Konflik Timur Tengah
Konflik Timur Tengah Memanas, Pertamina Buka Suara soal Stok BBM dI Kilang Cilacap Jelang Mudik
Agustiawan menegaskan hingga saat ini dinamika geopolitik global belum memberikan dampak signifikan terhadap operasional Kilang Cilacap
Penulis: Rayka Diah Setianingrum | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - Memanasnya situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah akibat konflik antara Israel dan Iran yang turut menyeret Amerika Serikat menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi dunia.
Meski situasi global memanas, Pertamina memastikan produksi bahan bakar minyak (BBM) dari Kilang Cilacap tetap berjalan normal untuk menjaga kebutuhan energi masyarakat, terutama menjelang Ramadan dan Idul Fitri.
Area Manager Communication, Relations, & CSR PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Kilang Cilacap, Agustiawan, mengatakan pihaknya berkomitmen menjaga produksi BBM secara maksimal selama periode Ramadan hingga arus mudik Lebaran.
Baca juga: Resmi Berubah, Daftar Harga Bahan Bakar Minyak BBM Terbaru Jumat 6 Maret 2026, Naik Rp 1.000
• Tukang Ojek Mau Perkosa di Semak-semak, Ternyata Penumpang Jago Silat, Berakhir Pura-pura Jadi ODGJ
Menurutnya, momen Ramadan dan Idul Fitri selalu diikuti peningkatan kebutuhan energi karena mobilitas masyarakat yang tinggi untuk pulang ke kampung halaman.
“Kami berkomitmen mengoperasikan kilang secara terus-menerus selama 24 jam nonstop untuk menghasilkan produk BBM berkualitas guna memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat,” ujar Agustiawan, Kamis (5/3/2026).
Ia menjelaskan Kilang Cilacap memiliki kapasitas produksi mencapai sekitar 348 ribu barel per hari yang menjadi salah satu tulang punggung pasokan energi nasional.
Dengan kapasitas tersebut, Kilang Cilacap mampu menyuplai sekitar 33 persen kebutuhan BBM nasional, khususnya untuk wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali hingga Nusa Tenggara.
Agustiawan menegaskan hingga saat ini dinamika geopolitik global belum memberikan dampak signifikan terhadap operasional Kilang Cilacap.
“Sejauh ini apa yang terjadi secara global belum berpengaruh secara signifikan terhadap operasional kilang kami, sehingga Kilang RU IV Cilacap masih beroperasi normal dengan kapasitas maksimal,” jelasnya.
Meski demikian, pihaknya tetap memantau perkembangan situasi global, terutama terkait suplai minyak mentah impor yang menjadi bahan baku produksi.
Ia mengakui jika pasokan minyak mentah dari luar negeri terganggu, maka hal tersebut berpotensi memengaruhi kapasitas produksi kilang.
Namun untuk saat ini, Pertamina memastikan kondisi stok BBM bagi masyarakat masih dalam kondisi aman.
“Kami bisa pastikan stok BBM kita sangat aman, masyarakat tidak perlu panik dengan kondisi global yang sedang terjadi,” tegas Agustiawan.
Bahkan, kata dia, cadangan BBM yang tersedia dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setidaknya hingga sekitar satu bulan ke depan.
“Harapannya tentu situasi global tetap kondusif sehingga pasokan energi untuk masyarakat tidak terganggu,” pungkasnya. (ray)
| Indonesia Diminta Jaga Jarak dari “Board of Peace” AS di Tengah Ketegangan Selat Hormuz |
|
|---|
| Ketegangan Memanas, Iran Klaim Berhasil Tembak Jet Tempur Siluman F-35 AS |
|
|---|
| Menko Zulhas: Stok Pangan Indonesia Tak Terpengaruh Perang Timur Tengah, Beras Cukup hingga Lebaran |
|
|---|
| Buntut Serangan Israel ke Iran, Prabowo Disebut Bakal Evaluasi Keanggotaan RI di BoP |
|
|---|
| Update Harga BBM di Indonesia Setelah Perang Iran Israel dan Harga Minyak dunia Naik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260306_cilacap.jpg)