Tribunjateng Hari ini
Kamba Putar Lagu 'Darah Juang' untuk Bangunkan Warga Sahur
John Tobing, pencipta lagu legendaris "Darah Juang", tutup usia, pada Rabu (25/2/2026) malam, di RSA UGM, Yogyakarta.
Penulis: Achiar M Permana | Editor: M Syofri Kurniawan
Alumnus Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 1986 juga dikenal sebagai maestro perjuangan yang melahirkan himne abadi Gerakan Reformasi 1998.
Kamba menyampaikan, langkahnya memutar lagu “Darah Juang” untuk membangunkan sahur, sebagai cara mengenang dedikasi John Tobing bagi perjuangan rakyat.
"Saya berharap meskipun raga John Tobing telah tiada, namun semangat memperjuangkan keadilan dan melawan kezaliman tak akan pernah mati," ucap.
John Tobing menciptakan lagu “Darah Juang”, sekitar 1991-1992, di kontrakan Pelem Kecut, Gejayan, Yogyakarta.
Melodi lahir dari gitar akustiknya saat gelisah malam hari.
Lirik awal ditulis bersama Dadang Juliantara, mahasiswa Fakultas MIPA UGM, karena John kurang percaya diri menulis kata-kata.
Kemudian, lirik itu direvisi berkali-kali oleh teman-teman John, termasuk Budiman Sudjatmiko.
Idola
Anak John Tobing, Gopas Kibar Syang Proudy (18), mengungkapkan kepergian ayahnya terjadi secara mendadak.
Keluarga tidak sempat mendampingi di detik-detik terakhir karena John dirawat di ruang ICU dan tidak bisa ditunggu.
“Ini mendadak sih, sebetulnya. Memang kami dari keluarga itu pas sedang di rumah memang, karena di rumah sakit itu dimasukkan ke ruang ICU, tidak bisa ditunggu,” ujar Gopas, saat ditemui di rumah duka, Kamis (26/2/2026).
Bagi Gopas, lagu “Darah Juang” yang kerap dinyanyikan saat demonstrasi membuatnya semakin mengidolakan sang ayah.
“Jujur saya, saya sendiri sebagai anaknya, saya sangat menganggap ayah saya itu idola saya,” kata Gopas.
“Saya baru sadar karena memang dia itu kalau di rumah tidak semenonjol itu, jadi seperti layaknya bapak-bapak biasa,” ungkapnya.
Dia mengaku takjub, ketika rekan-rekan ayahnya datang ke rumah dan menyanyikan lagu ciptaan John Tobing.
| Massa Lempari Bus Tahanan, Keluarga Korban Kasus Tongtek Maut Desa Talun Protes Vonis Hakim PN Pati |
|
|---|
| Hening Rasakan UMR Tak Sebanding Pengeluaran, Citra Purwokerto Kota Slow Living Dipertanyakan |
|
|---|
| Truk Angkut Tujuh Ton Paket Terbakar di Tol Semarang-Solo |
|
|---|
| Kurir Narkoba di Sukoharjo Terima Upah Rp 11 Juta untuk Dua Kali Transaksi |
|
|---|
| Anak Joko Azan di Tepi Liang Lahat saat Pemakaman Korban Heli di Klaten |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Tribun-Jateng-Hari-Ini-Jumat-27-Februari-2026.jpg)