Tribunjateng Hari ini
Kami Hanya Bisa Lihat Penumpang Lain Terbakar di dalam Bus
Warga Pati selamat dari tabrakan maut bus ALS dan truk tangki di Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatra Selatan (Sumsel).
Penulis: Achiar M Permana | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUNJATENG.COM, MURATARA - Jerit penumpang dan kobaran api masih membekas di ingatan Ngadiono (47), salah satu penumpang yang selamat dari tabrakan maut bus ALS dan truk tangki di Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatra Selatan (Sumsel), Rabu (6/5/2026).
Bus ALS yang bertolak dari pool Jalan Kaligawe, Kota Semarang, itu bertabrakan dengan truk tangki bermuatan minyak di Jalur Lintas Sumatera (Jalinsum), wilayah Kecamatan Karang Jaya, Muratara.
Sedikitnya 16 orang tewas dalam kecelakaan tersebut, 14 di antaranya merupakan penumpang bus ALS.
Ngadiono merupakan warga RT 05 RW 03 Desa Tlogoayu, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati.
Dia naik bus ALS bersama sang istri, Jumiatun (42).
Mereka hendak berjualan kasur di Lubukpakam, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara.
Di tengah kepanikan dan asap tebal yang menyelimuti bus saat kecelakaan maut terjadi, mereka berpacu dengan waktu.
Beruntung, Ngadiono dan istrinya berhasil keluar sebelum bus hangus terbakar.
Mereka melompat keluar dari jendela.
Selain Ngadiono dan istri, satu penumpang lainnya, M Tahrul Hubaidi (31), warga Tegal, juga berhasil keluar dari bus.
Ngadiono mengaku, sebelum kecelakaan terjadi, bahkan sebelum bus berangkat, dia sudah merasakan firasat buruk.
Sejak awal, dia merasa tidak nyaman melihat kondisi bus yang dinilainya tidak layak jalan.
“Dari awal saya sudah punya firasat tidak baik. Kondisi mobilnya sudah tidak layak, tapi kami terpaksa berangkat karena tiket tidak bisa dibatalkan,” tutur Ngadiono di Puskesmas Karang Jaya.
Keterbatasan biaya membuat Ngadiono dan istri tak punya pilihan lain.
Tiket yang sudah dibeli tak bisa dikembalikan, sementara uang untuk membeli tiket baru sudah tidak ada.
Sepanjang perjalanan, kekhawatiran itu kian menjadi nyata.
Bus yang mereka tumpangi beberapa kali mengalami gangguan.
Radiator kering, bahkan oli kendaraan berceceran.
Hingga akhirnya, di Jalinsum, Karangjaya, Muratara, peristiwa tragis itu terjadi.
“Saya dengar benturan keras, lalu api langsung membesar. Dalam hitungan detik, bus sudah terbakar,” kenangnya.
Di tengah kepanikan, Ngadiono dan istri berusaha menyelamatkan diri dengan memanjat dan keluar melalui jendela.
Tak lama kemudian, satu penumpang lain berhasil menyusul keluar.
Setelah berhasil keluar, mereka hanya bisa menyaksikan kobaran api yang semakin membesar, disertai suara ledakan dari dalam bus.
“Kami hanya bisa melihat penumpang lain terbakar di dalam. Kami tidak bisa berbuat apa-apa,” tuturnya sembari menahan tangis. (Tribunnews)
| Ngadiono Panjat Jendela untuk Selamatkan Diri Sebelum Bus ALS Terbakar |
|
|---|
| Dua Warga Ngaliyan Terlindas Kendaraan di Pantura Kendal dan Demak |
|
|---|
| Derita Bertubi-tubi Markonah: Cucu Tewas Kecelakaan Rumah Diterjang Longsor |
|
|---|
| Agustina Minta Warga di Zona Rawan Kalialang Segera Diungsikan |
|
|---|
| Polresta Pati Siap Jemput Paksa Kiai Tersangka Pencabulan Santriwati |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/HARIAN-TRIBUN-JATENG-KAMIS-7-MEI-2026.jpg)