luka, sudah kami tangani kegawatannya," kata Ayyub, Sabtu (11/10/2025). 

Pasien dengan luka bakar serius akan menjalani operasi debridement, yaitu tindakan pembedahan untuk mengangkat jaringan mati atau tidak sehat dari luka atau sendi guna mempercepat penyembuhan dan mencegah infeksi.

Sementara untuk korban lainnya, pengobatan cukup medikamentosa atau pengobatan menggunakan obat-obatan, perawatan luka, observasi, dan evaluasi. 

Terkait lama proses penyembuhan yang dibutuhkan oleh para korban, Ayyub mengatakan bahwa hal tersebut tergantung pada derajat keparahan dan kondisi pasien.

"Kalau sesuai guideline derajat 1 memerlukan waktu hingga 1 minggu. Derajat 2 memerlukan waktu hingga 2 bulan. Derajat 3 memerlukan waktu lebih dari 2 bulan," urainya. 

Estimasi waktu pemulihan sangat tergantung dengan kondisi pasien.

Sementara pada kasus ini, pasien sudah tiga hari tidak mendapatkan perawatan dan nutrisi yang cukup sehingga hal tersebut dapat memperlambat proses penyembuhan.

Selama masa perawatan dan penyembuhan, para pasien juga harus dipantau secara kontinu untuk melihat ada tidaknya komplikasi yang dapat berakibat fatal. 

Sebelumnya, KM Anugerah Indah 18 yang membawa 25 ABK berangkat mencari ikan ke Samudera Hindia dan mengalami kecelakaan kapal yang bersumber dari kamar mesin.

Berdasarkan keterangan kapten kapal, Kaeran (57), kepada petugas Lanal Banyuwangi, peristiwa ledakan kapal bermula saat kapal mengalami gangguan mesin yang kemudian dilakukan perbaikan, pembongkaran dan pembersihan oleh kepala kamar mesin dan anggota. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved