Minggu, 17 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kasus Suap Sudewo

Warga Pati ke KPK Lagi, Tanyakan Perkembangan Kasus Suap yang Diduga Libatkan Sudewo

Puluhan warga yang tergabung dalam Gabungan Aktivis Pati (GAP) tersebut berangkat ke Jakarta dengan moda transportasi bus dari Alun-Alun Pati.

Tayang:
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: rival al manaf
TRIBUN JATENG/Istimewa/FB Didik Djojodiningrat
AKSI DI KPK - Aksi Gabungan Aktivis Pati (GAP) di Gedung KPK RI, Jakarta, Rabu (10/12/2025). Mereka bermaksud menanyakan kejelasan kasus suap yang diduga melibatkan Bupati Sudewo.   

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Warga Pati kembali mendatangi Gedung KPK RI di Jakarta, Rabu (10/12/2025).

Mereka bermaksud menanyakan kejelasan kasus suap yang diduga melibatkan Bupati Sudewo.

Puluhan warga yang tergabung dalam Gabungan Aktivis Pati (GAP) tersebut berangkat ke Jakarta dengan moda transportasi bus dari Alun-Alun Pati, Selasa sore (9/12/2025).

Di Gedung KPK, mereka membentangkan spanduk bertulisan "Ziarah (Apakah Kasus) Sudewo Mati di KPK?".

Baca juga: Demo Warga Desa Puncel Pati Berakhir Manis, Hotel DAyanna Akhirnya Ditutup Permanen

Baca juga: Begini Kondisi Terkini Bayi yang Dibuang di Tempat Sampah di Pati, Sudah 20 Orang Antre Mau Adopsi

Sebelumnya, warga Pati juga pernah melakukan aksi serupa pada 1 September 2025, dengan mengatasnamakan diri Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB).

Koordinator GAP, Mury, mengatakan bahwa GAP yang beranggotakan para aktivis dari berbagai elemen masyarakat di Pati berencana bertahan di Jakarta selama tiga hari, hingga Jumat mendatang.

"Kami bergabung hari ini, mengadakan unjuk rasa selama tiga hari ini. Hari pertama ini kami mencoba melakukan lobi untuk beraudiensi, tapi ternyata hari ini pejabat berwenang di KPK semua tidak ada di tempat," ucap dia ketika dihubungi TribunJateng.com.

Mury menegaskan, berhubung audiensi secara langsung dengan pihak KPK belum bisa dilaksanakan hari ini, pihaknya akan menunggu.

"Audiensinya secara langsung dipending. Mungkin diadakan besok hari Kamis atau Jumat. Saya juga belum tahu, yang jelas kali ini untuk audiensi secara langsung kepada pejabat berwenang belum bisa dilakukan. Kami akan menunggu sampai Jumat," tutur dia.

Seandainya sampai Jumat audensi dengan pejabat berwenang di KPK tidak terwujud, Mury mengatakan bakal meminta keterangan secara tertulis tentang perkembangan penyidikan terkait dugaan kasus suap proyek Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan yang diduga melibatkan Bupati Sudewo saat masih menjabat sebagai anggota DPR RI.

Mury berharap KPK bisa bekerja cepat. Segera menetapkan Sudewo sebagai tersangka seandainya bukti-bukti yang tersedia memang sudah cukup.

"Kami mendorong KPK jangan sampai berjalan lambat seperti keong, seperti siput," tutur dia.

Pendamping Hukum GAP, Kristoni Duha, menjelaskan bahwa agenda pihaknya di Jakarta bukan hanya menanyakan ke KPK terkait kasus suap yang diduga melibatkan Sudewo.

Kunjungan ke ibu kota ini juga untuk mengupayakan pembebasan dua tokoh Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) yang ditahan polisi dan menjadi tersangka kasus pemblokiran Jalan Pantura.

Bahkan, pihaknya akan berupaya agar bisa bertemu Presiden Prabowo dan Tim Percepatan Reformasi Polri.

"Kami ingin bertemu dengan RI 1, yaitu Bapak Presiden Prabowo, untuk membicarakan terkait kasus yang dialami Supriyono alias Botok dan Teguh Istiyanto. Di mana menjadi tersangka. Selain itu kami juga akan bertemu dengan Tim Percepatan Reformasi Polri, meminta agar perkara yang menetapkan Supriyono dan Teguh sebagai tersangka direkomendasikan agar di-SP3 atau dihentikan," tandas Kristoni. (mzk)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved