Rabu, 20 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribunjateng Hari ini

Rumah Peni Ambles 1 Meter secara Perlahan, BPBD Blora Gandeng BBWS dan DPUPR Turun Beri Penanganan

Fenomena tanah ambles terjadi di Dukuh Sambiroto, Desa Buluroto, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora.

Tayang:
Penulis: Moh Anhar | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUN JATENG
TRIBUN JATENG/TRI SUSANTO 

TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Fenomena tanah ambles terjadi di Dukuh Sambiroto, Desa Buluroto, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora.

Beberapa rumah terdampak tanah ambles. Penurunan tanah mencapai sekira 80 cm. Bahkan sebagian rumah yang terdampak juga mengalami kerusakan imbas penurunan tanah itu.

Salah seorang warga, Peniwati (47), mengatakan, penurunan tanah terjadi sejak 6 bulan terakhir. Namun, paling parah terjadi sebulan terakhir. 

"Enggak terasa mas penurunan, tapi tiba-tiba ambles gitu. Kalau kita lihat, ini amblesnya sudah hampir semeter. Awalnya itu tanahnya turun 4 cm, terus turun-turun, hingga seperti ini," terangnya, saat ditemui di rumahnya, Senin (05/01/2025).

Rumah Peni berjarak 100 meter dari Sungai Lusi. Imbas penurunan tanah itu, rumah belakang atau bagian dapur mengalami rusak.

Fondasi mengalami hancur.

"Ini awalnya kan fondasi, karena hancur, ini saya tutupi terpal. Yang rusak ini dapur," tutur warga RT 4 RW 6, Dukuh Sambiroto, itu.

Peni berharap segera ada bantuan penanganan dari pemerintah.

TANAH AMBLES - Peninjauan tanah ambles di Dukuh Ngetrep, Desa Tutup, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, Senin (5/1/2026).
TANAH AMBLES - Peninjauan tanah ambles di Dukuh Ngetrep, Desa Tutup, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, Senin (5/1/2026). (TRIBUN JATENG/M Iqbal Shukri)

Sebab, selalu terjadi penurunan tanah. Hal itu membuat dirinya selalu was-was, khawatir jika penurunan tanah semakin parah.

"Kalau malam hari ya waswas, takut tiba-tiba tanah ambles," terangnya.

Menurutnya, fenomena tanah ambles belum pernah terjadi di tahun-tahun sebelumnya. 

Tindak lanjut
BPBD Kabupaten Blora menindaklanjuti fenomena tanah ambles di Dukuh Ngetrep, tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blora, Mulyowati, mengatakan, penanganan tanah ambles tersebut akan dilakukan bersama dengan Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana (BBWS Pemali Juana), dan DPUPR Blora, serta pemerintah desa setempat.

"Kami meninjau bersama BBWS Pemali Juana. Rencananya akan dilakukan pemotongan bambu-bambu di sekitar sini, untuk memudahkan pengukuran pembangunan yang dilaksanakan oleh BBWS," jelasnya.

Menurutnya, penanganan selanjutnya akan dilakukan pembangunan talud penahan longsoran. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved