Tribunjateng Hari ini
15 Orang Tewas dalam Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur
Sebanyak 10 dari 15 korban tewas dalam kecelakaan KA di Stasiun Bekasi Timur telah teridentifikasi.
Penulis: Achiar M Permana | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA – Tangis keluarga korban kecelakaan KA di Bekasi Timur seketika pecah, ketika pihak Rumah Sakit Bhayangkara Polri (RS Polri) mengumumkan identitas 10 korban meninggal dalam kecelakaan tersebut.
Saat itu, Selasa (28/4/2026) sore, keluarga korban mengikuti langsung pengumuman hasil identifikasi jenazah korban yang dilakukan RS Polri.
Suara tangis terdengar saat nama-nama korban mulai dibacakan.
Para keluarga korban terlihat saling berpelukan.
Setelah konferensi pers, keluarga korban menuju rumah duka RS Polri untuk menunggu proses serah terima jenazah.
Hingga Selasa malam, kesepuluh nama korban yang telah teridentifikasi semuanya berjenis kelamin perempuan.
Mereka adalah Tutik Anitasari (31), Harum Anjasari (27), Nur Alimantun Citra Lestari (19), Farida Utami (52), Vica Acnia Fratiwi (23), Ida Nuraida (48), Gita Septia Wardany (20), Fatmawati Rahmayani (29), Arinjani Novita Sari (25), dan Nur Ainia Eka Rahmadhyna (32).
Nur Ainia diketahui sebagai karyawati Kompas TV. Dia berkerja sebagai news production support di Kompas TV.
Sebelumnya, kabar Nur Ainia menjadi salah satu korban kecelakaan KA di Bekasi Timur dikonfirmasi oleh PT KAI dan Kompas TV.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba mengatakan, jenazah Ainia sudah dibawa ke RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur untuk proses identifikasi.
"Betul. Ada 10 tadi yang dibawa ke (RS) Polri untuk dilakukan proses identifikasi," ujar Anne, Selasa.
“Benar, (salah satu korban adalah Aina),” kata Wakil Pimpinan Redaksi Kompas TV, Martian Damanik kepada Kompas.com melalui pesan teks, Selasa.
Kereta berhenti
Sebelumnya, tabrakan terjadi antara KRL jurusan Cikarang nomor PLB 5568A dan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Senin (27/4/2026) pukul 20.52 malam.
Titik kejadian berada di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920.
Peristiwa itu berawal dari taksi listrik tertemper KRL di perlintasan yang tak jauh dari Stasiun Bekasi Timur.
Peristiwa taksi tertemper KRL itu mengakibatkan KRL di Stasiun Bekasi menunggu.
KA Argo Bromo Anggrek kemudian datang dan menabrak dari belakang.
Akibat kejadian tersebut, 15 penumpang KRL tewas, 88 korban luka.
Para korban luka saat ini ini menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan, antara lain RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.
Sementara itu, 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat.
Polda Metro Jaya mencatat jumlah korban tewas dalam kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur, pada Senin (27/4/2026) malam, mencapai 15 orang.
“Iya, ada 15 (korban) meninggal dunia,” kata Kabid Dokkes Polda Metro Jaya, Kombes Pol dr Martinus Ginting kepada wartawan di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (28/4/2026).
Sementara itu, Kepala RS Polri Kramat Jati, Brigjen Pol dr Prima Heru mengatakan, pihaknya telah menerima tujuh data antemortem dari keluarga korban.
“Keluarga yang sudah melaporkan ke posko antemortem sampai saat ini sebanyak tujuh keluarga,” kata Prima ditemui di kesempatan yang sama.
Pengaturan terbatas
Untuk sementara waktu, Stasiun Bekasi Timur belum melayani naik dan turun penumpang.
Perjalanan KRL dilayani hingga Stasiun Bekasi, sementara jalur hilir telah dibuka untuk operasional kereta api dengan pengaturan terbatas.
KAI menyampaikan operasional pada Stasiun Bekasi Timur akan kembali diaktifkan usai BUMN tersebut memastikan seluruh sistem persinyalan dan sarana-prasarana sudah pulih atau berfungsi normal.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi memastikan, proses evakuasi dan penanganan korban dilakukan secara cepat, terkoordinasi, serta penuh kehati-hatian.
Dudy menyampaikan dukacita mendalam atas korban meninggal dunia dan berharap korban luka dapat segera pulih.
"Kami ingin menyampaikan duka cita mendalam untuk korban meninggal dunia. Kemudian terhadap korban-korban luka, kami berharap dapat segera diberi kesembuhan," ujarnya, Selasa.
Kemenhub juga mendukung penuh proses investigasi yang dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Dudy menegaskan pihaknya memberikan ruang dan menunggu KNKT untuk melakukan investigasi secara independen.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk segera melakukan investigasi menyeluruh sekaligus mempercepat pembenahan sistem keselamatan perlintasan KA, menyusul insiden kecelakaan di Bekasi.
Pernyataan itu disampaikan seusai menjenguk korban di RSUD dr Chasbullah Abdulmadjid, Kota Bekasi, Selasa.
Prabowo menegaskan, pemerintah akan melakukan investigasi atas insiden tabrakan kereta api di Stasiun Bekasi Timur.
Hal itu bertujuan mengetahui secara utuh terjadinya tragedi yang menelan korban jiwa dan luka-luka tersebut. (kps/Tribunnews)
| Olah Sampah Plastik, Desa Talunombo Wonosobo Produksi BBM Solar Setara Dexlite |
|
|---|
| Bermula Saling Ejek di Whatsapp, Video Penganiayaan Siswi SMP di Tegal oleh Rekannya Kini Viral |
|
|---|
| Azam Kecam Penanganan Kasus Tak Optimal, Massa Gelar Teaterikal Dugaan Kekerasan Mahasiswa Unsoed |
|
|---|
| Tersangka Dapat Imbalan Rp 2 juta, Polisi Sita 114,75 Gram Sabu yang Akan Diedarkan |
|
|---|
| Desa Kasegeran di Banyumas Jadi Percontohan Desa Bebas Asap Rokok, Kades: Anak-anak Lebih Sehat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Tribun-Jateng-Hari-Ini-Rabu-29-April-2026.jpg)