Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Bikin Malu NU, Ini Kata Ulil Abshar Abdalla soal Polemik di PBNU Ternyata karena Urusan Tambang

Gus Ulil mengakui diberikannya izin konsesi tambang ke PBNU justru menjadi masalah bagi organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut

Tayang:
Penulis: Msi | Editor: muslimah
Istimewa/HO
RETAK KARENA TAMBANG - Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya (kiri) dan Sekjen PBNU KH Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memimpin organisasi PBNU dalam periode 2022-2027. Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakspesdam) PBNU, Ulil Abshar Abdalla atau Gus Ulil menyebut retaknya hubungan Gus Yahya dan Gus Ipul karena perbedaan keinginan soal investor yang bakal kelola tambang PBNU 

Ringkasan Berita:
  • Gus Ulil menceritakan awal mula retaknya hubungan Gus Yahya dan Gus Ipul
  • Hal itu berawal terkait pihak lain yang akan ikut membantu PBNU dalam mengelola tambang.
  • Dia mengungkapkan ada perbedaan keinginan terkait pihak yang akan membantu PBNU tersebut.

 

TRIBUNJATENG.COM - Kisruh di tubuh NU masih terus menjadi sorotan. Terbaru  Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mencopot jabatan Sekjen PBNU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.

Gus Yahya sebelumnya oleh Pengurus Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sudah diberhentikan dari jabatannya.

Alasan pencopotan karena Gus Yahya mengundang seorang narasumber yang terbukti pro zionis Israel. Sementara sikap NU selama ini jelas yakni menolak zionisme.

Namun Gus Yahya menolak patuh dan menyebut pemakzulan dirinya tidak sah.

Baca juga: Soal Kemungkinan Menjadi Ketua Umum PBNU Gantikan Gus Yahya, Ini jawaban Tergas Gus Ipul

Namun ternyata ada alasan lain terkait pemakzulan Gus Yahya. Seperti yang disampaikan oleh Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakspesdam) PBNU, Ulil Abshar Abdalla atau yang akrab disapa Gus Ulil.

Dia mengatakan kerenggangan hubungan antara Gus Yahya dan Gus Ipul terkait pengelolaan tambang.

PBNU memang memperoleh konsesi tambang dari pemerintah yang berasal dari penciutan lahan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) milik PT Kaltim Prima Coal (KPC) yang bergerak di bidang pertambangan batu bara.

Adapun PBNU juga telah memperoleh izin usaha pertambangan (IUP) dari pemerintah dan akan mengelola 26.000 hektare lahan.

Gus Ulil menceritakan awal mula retaknya hubungan Gus Yahya dan Gus Ipul terkait pihak lain yang akan ikut membantu PBNU dalam mengelola tambang.

Dia mengungkapkan ada perbedaan keinginan terkait pihak yang akan membantu PBNU tersebut.

"Ya kira-kira begitu (keretakan Gus Yahya dan Gus Ipul soal perbedaan keinginan terkait pihak yang membantu PBNU mengelola tambang)," katanya dikutip dari program Gaspol di YouTube Kompas.com, Jumat (28/11/2025).

Gus Ulil pun mengakui diberikannya izin konsesi tambang ke PBNU justru menjadi masalah bagi organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.

Dia mengungkapkan hal tersebut pernah disampaikannya ke Gus Yahya.

"Jadi memang masalah tambang ini, buat saya, mengganggu sekali. Saya pernah bilang ke Gus Yahya 'udahlah kembaliin aja (tambang) daripada bikin ribut'," katanya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved