Minggu, 19 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Nasional

Dwintha Cucu Mpok Nori Tewas Mengenaskan, Pelaku Suaminya Sendiri

Cucu seniman legendaris Mpok Nori tewas mengenaskan di rumah kontrakannya Jalan Daman I Jakarta pada Sabtu (21/3/2026) dini hari.

Penulis: Dse | Editor: deni setiawan
Istimewa/DOKUMENTASI KELUARGA DWINTHA ANGGARY
PELAKU PEMBUNUHAN - Rekaman CCTV memperlihatkan FD (49) pelaku pembunuhan Dwintha Anggary (37), cucu seniman Betawi legendaris Mpok Nori saat melintas Jalan Daman I, Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (21/3/2026). 

Dian menuturkan, komunikasi terakhir dengan korban terjadi pada Kamis (19/3/2026) sekira pukul 21.30 melalui pesan singkat.

“Setelahnya kami tidak bertemu karena sibuk masing-masing, mau Lebaran,” ucap dia.

Baca juga: Hangatnya Idulfitri Pemain PSIS Semarang, Foto Keluarga Curi Perhatian

Meriahkan Lebaran, Festival Balon Udara Wonosobo Dimulai, Ini Jadwal dan Lokasinya

Dia menyebut sempat melewati rumah korban keesokan harinya, namun tidak menaruh curiga karena kondisi rumah tampak tertutup. 

Dian juga menduga korban sering dipantau oleh pelaku sebelum kejadian.

“Terakhir itu saya mau ke pasar pada Kamis (19/3/2026), papasan sama saudara saya (Dwintha)."

"Ternyata dia (pelaku), ada di belakang,” ujar dia.

Atas peristiwa tersebut, pihak keluarga berharap pelaku mendapatkan hukuman setimpal.

“Pelaku hukum seadil-adilnya, seberat mungkin. Tapi kami ikuti prosedur dari kepolisian saja,” kata Dian.

Sebelumnya diberitakan, Dwhinta ditemukan tewas di kontrakannya pada Sabtu (21/3/2026) dini hari.

Penemuan bermula saat ibu dan adik korban hendak membangunkannya.

Karena tidak ada respons, sang adik mencoba masuk melalui jendela yang terbuka dan menemukan korban telah tewas bersimbah darah.

Kanit Reskrim Polsek Cipayung, Edi Handoko mengatakan, pihak kepolisian sempat melakukan pengejaran terhadap tersangka FD yang terdeteksi berada di kawasan Puncak, Bogor seusai kejadian.

“Diduga tujuannya melarikan diri. FD statusnya masih WNA. Bahasa Indonesia pun belum lancar,” ungkap Edi.

Hingga kini, kasus tersebut masih dalam penanganan kepolisian untuk mengungkap motif dan kronologi kejadian secara menyeluruh. (*)

Sumber Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved