Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ramadan 2026

Link Live Streaming Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026, Diumumkan Pukul 19.05 WIB

Berikut link live streaming sidang isbat penetapan 1 Ramadhan 1447 Hijriah atau 2026 Masehi

Tayang:
Penulis: Msi | Editor: muslimah
Iwan Arifianto
Suasana pemantauan hilal 1 Syawal 1445 H di Planetarium dan Observatorium Universitas Islam Negeri Walisongo, Kota Semarang, Selasa (9/4/2024) petang. Hasil pemantuan itu, hilal tak terlihat.  

Setelah seluruh data terkumpul, pemerintah menggelar sidang penetapan secara tertutup.

Hasil keputusan kemudian diumumkan kepada publik melalui konferensi pers.

Dalam proses penentuan awal bulan Hijriah, pemerintah menggunakan pendekatan integrasi antara hisab dan rukyatul hilal.

Metode ini diterapkan untuk mengakomodasi berbagai pendekatan yang berkembang di masyarakat sekaligus menjaga persatuan umat.

Mengutip laman resmi Ditjen Bimas Islam, kedua metode tersebut menjadi landasan bersama dalam menetapkan awal bulan Hijriah secara nasional.

Pelaksanaan Sidang Isbat juga memiliki dasar hukum melalui Peraturan Menteri Agama Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Sidang Isbat.

Regulasi ini mengatur integrasi hisab dan rukyatul hilal, penggunaan kriteria imkanur rukyat MABIMS, serta tata cara penetapan awal Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah.

Bagaimana posisi hilal awal Ramadhan 2026?

 Berdasarkan perhitungan hisab saat Matahari terbenam pada Selasa (17/2/2026) posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia masih berada di bawah ufuk.

Secara rinci, tinggi hilal tercatat berkisar antara minus 2 derajat 24 menit di Jayapura, Papua, hingga minus 0 derajat 56 menit di Tua Pejat, Sumatera Barat.

Artinya, Bulan sabit muda tersebut belum berada di atas cakrawala saat Matahari terbenam.

Kemudian, elongasi geosentris, yakni jarak sudut antara Matahari dan Bulan berada di kisaran 0 derajat 56 menit di Banda Aceh hingga 1 derajat 53 menit di Jayapura.

Sementara itu, fraksi iluminasi atau bagian Bulan yang tersinari Matahari masih sangat kecil, yakni sekitar 0,01 persen di Sinabang hingga 0,05 persen di Jayapura.

Umur Bulan pada saat itu juga masih kurang dari nol jam di sebagian wilayah. Adapun selisih waktu Bulan terbenam setelah Matahari (lag) berkisar antara 8 menit 16 detik di Jayapura hingga minus 3 menit 7 detik di Tua Pejat, yang berarti Bulan sudah lebih dulu terbenam sebelum Matahari.

“Secara astronomis, kemungkinan terlihatnya hilal pada 17 Februari sangat kecil karena posisi Bulan masih berada di bawah cakrawala,” tulis akun Instagram @infobmkg.

Meski demikian, pengamatan tetap dilakukan sebagai bagian dari prosedur ilmiah dan dokumentasi astronomis.

Hilal 18 Februari 2026 diprediksi sudah terlihat

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved