Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kriminal

Oknum Brimob Berulah, Diduga Aniaya Kader HMI di Cafe hingga Babak Belur

Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Perlawanan Masyarakat (Alarm) menggelar aksi unjuk rasa

Penulis: Lyz | Editor: muh radlis
net/Tribunnews
ILUSTRASI Penganiayaan 

TRIBUNJATENG.COM - Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Perlawanan Masyarakat (Alarm) menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolres Palopo, pada Minggu (19/10/2025).

Dalam aksinya, para demonstran membentangkan sejumlah spanduk berisi tuntutan dan desakan agar pihak kepolisian menindak tegas oknum yang diduga terlibat dalam insiden kekerasan terhadap seorang mahasiswa.

Aksi protes ini dipicu oleh peristiwa pengeroyokan terhadap seorang mahasiswa yang juga merupakan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di salah satu kafe di Kelurahan Tompotikka, Kecamatan Wara, Kota Palopo, pada Minggu dini hari.

Menurut informasi yang beredar, pengeroyokan tersebut diduga melibatkan oknum anggota Brimob.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka di bagian kepala, memar di lengan dan wajah, serta lecet di tengkuk dan pundak.

Korban kemudian dibawa ke RS Palemmai Tandi Palopo untuk mendapatkan perawatan medis.

Jenderal Lapangan (Jenlap) aksi, Viki, menyampaikan bahwa massa Alarm datang dengan sejumlah tuntutan agar aparat kepolisian menegakkan keadilan secara transparan.

“Kami menuntut Polres Palopo untuk mengusut tuntas kasus pengeroyokan terhadap kader HMI.

Kami juga meminta Propam segera mengamankan dan memproses oknum aparat yang diduga terlibat dalam aksi premanisme itu,” ujar Viki.


Selain menuntut penegakan hukum terhadap pelaku, massa juga mendesak penutupan kafe tempat terjadinya insiden tersebut.

“Kami meminta Polres Palopo bekerja sama dengan pemerintah untuk menutup kafe itu karena diduga menjadi tempat peredaran minuman keras setiap akhir pekan,” tambahnya.

Setelah berorasi sekira satu jam, massa aksi akhirnya diterima perwakilan Polres Palopo. 

KBO Satreskrim Polres Palopo, Ipda Ma’rup, menyampaikan pihaknya telah menyelidiki kasus tersebut.

“Kami sudah meminta keterangan sejumlah saksi, mengamankan rekaman CCTV dari lokasi, serta meminta visum korban,” kata Ipda Ma’rup.

Ia menegaskan, apabila terbukti ada keterlibatan oknum anggota kepolisian, pihaknya tidak akan segan memberikan sanksi tegas.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved