Tribun Jateng Hari Ini
Mendikdasmen Susun Aturan Cegah Bullying di Sekolah
Aturan itu bakal diharmonisasi pada Desember 2025, di mana sudah dilakukan diskusi publik dalam menyusun permen itu.
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tengah menyusun Peraturan Menteri (Permen) untuk menciptakan sekolah aman dan nyaman.
Hal itu disampaikan Mendikdasmen Abdul Mu'ti, merespons maraknya kasus bullying di sekolah, yang bahkan sampai membuat nyawa siswa melayang.
"Jadi semua pihak kami libatkan dalam penyusunan rancangan Peraturan Menteri tentang... Namanya itu membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman," ujar Mu'ti, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (26/11).
Ia menargetkan aturan itu bakal diharmonisasi pada Desember 2025. Mu'ti pun mengeklaim sudah melakukan diskusi publik dalam menyusun permen itu.
"Nanti kami targetkan pada bulan Desember itu sudah ada harmonisasi. Jadi sudah berjalan penyusunannya. Sudah ada, sudah ada diskusi publik, kami juga undang teman-teman wartawan, kami juga undang murid untuk ikut menyusun, undang dinas pendidikan, undang guru," bebernya.
Adapun, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) Wihaji menuturkan, kasus bullying atau perundungan yang marak terjadi, khususnya di sekolah, telah sampai ke telinga Presiden Prabowo Subianto.
Hal itu disampaikan Wihaji usai dipanggil Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (25/11). Menurut dia, pemerintah akan serius dalam menindaklanjuti kasus bullying itu.
"InsyaAllah kami turun tangan, karena ini sudah di-statement-kan juga oleh Bapak Presiden. Kami seriusi, dan ini sangat penting. Terus kami edukasi bahwa bullying apapun alasannya tidak boleh," ucapnya.
Wihaji menyatakan, satu tugas Kemendukbangga adalah edukasi, termasuk berkait dengan tindakan bullying. Ia berujar, kementeriannya memiliki direktorat yang khusus mengedukasi keluarga.
"Apapun sebabnya, siapapun orangnya, yang mem-bully maupun yang di-bully, sudah saya sampaikan bahwa ini tidak boleh. Apapun alasannya. Kami edukasi," tandasnya.
"Sebab, setiap manusia punya kelebihan dan kekurangan. Tentu tugas kami, kementerian, kami ada beberapa direktorat yang berkenaan dengan bina keluarga, termasuk bina keluarga remaja, bina ketahanan keluarga, yang intinya adalah mengedukasi," sambungnya. (Kompas.com/Adhyasta Dirgantara)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-bullying_20170915_214642.jpg)