Rabu, 6 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Nasional

84 Negara Resmi Naikkan Harga BBM Imbas Perang Iran, Termasuk Indonesia?

Per Maret 2026 ini, ada 84 negara melaporkan telah menaikkan harga BBM pasca serangan terhadap Iran oleh AS dan Israel.

Tayang:
Penulis: Dse | Editor: deni setiawan
ist/dok pertamina cilacap
STOK AMAN - Pertamina memastikan pasokan energi bagi masyarakat selama periode Ramadan hingga Idulfitri tahun ini dalam kondisi aman. Upaya tersebut dilakukan dengan mengoptimalkan operasional kilang serta memperkuat stok bahan bakar minyak (BBM) guna mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Puluhan negara telah resmi mengumumkan jika akan dan telah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) sebagai imbas dari konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Dari puluhan negara tersebut, yang paling terdampak adalah yang berada di Asia. Sebab, sebagian negara bergantung pada pasokan minyak dari Iran.

Data negara-negara yang menaikkan harga BBM tersebut pun telah dirilis melalui data AAA Fuel Prices serta hasil analisis Global Petrol Prices.

Dari puluhan negara tersebut, apakah termasuk Indonesia?

Baca juga: Update Harga BBM di Jawa Tengah Hari Ini: Pertalite Tetap, Pertamax dan Dexlite Makin Mahal

Kabar Duka, Karmia Putri Akbar Tandjung Meninggal, Sakit Kanker Payudara

Kondisi Terkini SN Napi Lapas Nusakambangan Asal Lampung Pasca Kabur: Takut Punya Utang

Per Maret 2026 ini, setidaknya sudah ada 84 negara telah melaporkan menaikkan harga BBM pasca serangan terhadap Iran oleh AS dan Israel yang dimulai pada 28 Februari 2026.

Di Amerika Serikat (AS), harga satu galon bensin biasa yang rata-rata $2,94 pada Februari 2026, kini naik menjadi  $3,58 atau mengalami kenaikan sebesar 20 persen.

Hal itu berdasarkan data dari AAA Fuel Prices, sebuah pelacak harga bahan bakar ritel dari American Automobile Association (AAA).

Meskipun setiap negara bagian AS menetapkan harga BBM sendiri, namun beberapa negara bagian telah melampaui harga $4 per galon, California melebihi $5 per galon, harga tertinggi dalam lebih dari dua tahun terakhir.

Menurut data yang dianalisis dari Global Petrol Prices, sebuah platform data yang melacak dan menerbitkan harga energi ritel di sekira 150 negara, setidaknya 84 negara telah melaporkan kenaikan harga BBM sejak perang Iran dengan Israel yang dibantu AS meletus pada 28 Februari 2026. 

Beberapa negara hanya mengumumkan perubahan harga di akhir setiap bulan, sehingga harga yang lebih tinggi diperkirakan akan terjadi di banyak negara lain pada April 2026.

Vietnam mencatat kenaikan harga bensin tertinggi, hampir 50 persen, naik dari $0,75 per liter bensin oktan 95 pada 23 Februari 2026 menjadi $1,13 pada 9 Maret 2026.

Laos menyusul dengan kenaikan 33 persen, Kamboja 19 persen, Australia 18 persen, dan AS 17 persen.

Berikut 84 negara dan wilayah di dunia yang menaikan harga BBM menurut data Global Petrol Prices pada 11 Maret 2026, seperti dilansir dari Tribunnews.com, Rabu (11/3/2026).

  • Afghanistan
  • Albania
  • Andorra
  • Argentina
  • Aruba
  • Australia
  • Austria
  • Barbados
  • Belgia
  • Bhutan
  • Bosnia and Herzegovina
  • Brazil
  • Bulgaria
  • Burundi
  • Cambodia (Kamboja)
  • Canada (Kanada)
  • Cape Verde
  • Cayman Islands
  • China
  • Costa Rica
  • Curacao
  • Cyprus
  • Denmark
  • Dominican Republic
  • DRC
  • Egypt (Mesir)
  • El Salvador
  • Ethiopia
  • France (Prancis)
  • Georgia
  • Germany (Jerman)
  • Ghana
  • Greece (Yunani)
  • Grenada
  • Guatemala
  • Honduras
  • Hong Kong
  • Iceland (Islandi)
  • Israel
  • Italia
  • Jamaica
  • Jepang
  • Jordania
  • Kazakhstan
  • Kyrgyzstan
  • Laos
  • Latvia
  • Lebanon
  • Liberia
  • Liechtenstein
  • Lithuania
  • Luxembourg

Baca juga: Sekda Wonosobo Tekankan Sinergi Jelang Idulfitri 2026, Konsumsi BBM dan LPG Diproyeksi Meningkat

Jukir Citarum Semarang Intimidasi ART, Dilarang Pergi Sebelum Bayar Parkir Rp3.000

BREAKING NEWS, Timnas Iran Mundur dari Piala Dunia 2026

  • Malaysia
  • Mauritius
  • Moldova
  • Morocco (Maroko)
  • Mozambique
  • Myanmar
  • Netherlands (Belanda)
  • Nicaragua
  • Nigeria
  • North Macedonia
  • Pakistan
  • Panama
  • Peru
  • Puerto Rico
  • Qatar
  • Romania
  • Rwanda
  • Seychelles
  • Singapore
  • South Korea (Korea Selatan)
  • Spain (Spanyol)
  • Suriname
  • Swedia
  • Tanzania Tunisia
  • Turkiye
  • UAE
  • UK (Inggris)
  • Ukraina
  • United States (AS)
  • Vietnam
  • Zimbabwe
Petugas menunjukan meteran penjuakan BBM nonsubsidi di SPBU Sultan Agung Semarang
Petugas menunjukan meteran penjuakan BBM nonsubsidi di SPBU Sultan Agung Semarang (Tribun Jateng/Eka Yulianti Fajlin)

Penyebab Kenaikan Harga BBM

Asia sangat bergantung pada Selat Hormuz untuk pengiriman minyak dan gasnya, yang secara efektif telah ditutup oleh Iran sejak awal perang. 

Selat ini menghubungkan Teluk – yang juga disebut Teluk Persia dan Teluk Arab – dengan Teluk Oman dan merupakan satu-satunya jalur bagi produsen minyak di kawasan ini ke laut lepas.

Jepang dan Korea Selatan termasuk negara yang paling rentan, masing-masing mengimpor 95 persen dan 70 persen minyak mereka dari Teluk.

Kedua negara Asia Timur tersebut telah memberlakukan langkah-langkah darurat untuk menstabilkan pasar energi mereka.

Pada 8 Maret 2026, Jepang menginstruksikan lokasi cadangan minyaknya untuk bersiap menghadapi potensi pelepasan cadangan strategis.

Keesokan harinya, Korea Selatan memperkenalkan batas harga maksimum untuk bensin dan solar untuk pertama kalinya dalam 30 tahun.

Di Asia Selatan, dampak perang lebih parah daripada di Asia Timur karena negara-negara seperti Pakistan dan Bangladesh memiliki cadangan keuangan yang jauh lebih tipis dan cadangan strategis yang lebih kecil.

Dalam upaya menghemat energi, pemerintah Bangladesh telah memerintahkan semua universitas negeri dan swasta untuk segera ditutup.

Di Pakistan kantor-kantor pemerintah kini akan beroperasi empat hari kerja dalam seminggu, sementara sekolah-sekolah telah ditutup, dan kebijakan 50 persen bekerja dari rumah telah diberlakukan untuk menghemat bahan bakar.

Di Eropa, para menteri keuangan Kelompok Tujuh mengadakan pertemuan darurat untuk membahas kenaikan harga BBM.

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengemukakan kemungkinan untuk melepaskan 20-30 persen cadangan strategis darurat untuk meringankan tekanan pada konsumen.

Baca juga: Taj Yasin Naik Vespa ke SPBU untuk Cek Pasokan BBM Jelang Lebaran

Terekam CCTV, Aksi 3 WNA Gendam Pemilik Toko Kelontong di Klaten, Uang Rp4 Juta Raib

Bagaimana dengan Indonesia?

Di Indonesia, Selasa (10/3/2026), Menteri ESDM Bahlil Lahadalia telah dipanggil Presiden RI Prabowo Subianto ke Istana Presiden Jakarta membahas soal BBM.

Seusai pertemuan, Bahli menegaskan tidak ada kenaikan BBM Subsidi seperti solar (biosolar) dan pertalite (RON 90), setidaknya hingga Idulfitri 1447 Hijriah.

"Kami telah melakukan pembahasan dengan Menteri Keuangan."

"Kami dapat memastikan untuk menyangkut subsidi BBM hingga hari raya Insya Allah tidak ada kenaikan apa-apa," kata Bahlil.

Bahlil mengatakan, meskipun harga minyak mentah dunia atau crude naik, namun pemerintahan memutuskan untuk sementara tidak menaikan harga BBM subsidi.

LAYANI CUSTOMER - Petugas SPBU Sultan Agung Semarang melayani customer. SPBU ini merupakan salah satu SPBU yang melayani 24 jam dengan fasilitas lengkap tidak hanya pengisian BBM melainkan juga Layanan LPG dan minimarket. 
LAYANI CUSTOMER - Petugas SPBU Sultan Agung Semarang melayani customer. SPBU ini merupakan salah satu SPBU yang melayani 24 jam dengan fasilitas lengkap tidak hanya pengisian BBM melainkan juga Layanan LPG dan minimarket.  (TRIBUN JATENG/Eka Yulianti Fajlin)

Dorong Kenaikan Harga Pangan

Harga minyak dan harga pangan bergerak seiring, dengan harga energi memengaruhi setiap tahap rantai pasokan pangan, mulai dari pupuk yang digunakan di ladang hingga truk yang mengangkut makanan dari ladang ke rak supermarket.

Kenaikan harga minyak juga secara langsung memengaruhi pengiriman dan biaya transportasi.

“Urat nadi ekonomi global adalah transportasi,” kata ekonom David McWilliams seperti dilansir dari Tribunnews.com, Rabu (11/3/2026).

“Ini tentang memindahkan barang dari A ke B – ini masalah logistik, masalah rantai pasokan, dan pada akhirnya transportasi adalah energi ekonomi global.”

Kekhawatiran akan stagflasi – peningkatan inflasi dan meningkatnya pengangguran, yang secara historis dipicu oleh guncangan harga minyak besar – semakin meningkat.

Para ekonom menunjuk krisis pada 1973, 1978, dan 2008 sebagai bukti bahwa setiap lonjakan harga minyak yang signifikan selalu diikuti, dalam beberapa bentuk, oleh resesi global.

Di negara-negara berpenghasilan rendah, di mana penduduknya menghabiskan sebagian besar pendapatan mereka untuk makanan dan mengimpor sejumlah besar biji-bijian dan pupuk, kenaikan harga minyak dapat dengan cepat menyebabkan kekurangan pangan.

Produk Bahan Dasar Minyak dan Gas

Minyak dan gas digunakan untuk lebih dari sekadar bahan bakar. Keduanya merupakan bahan baku untuk ribuan produk sehari-hari.

Plastik, termasuk botol air, kemasan makanan, casing ponsel, dan jarum suntik medis, semuanya berasal dari minyak mentah.

Minyak mentah juga merupakan bahan tersembunyi dalam kain sintetis seperti poliester, nilon, dan akrilik, yang digunakan untuk membuat segala sesuatu mulai dari pakaian olahraga hingga karpet.

Selain itu, minyak mentah juga menjadi dasar industri kosmetik, karena digunakan untuk membuat produk seperti petroleum jelly (Vaseline), lipstik, dan alas bedak.

Barang-barang rumah tangga juga bergantung pada bahan-bahan berbasis minyak, dengan deterjen pakaian, cairan pencuci piring, dan cat semuanya berasal dari produk petroleum.

Pasokan pangan global pada dasarnya dibangun di atas gas alam dalam bentuk pupuk, yang digunakan untuk meningkatkan hasil panen dan memastikan bahwa produksi pangan dapat memenuhi permintaan. (*)

Sumber Tribunnews.com

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved