Kamis, 7 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Uang Rp180 Juta di Brankas SMP Raib, Pintu Ruangan Tidak Rusak dan CCTV Mati

Uang tunai sejumlah Rp 180 juta di dalam brankas  SMPN 1 Pulung digondol maling.

Tayang:
Penulis: Sof | Editor: M Syofri Kurniawan
Kompas.com
OLAH TKP: Kepolisian Resor Ponorogo, melakukan olah TKP raibnya uang Rp 180 juta di SMPN 1 Pulung di Desa Pulung, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo. Dari hasil dari olah tkp didapati bahwa tidak ada kerusakan pada pintu dan jendela ruang kepala sekolah. (KOMPAS.COM/MITA) 

Ringkasan Berita:
  • Pencuri membobol brankas SMP di Ponorogo, Jawa Timur.
  • Uang tunai sejumlah Rp 180 juta raib.
  • Dari hasil olah TKP didapati bahwa tidak ada kerusakan pada pintu dan jendela ruang kepala sekolah.

 

TRIBUNJATENG.COM, PONOROGO – SMPN 1 Pulung di Desa Pulung, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, menjadi sasaran maling.

Uang tunai sejumlah Rp 180 juta di dalam brankas raib.

Kepolisian Resor Ponorogo melakukan olah TKP kasus pencurian tersebut.

Baca juga: Rumah Mewah Haji Maman Disatroni Perampok, Anak 9 Tahun Jadi Korban

Kasat Reskrim Polres Ponorogo, AKP Imam Mujali mengatakan, dari hasil olah TKP didapati bahwa tidak ada kerusakan pada pintu dan jendela ruang kepala sekolah.

“Yang dirusak hanya brankasnya. Kayak dipalu atau lainnya,” ujarnya melalui pesan singkat, Selasa (16/12/2025).

Lokasi brankas juga tidak bergeser jauh, hanya bergeser sekitar 1,5 meter dari lokasi awal.

Polisi tidak menemukan bukti rekaman kamera Closed-Circuit Television (CCTV) di sekolah karena rusak.

Pihak sekolah masih membuka brangkas pada Kamis (11/12/2025) dan uang masih berada di brankas.

"Jumat pihak sekolah tidak membuka. Sabtu dan Minggu ditinggal ke luar kota untuk study tour. CCTV sementara nihil. CCTV-nya rusak sejak 6 bulan lalu," kata Imam.

Sekretaris Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo, Farida Nuraini, menyebutkan bahwa uang Rp 180 juta di brankas yang digasak maling merupakan uang komite sekolah yang berasal dari sumbangan wali murid dan dana sosial.

“Dari Rp 180 juta, yang Rp 14 juta itu dana sosial untuk keperluan seperti guru sakit, guru meninggal. Juga orangtua atau siswa sakit atau meninggal serta kegiatan lingkungan sekolah dan desa. Selebihnya merupakan uang komite kontribusi wali murid dan dana sosial,” katanya.

Sebelumnya, SMPN 1 Pulung di Desa Pulung, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, diobok-obok maling.

Uang tunai sejumlah Rp 180 juta di dalam brankas digondol maling.

Hal itu diketahui pertama kali oleh penjaga sekolah pada Senin pagi ketika membuka ruang kepala sekolah.

Penjaga menemukan brankas dalam kondisi terbuka dan mengalami kerusakan. (*)

 

Sumber: https://surabaya.kompas.com/read/2025/12/17/090714878/teka-teki-pencurian-uang-rp-180-juta-di-brankas-smp-ponorogo-cctv-mati-dan.

Baca juga: Curi Burung Murai Batu Rp15 Juta, Bapak dan Anak di Sragen Terancam 7 Tahun Penjara

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved