Prediksi BMKG Soal Puncak Musim Hujan 2025, Waspada Cuaca Ekstrem
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan bahwa puncak musim hujan 2025/2026 sudah di depan mata
Ringkasan Berita:BMKG memprediksi curah hujan tinggi hingga sangat tinggi, di atas 150 milimeter per dasarian, berpotensi terjadi di:
- Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara.
- Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur.
- Sulawesi Selatan, dan Papua Tengah.
TRIBUNJATENG.COM - Di Jawa tengah, hampir seluruh kabupaten dan kota sudah memasuki musim hujan.
Hujan turun setiap hari bahkan terkadang diselingi petir dan angin kencang.
Bencana banjir, pohon tumbang hingga longsor pun mengintai.
Lantas, apakah puncak musim hujan sudah terjadi?
Baca juga: Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Selasa 4 November 2025 Besok: Hujan Deras, Cek di Wilayahmu
• Sosok Sabrina Alatas Trending di X Dikaitkan dengan Perceraian Hamish Daud dan Raisa
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan bahwa puncak musim hujan 2025/2026 sudah di depan mata, berlangsung mulai November 2025 hingga Februari 2026.
Semua pihak diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan lantaran periode ini membawa konsekuensi potensi bencana hidrometeorologi, dari hujan lebat, banjir, tanah longsor, hingga ancaman siklon tropis yang aktif di selatan Indonesia.
Hingga akhir Oktober, sebanyak 43,8 persen wilayah Indonesia atau setara 306 Zona Musim (ZOM) telah resmi memasuki musim hujan.
Peralihan musim ini ditandai dengan intensitas hujan yang mulai meluas dari wilayah barat menuju timur.
Dinamika Atmosfer Aktif dan Ancaman Siklon Tropis Selatan
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menegaskan bahwa masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan saat memasuki periode transisi menuju puncak ini.
“Kita sedang memasuki periode transisi menuju puncak musim hujan. Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem seperti hujan lebat disertai angin kencang dan petir, terutama di wilayah selatan Indonesia yang mulai terpengaruh sistem siklon tropis dari Samudra Hindia,” ujar Dwikorita dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (1/11/2025).
Menurut analisis BMKG, dinamika atmosfer saat ini sangat aktif.
Dwikorita menjelaskan, kondisi ini dipicu oleh pengaruh Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby dan Kelvin, serta anomali suhu muka laut positif di perairan Indonesia.
Kombinasi faktor-faktor ilmiah ini memperkuat pembentukan awan hujan.
Secara khusus, Dwikorita memperingatkan potensi siklon tropis selatan yang mulai aktif pada November ini. Siklon ini dapat membawa hujan ekstrem dan angin kencang di wilayah pesisir selatan Jawa hingga Nusa Tenggara.
| Polda Jateng Bongkar Praktik Pengoplosan Gas Elpiji di Karanganyar, Omzet Capai Rp1 Miliar Per Bulan |
|
|---|
| Disparbud Wonosobo Rilis Data Terbaru, Kunjungan Wisata Lebaran 2026 Naik 62 Persen |
|
|---|
| Dari Lumbung Jagung ke Energi Nasional, Pabrik Bioetanol Akan Dibangun di Blora |
|
|---|
| Ketua Koperasi BMJ Laporkan Mora Sandhy ke Polda Jateng, Dugaan Palsukan Tandatangan |
|
|---|
| Sosok Riga Septian Bahri Nakes Viral Joget TikTok Saat Dokter Sedang Operasi Pasien: Minta Maaf |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251001_Kapal-nelayan-bertambat-di-PPS-Cilacap-karena-cuaca-buruk_1.jpg)