Berita Viral
Jukir Citarum Semarang Intimidasi ART, Dilarang Pergi Sebelum Bayar Parkir Rp3.000
ART diduga mengalami intimidasi dari seorang juru parkir saat menunggu di depan rumah sakit Jalan Citarum, Semarang Timur, Kota Semarang.
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Seorang wanita asisten rumah tangga (ART) diduga mengalami intimidasi dari seorang juru parkir saat menunggu di depan rumah sakit di Jalan Citarum, Semarang Timur, Kota Semarang.
Peristiwa itu terjadi ketika ART tersebut hendak menjemput majikannya yang sedang mengurus tindakan operasi anaknya di rumah sakit.
Kejadian tersebut kemudian viral di media sosial setelah terekam dalam sebuah video yang memperlihatkan seorang perempuan memprotes juru parkir di lokasi.
Majikan ART tersebut, Akta, warga Kota Semarang menceritakan bahwa saat kejadian dirinya sedang berada di dalam rumah sakit untuk mengurus tindakan operasi anak.
Baca juga: Budi Karya Sumadi Mantan Menhub Diperiksa KPK di Semarang, Ada Kaitannya dengan Sudewo
• Plt Bupati Pekalongan Sukirman Minta Maaf: Tak Ada Instruksi Larang Wartawan Meliput
• Tol Fungsional Bawen-Ambarawa Hanya Buka Hingga Pukul 17.00
“Saya di RS sedang antre untuk anak saya tindakan operasi."
"Karena saya pikir sebentar lagi selesai, saya hubungi ART saya untuk jemput menggunakan motor dan menunggu di depan RS, tidak masuk ke dalam,” kata Akta kepada Tribunjateng.com, Selasa (10/3/2026).
Namun setelah ART datang dan menunggu di depan rumah sakit, antrean di dalam ternyata masih cukup lama.
Sementara anaknya yang masih kecil disebut sudah mulai berlarian sehingga dia membutuhkan bantuan ART tersebut.
Akta pun meminta ART masuk ke dalam rumah sakit untuk membantu menjaga anaknya.
Diminta Bayar Parkir Rp3.000
Saat hendak masuk ke rumah sakit, ART tersebut diminta membayar biaya parkir Rp3.000 oleh juru parkir yang berada di depan rumah sakit.
Namun ART tersebut tidak membawa uang tunai karena awalnya hanya diminta menunggu sebentar untuk menjemput majikannya.
ART tersebut kemudian menyampaikan kepada juru parkir bahwa dia hendak masuk ke rumah sakit untuk mengambil uang terlebih dahulu dari majikannya.
“Saat mau masuk dimintai uang Rp3.000. Karena ART saya tidak bawa uang, dia bilang mau masuk ambil uang ke saya di dalam RS untuk bayar parkir,” jelas Akta.
Mengaku Diintimidasi dan Dilarang Masuk
Menurut Akta, alih-alih diberi kesempatan untuk mengambil uang terlebih dahulu, ART justru dimarahi dan dilarang meninggalkan lokasi sebelum membayar parkir.
Dia menyebut juru parkir tersebut bahkan berjalan memutari ART sambil terus mengawasi agar tidak pergi.
| Viral Wanita Peluk Tiang Bambu di Perairan Demak, Dievakuasi Rombongan Pemancing |
|
|---|
| "Badan Pegal Semua" Curhat Viral Pengendara Tersiksa usai Lintasi Jalan Krobokan Boyolali |
|
|---|
| Ketua MPR Pastikan Final Lomba Cerdas Cermat Kalbar akan Diulang, Juri Diganti |
|
|---|
| Viral Video Struk Harga Asli Pertalite Lebih Mahal Ketimbang Pertamax, Ini Kata Pertamina |
|
|---|
| Viral Empat DC Cegat dan Ambil Paksa Mobil di Pati, Korban Alami Luka Memar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260310-_-Video-Jukir-Intimidasi-Warga-di-Citarum-Semarang.jpg)