Kamis, 14 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Viral

10 Fakta Arisan Bodong di Kediri, Kerugian hingga Rp 5 Miliar: Modus Get dan Motel

Kasus arisan bodong “Get dan Motel” di Kediri menjerat ratusan korban dengan kerugian hingga Rp 5 miliar dan dilaporkan ke Polda Jatim.

Tayang:
Editor: Awaliyah P
surya dan tribunnews
ARISAN BODONG - Kasus dugaan arisan bodong “Get dan Motel” di Kediri menjerat ratusan korban dengan kerugian hingga Rp 5 miliar. Para korban berharap laporan ke Polda Jawa Timur segera ditindaklanjuti. 

10 Fakta Arisan Bodong di Kediri, Kerugian hingga Rp 5 Miliar: Modus Get dan Motel

Ringkasan Berita:
  • Ratusan warga Kediri diduga menjadi korban arisan bodong “Get dan Motel” yang dijalankan perempuan berinisial NST.
  • Modus pelaku menjanjikan keuntungan hingga dua kali lipat, sempat mencairkan arisan kecil untuk membangun kepercayaan.
  • Total kerugian ditaksir mencapai Rp 5 miliar dan kasus telah dilaporkan ke Polda Jawa Timur.

 

TRIBUNJATENG.COM - Kasus dugaan penipuan arisan online atau arisan bodong di Kota Kediri, Jawa Timur viral di media sosial.

Ratusan warga mengaku menjadi korban skema arisan yang dikenal dengan istilah "Get dan Motel", yang diduga dijalankan oleh seorang perempuan berinisial NST, warga Kampung Dalem, Kota Kediri.

Dilansir Tribunjateng.com dari Tribun Madura, total kerugian dalam kasus ini ditaksir mencapai sekitar Rp 5 miliar.

Baca juga: BREAKING NEWS: Pekerja Ngantuk Tabrak Truk Parkir di Kendal, Meninggal Alami Luka Dalam 

Kasus ini pun telah resmi dilaporkan ke Polda Jawa Timur.

Berikut 10 fakta terkait kasus dugaan arisan bodong di Kediri:

1. Ratusan Warga Diduga Jadi Korban

Kasus ini menyeret ratusan orang dari berbagai latar belakang.

Para korban mengaku mengikuti arisan online yang dikelola NST dengan harapan mendapatkan keuntungan besar dalam waktu singkat.

2. Total Kerugian Ditaksir Capai Rp 5 Miliar

Akibat skema arisan tersebut, total kerugian para korban diperkirakan mencapai sekitar Rp 5 miliar.

Nilai tersebut berasal dari akumulasi setoran ratusan peserta dengan nominal yang beragam, mulai dari jutaan hingga puluhan juta rupiah.

3. Pelaku Berinisial NST, Warga Kampung Dalem

Pelaku dalam kasus ini diketahui berinisial NST, seorang perempuan yang berdomisili di Kampung Dalem, Kota Kediri.

Arisan bodong ini dijalankan secara online dengan memanfaatkan relasi bisnis dan media sosial.

4. Kasus Telah Dilaporkan ke Polda Jawa Timur

Merasa dirugikan dan tidak mendapatkan kejelasan, para korban akhirnya melaporkan kasus dugaan penipuan ini ke Polda Jawa Timur.

Para korban berharap laporan tersebut segera ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum.

5. Modus Menggunakan Istilah "Get dan Motel"

Salah satu modus yang digunakan pelaku adalah penggunaan istilah "get dan motel" dalam arisan.

Istilah tersebut diklaim sebagai skema arisan dengan keuntungan berlipat ganda.

Peserta diminta menyetor sejumlah uang (get) dan dijanjikan pencairan dana (motel) sesuai tanggal yang telah disepakati.

Menurut salah satu korban berinisial E, arisan tersebut menjanjikan keuntungan yang tidak masuk akal.

"Menurut E, arisan tersebut menggunakan istilah 'get dan motel' dengan klaim keuntungan berlipat ganda."

6. Korban Awalnya Tidak Curiga karena Hubungan Bisnis

Korban E mengungkapkan bahwa dirinya pertama kali mengenal NST melalui kerja sama bisnis penjualan pakaian bekas secara daring.

Hubungan sebagai pelanggan lama membuat E tidak menaruh kecurigaan saat pelaku menawarkan arisan.

"Saya kenal yang bersangkutan sebagai penjual pakaian. Saat itu dia menawarkan arisan dengan iming-iming keuntungan, akhirnya saya tergiur dan terus menambah nominal setoran," kata E, Selasa (16/12/2025).

7. Setoran Terus Bertambah, Dana Tak Pernah Cair

E mengaku awalnya mengikuti arisan dengan nominal kecil.

Namun karena tergiur keuntungan, setoran terus ditambah hingga mencapai puluhan juta rupiah.

Meski tanggal pencairan telah disepakati, uang yang dijanjikan tidak pernah diterima.

"Saya tertarik, saya tambah-tambahi lagi menjadi Rp 7 juta, jadi Rp 10 juta seperti itu. Tinggal tunggu tanggalnya saja. Katanya cair, tapi enggak cair juga," jelasnya.

Akibat kejadian tersebut, E mengaku mengalami kerugian sekitar Rp 15 juta.

8. Pelaku Pamer Bukti Pencairan di Media Sosial

Korban lainnya berinisial R mengaku tertarik mengikuti arisan setelah melihat unggahan di media sosial pelaku yang menampilkan bukti pencairan arisan sebelumnya.

Unggahan tersebut membuat korban yakin bahwa arisan tersebut aman dan dapat dipercaya.

Pemilik warung di Kediri itu menyebut, pada tahap awal arisan dengan nominal kecil memang sempat cair sehingga menumbuhkan rasa percaya.

"Awalnya get kecil-kecil dulu. Setelah itu saya berani beli yang besar karena kelihatannya amanah," kata R.

9. Kerugian Korban R Lebih dari Rp 55 Juta

Setelah percaya, R membeli puluhan slot arisan dengan nominal besar.

Ia mengikuti arisan tersebut sejak awal November dengan janji keuntungan hingga dua kali lipat dari setoran awal.

"Yang terakhir saya beli Rp10 juta, dijanjikan motel Rp 22 juta. Tapi sampai sekarang tidak ada," ungkapnya.

R mengaku total kerugiannya mencapai lebih dari Rp 55 juta.

10. Pelaku Minta Kasus Tak Diviralkan lalu Menghilang

Saat para korban mulai mempertanyakan pencairan dana, pelaku justru meminta agar masalah tersebut tidak disebarluaskan.

Namun setelah itu, pelaku menghilang dan tidak memberikan tanggung jawab apa pun.

"Katanya jangan diviralkan, walaupun nanti uangnya enggak cair. Setelah itu dia menghilang dan enggak ada tanggung jawab sama sekali," tutur E.

Para korban berharap laporan yang telah disampaikan ke Polda Jawa Timur dapat segera diproses secara hukum.

Mereka juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap tawaran arisan online dengan keuntungan besar agar kasus serupa tidak kembali terulang. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved