Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

OTT KPK di Kab Pekalongan

"Outsourcing" Biang Kerok Bupati Fadia Arafiq Terjaring OTT KPK di Semarang

OTT yang menjerat Bupati Pekalongan Fadia Arafiq terkait dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa outsourcing di sejumlah dinas Pemkab Pekalongan.

Tayang:
Penulis: Dse | Editor: deni setiawan
KOMPAS.com/HARYANTI PUSPA SARI
OUTSOURCING- Juru Bicara KPK Budi Prasetyo. Bupati Pekalongan Fadia Arafiq terjaring OTT KPK di Semarang terkait dugaan korupsi pengadaan outsourcing pegawai di Lingkungan Pemkab Pekalongan. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Pengadaan outsourcing di Lingkungan Pemkab Pekalongan menjadi salah satu biang kerok ditangkapnya Bupati Fadia Arafiq dalam OTT KPK di Semarang, Selasa (3/3/2026) dini hari.

Dugaan korupsi pengadaan tersebut pun diungkap secara langsung oleh Juru Bicara KPK Budi Prasetyo.

Kini setidaknya ada 11 orang yang dibawa ke Gedung KPK untuk pemeriksaan lanjutan pasca OTT. Mereka adalah untuk ASN dan swasta.

Baca juga: Sekda Yulian Akbar Ikut Digelandang ke KPK Pasca OTT, Terlibat Kasus Bupati Fadia Arafiq?

KPK mengatakan, OTT yang menjerat Bupati Pekalongan Fadia Arafiq terkait dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa outsourcing di sejumlah dinas Pemkab Pekalongan.

“Dugaan tindak pidana korupsi dalam peristiwa tertangkap tangan ini adalah berkaitan pengadaan barang dan jasa."

"Salah satunya terkait dengan PBJ outsourcing di Lingkungan Pemkab Pekalongan."

"Jadi ini diduga ada di beberapa dinas,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Budi mengatakan, saat ini KPK membawa 11 orang yang ditangkap dalam rangkaian OTT ke Jakarta.

Kesebelas orang tersebut, kata dia, diduga berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa outsourcing di sejumlah dinas Pemkab Pekalongan.

“Artinya pihak-pihak dari swasta. Termasuk juga pihak-pihak yang menyelenggarakan pengadaan barang dan jasa itu."

"Artinya dari dinas, juga ada Sekda, ada juga dari rumah sakit. KPK akan mendalami berkaitan dengan PBJ di sektor-sektor tersebut,” ujar dia.

Budi mengatakan, KPK menduga ada pengondisian dan pengaturan dalam pengadaan outsourcing itu di sejumlah dinas tersebut sehingga beberapa perusahaan swasta bisa masuk di Pemkab Pekalongan.

“Ini ada sejumlah pengadaan yang memang dilakukan di dinas-dinas Pemkab Pekalongan yang prosesnya diduga, diatur, dikondisikan sehingga vendor atau perusahaan-perusahaan tertentu yang bisa masuk dan menang untuk mendeliver barang ataupun jasa di Pemkab Pekalongan,” ucap dia.

BERPAMITAN - Sekda Kabupaten Pekalongan M Yulian Akbar berpelukan dan berpamitan dengan istri di halaman Mapolres Pekalongan Kota, sebelum ikut masuk ke dalam bus yang menuju ke kantor KPK di Jakarta, Selasa (3/3/2026) sore.
BERPAMITAN - Sekda Kabupaten Pekalongan M Yulian Akbar berpelukan dan berpamitan dengan istri di halaman Mapolres Pekalongan Kota, sebelum ikut masuk ke dalam bus yang menuju ke kantor KPK di Jakarta, Selasa (3/3/2026) sore. (TRIBUN JATENG/Tito Isna Utama)

OTT Bupati Pekalongan

Diberitakan Tribunjateng.com sebelumnya, warga Kabupaten Pekalongan geger seusai mendengar kabar kepala daerahnya terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT).

Sosok yang dimaksud itu adalah Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved