Senin, 4 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Nekat Terobos Banjir, Wanita WNA Ditemukan Tewas di Gorong-Gorong

Seorang warga negara asing (WNA) ditemukan tewas setelah terseret arus banjir.

Tayang:
Penulis: Sof | Editor: M Syofri Kurniawan
tribun bali
EVAKUASI - Proses evakuasi WNA yang hanyut terbawa arus sungai di Desa Tibubeneng, Badung, Bali, pada Minggu 14 Desember 2025. (TRIBUN BALI/ISTIMEWA) 
Ringkasan Berita:
  • Seorang wanita WNA ditemukan tewas di gorong-gorong Kabupaten Badung, Bali.
  • Korban disebut nekat nekat menerobos banjir.
  • Identitas korban belum diketahui.

 

TRIBUNJATENG.COM, BADUNG – Sabtu hingga Minggu, 13-14 Desember 2025, hujan deras mengguyur Kabupaten Badung, Bali.

Sejumlah kawasan, termasuk Keluarahan Legian, Seminyak, dan Kerobokan Kelod, terendam banjir

Bahkan, banjir di wilayah Kecamatan Kuta membuat sejumlah ruas jalan lumpuh total karena tergenangi air.

Baca juga: Bonnie Blue Bintang Film Dewasa Inggris Ditangkap di Bali dengan 17 Pria, Diduga Buat Konten Asusila

Sementara itu, seorang warga negara asing (WNA) ditemukan tewas setelah terseret arus banjir di wilayah Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali, Minggu 14 Desember 2025 dini hari. 

Jenazah dan motor WNA berhasil ditemukan menyangkut di gorong-gorong di Jalan Krisnantara, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara.

Menurut informasi yang dihimpun Tribun Bali, diduga WNA tersebut nekat menerobos banjir.

Identitas WNA berjenis kelamin perempuan tersebut belum diketahui.

Salah satu warga sempat melihat tangan WNA yang tersangkut tersebut. 

Sejumlah warga berusaha mengalihkan aliran air dengan menutup menggunakan triplek dan kayu. 

Namun karena debit air terlalu tinggi dan hujan kembali turun menyulitkan pengalihan aliran air ke gorong-gorong dan evakuasi tersebut. 

Warga bersama Basarnas dan aparat kepolisian melakukan evakuasi.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Badung, I Ketut Murdika mengaku saat proses evakuasi sangat sulit. 

Bahkan sejumlah warga melakukan pengalihan aliran air di yang masuk ke gorong-gorong tersebut. 

“Warga sampai melakukan penutupan arus air karena debit air tinggi,” ujarnya.

Setelah debit air mulai menurun baru dilakukan proses evakuasi bersama Basarnas dan warga. Jenazah berhasil diangkat dan dibawa ke rumah sakit.  

“Jadi sudah berhasil dievakuasi,” kata dia. 

Sementara itu, Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Denpasar menerima informasi pada pukul 08.05 WITA dan segera memberangkatkan personel dari kantor yang berlokasi di Jimbaran. 

“Sebanyak 5 personel yang kami tugaskan melakukan evakuasi, menurut laporan bahwa posisi korban berada di bawah dan tersangkut pipa,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya. 

Ketinggian air saat upaya evakuasi berkisar pinggang orang dewasa. 

“Kondisi hujan mengakibatkan debit air semakin lama semakin tinggi, sehingga tim SAR gabungan bersama warga berupaya secepatnya mengevakuasi korban,” ungkapnya. 

Ketika ditemukan korban masih menggunakan celana panjang berwarna hitam tanpa mengenakan baju.  

Pukul 10.30 WITA jenazah korban dibawa menuju RSUP Prof. Ngoerah Denpasar dengan menggunakan ambulans PMI Kabupaten Badung. 

Sementara itu, PS Kabubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti menjelaskan, peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 01.10 Wita di Jembatan Jalan Krisnantara, Desa Tibubeneng. 

Saat itu, korban diketahui nekat melintas di tengah genangan banjir yang cukup deras hingga akhirnya terseret arus bersama sepeda motor yang dikendarainya.

Korban baru ditemukan beberapa jam kemudian, tepatnya sekitar pukul 04.40 Wita, setelah debit air sungai mulai surut. 

Jenazah ditemukan di bawah jembatan menuju kawasan Canggu Pertiwi dalam kondisi tersangkut di antara dinding jembatan dan kayu yang terbawa arus.

“Jadi proses evakuasi jenazah korban dilakukan sekitar pukul 10.40 Wita oleh tim gabungan yang terdiri dari Basarnas Provinsi Bali, BPBD, serta personel Polres Badung dan Polsek Kuta Utara. Total personel yang terlibat dalam evakuasi mencapai lebih dari 20 orang,” ujarnya.

Evakuasi korban berhasil dilakukan, namun kendaraan milik korban belum dapat dievakuasi karena terjepit di dalam gorong-gorong jembatan dan kondisi air masih cukup tinggi. 

Pihaknya mengakui ada beberapa kendala yang dialami dalam proses evakuasi, karena debit air tinggi. 

“Warga sempat mengalihkan arus air, sehingga bisa melakukan proses evakuasi,” ucapnya.

Dari hasil pemeriksaan awal, korban diketahui berjenis kelamin perempuan. 

Namun hingga saat ini identitas lengkap korban belum diketahui karena tidak ditemukan dokumen identitas di lokasi kejadian.  

“Kami khususnya Polsek Kuta Utara masih melakukan upaya penelusuran untuk mengetahui identitas serta tempat tinggal korban selama berada di Bali,” jelasnya.

Dijelaskan, saat ini jenazah korban  dibawa ke RSUP Prof. Ngoerah Denpasar untuk penanganan lebih lanjut. 

Sementara itu, pihaknya juga berencana melanjutkan evakuasi sepeda motor korban setelah kondisi air memungkinkan.

“Kami mengimbau masyarakat, khususnya pengguna jalan, agar tidak memaksakan diri melintas di kawasan rawan banjir saat hujan deras demi menghindari kejadian serupa,” imbuhnya. 

Unsur SAR yang terlibat selama proses evakuasi di antaranya Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Polres Badung, Polsek Kuta Utara, BPBD Provinsi Bali, BPBD Badung, PMI Badung, Babinkamtimas Desa Tibubeneg dan masyarakat setempat. 

Sementara itu, banjir melanda kawasan Kelurahan Legian, Seminyak, dan Kerobokan Kelod. Bahkan sejumlah ruas jalan lumpuh total karena tergenangi air.

Selain itu ada puluhan WNA yang dievakuasi dari tempat menginap dengan menggunakan perahu karet. 

Seperti di jalan di Jalan Dewi Saraswati Seminyak, evakuasi dilakukan oleh pihak hotel, BPBD Provinsi Bali, Linmas Seminyak dan TNI. 

Sementara Jalan dewi Sri Kuta dan Jalan Padma legian juga ada WNA yang dievakuasi dengan menggunakan perahu karet. 

Bahkan ada puluhan WNA yang sudah dievaluasi saat terjadi banjir.

Banjir terjadi akibat intensitas hujan sangat tinggi yang mengakibatkan sejumlah saluran drainase tidak mampu menampung debit air.  

Air meluap dan menggenangi jalanan serta pemukiman warga.

Anggota DPRD Badung I Wayan Puspa Negara mengatakan khusus di wilayah Kuta banjir terjadi sangat cepat. 

Diakui debit air sangat tinggi hingga mengakibatkan banjir di beberapa ruas jalan. 

“Kita sudah bekerja sama dengan BPBD, Basarnas, PUPR Badung dan yang lainnya untuk menanggulangi banjir yang terjadi,” ujar Puspa Negara.

Pada Minggu pagi, sejumlah ruas jalan mengalami lumpuh total karena tergenangi air. 

Adapun jalan yang banjir dan tidak bisa dilalui yakni Jalan Dewi Sri IV, Jalan Sri Rama, Jalan Krisna, Jalan Pandawa, Jalan Campuan I, Jalan Campuan II, Jalan Kausalia dan yang lainnya. 

“Kita menunggu debit air di Tukad Mati turun baru banjir mereda. Termasuk dilakukan penyedotan di beberapa ruas jalan oleh PUPR,” beber politisi Gerindra asal Kuta itu.

Sementara BPBD Badung juga bergerak cepat menanggulangi bencana tersebut. 

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Badung, I Ketut Murdika, seizin Kalaksa BPBD Badung, Wayan Darma menyatakan bahwa tim reaksi cepat (TRC) sudah dikerahkan untuk memberikan pertolongan kepada masyarakat yang terdampak. 

“Kami telah menurunkan dua tim yang terdiri dari empat orang untuk membantu evakuasi dan penanganan di lapangan,” katanya saat dikonfirmasi terpisah.

Menurut Murdika, tim yang diterjunkan telah dilengkapi dengan dua perahu karet dan mesin pompa air untuk mengurangi genangan yang semakin meluas. 

“Kami juga dibantu oleh Linmas setempat, terutama di kawasan Legian dan Seminyak, untuk memastikan warga dapat segera dievakuasi dengan aman,” tambahnya.

Selain itu, BPBD juga bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung untuk menurunkan mesin pompa guna menguras air yang menggenang. 

Sejumlah wilayah yang terendam banjir, seperti jalan-jalan utama di kawasan pariwisata, sempat mengalami kesulitan akses, namun upaya penanggulangan secara cepat sudah dilakukan.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk secara aktif memelihara saluran air dan tidak membuang sampah sembarangan, terutama di area gorong-gorong dan aliran sungai. Mengingat banjir juga disebabkan karena saluran irigasi mampet,” kata dia. (*)

 

Artikel ini telah tayang di Tribun-Bali.com dengan judul Cuaca Ekstrem, Mayat WNA Ditemukan di Gorong-gorong, Hanyut Terseret Arus Banjir di Tibubeneng Bali

Baca juga: Viral, WNA Asal Nigeria Sebar Hoaks, Narasikan Candi Prambanan sebagai Temple of Kakukakrash

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved