Berita Nasional
Kabar Duka Abdillah Toha Pendiri PAN Meninggal Dunia, Ini Sosoknya
Salah satu pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) Abdillah Toha meninggal dunia pada Selasa (26/5/2026).
Pada 1998 saat terjadi gerakan reformasi dan setelah turunnya Soeharto, bersama dengan Amien Rais, Abdillah mendirikan Partai Amanat Nasional (PAN).
Dia juga menjadi salah seorang formatir pertama dan ketua DPP PAN.
Ia juga pernah menjabat sebagai anggota Majlis Penasihat Partai.
Sebagai anggota DPR, Abdillah duduk di Komisi 1 DPR dan Ketua Fraksi PAN.
Saat itu juga dia menjabat sebagai ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI dan Vice President Executive Committee dari Inter-Parliamentary Union (IPU) yang berkantor pusat di Jenewa, Swiss.
Pada Pilpres 2019, Abdillah Toha justru mendukung Jokowi-Ma’aruf sebagai presiden.
Tak hanya itu, ia juga menyatakan dukungannya pada Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Abdillah mengaku telah mempelajari latar belakang, karakter, akhlak dan kecerdasan dan rekam jejak para politikus PSI.
Pada 18 Januari 2020 ia meminta Amien Rais yang juga merupakan pendiri dan Ketua Dewan Kehormatan PAN, tidak ikut campur dalam Kongres PAN mendatang.
Kongres PAN rencananya akan digelar di Sulawesi Tenggara pada 12 Februari 2020.
Abdillah Toha meminta Amien untuk tidak mengintervensi pelaksanaan kongres, terutama pemilihan ketua umum.
Menurut dia, sudah waktunya bagi Amien Rais untuk membiarkan pelaksanaan Kongres PAN berjalan tanpa ada tekanan dari dirinya. Sebaliknya, PAN juga diminta tidak mengalami ketergantungan terhadap sosok Amien.
Pengalaman Kerja
Pengalaman kerja (karier)-nya pun sangat beragam.
Dia pernah menjabat Assistant Manager Bank of Amerika, Managing Director Touche Ross Indonesia, Chief Executive Officer (CEO) Jan Darmadi Corporation, President Direktur Investrade Group, dan Managing Director Setdco Group.
| Kementerian HAM Terima Penghargaan dari LKPP |
|
|---|
| Ciri-Ciri Firdaus Ahlan, Jemaah Haji Berusia 73 Tahun yang Hilang di Makkah |
|
|---|
| Uji Publik RUU HAM Dorong Regulasi HAM yang Inklusif dan Responsif terhadap Perkembangan Zaman |
|
|---|
| Prabowo Sebut Australia, India, Brasil, hingga Filipina Minta Bantuan ke Indonesia |
|
|---|
| Sudewo Pati Bakal Diadili Dua Perkara Sekaligus, Siap-siap Sidang di Tipikor Semarang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260526_abdillah-toha.jpg)