Minggu, 3 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribun Jateng Hari Ini

Kemenkes bakal Perluas CKG ke Perkantoran hingga Komunitas

Skema perluasan ini memungkinkan lembaga atau komunitas dan perusahaan untuk menyelenggarakan cek kesehatan gratis tanpa perlu datang ke puskesmas. 

Tayang:
Editor: Vito
TRIBUNJATENG/Farah Anis Rahmawati 
ILUSTRASI — Masyarakat dan para ASN di lingkungan Pemkab Purbalingga mengikuti CKG, baru-baru ini. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Program cek kesehatan gratis (CKG) akan diperluas hingga ke komunitas dan perkantoran.

Skema perluasan ini memungkinkan lembaga atau komunitas dan perusahaan untuk menyelenggarakan cek kesehatan gratis tanpa perlu datang ke puskesmas. 

"Nanti akan dilaksanakan di kantor-kantor. Kan bayangkan, daripada mereka datang ke Puskesmas, mungkin ada yang lost. Lebih baik diserahkan di kantor, diserahkan di instansi. Ini bagus lagi," kata Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Dante Saksono Harbuwono, di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia, Gandaria Selatan, Jakarta Selatan, Kamis (6/11). 

Menurut dia, pemeriksaan kesehatan gratis bakal menyasar komunitas-komunitas, di mana skema itu saat ini sedang dalam tahap pembahasan. 

"Semua komunitas. Sekarang ini kan masih berdasarkan puskesmas, sekarang kami siapkan sistem IT-nya, mungkin sistem IT-nya akan jadi bulan ini atau awal bulan depan. Nanti kalau sudah awal bulan depan jalan, kami bisa masuk ke komunitas," ucapnya. 

Dante menuturkan, skema itu dirancang menyerupai sentra-sentra vaksinasi covid-19 yang pernah diselenggarakan di beberapa lokasi.

Jika terlaksana, lokasi CKG tidak hanya terbatas pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) seperti Puskesmas atau klinik. Untuk saat ini, program CKG mayoritas masih terpusat di Puskesmas. 

"Seperti waktu covid-19 dulu-lah, kan semua orang bergerak untuk cek kesehatan gratis. Nanti, ini kami sedang perbaiki sistemnya. Sistem ini kan baru, belum ada setahun kan," ujarnya. 

Ia berharap, rencana perluasan lokasi CKG akan dapat dilakukan setelah peserta CKG yang semakin masif.

"Nanti kami perbaiki setahun. Dalam tahun ini, mudah-mudahan selesai sebelum akhir tahun, sehingga sistem pencatatannya menjadi lebih baik, dan bisa dilakukan di komunitas," bebernya.

Dante menyatakan, program CKG dapat memperpanjang angka harapan hidup. Alasannya, CKG memungkinkan masyarakat untuk mendeteksi potensi penyakit sejak dini sebelum muncul gejala komplikasi yang lebih parah. 

"Kita kan angka harapan hidupnya sampai 71 tahun. Dengan pembiayaan kesehatan gratis, diarahkan penyakit-penyakit yang stadium ini bisa lebih diatasi. Maka angka harapan hidup kita akan kita coba untuk bisa diperpanjang di beberapa tahunnya," jelasnya. 

Selain memperpanjang harapan hidup, dia menambahkan, CKG akan membawa dampak ekonomi yang signifikan, terutama dalam konteks ekonomi yang lebih terjangkau. 

"Secara ekonomis akan membawa dampak yang besar yang mungkin belum bisa kelihatan sekarang, tapi beberapa tahun lagi akan kelihatan dampak ekonominya untuk pembiayaan kesehatan yang semakin berkurang pada stadium akhir penyakit," tukasnya. 

Dante mengungkapkan, pengobatan lanjutan akan dilakukan jika hasil CKG mengindikasikan adanya masalah kesehatan yang perlu ditangani lebih serius. "Hasilnya nanti langsung diobati," ujarnya. (Kompas.com/Firda Janati)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved