Sabtu, 18 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Perang Iran vs Israel

Foto Jasad Ali Khamenei, Terluka Akibat Proyektil di Puing Bangunan yang Hancur

Jasad pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei ditemukan di bawah reruntuhan kompleksnya.

Penulis: Val | Editor: rival al manaf
cnn
Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei 

TRIBUNJATENG.COM - Jasad pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei ditemukan di bawah reruntuhan kompleksnya di Teheran setelah pengeboman pada Sabtu (28/2/2026).

Tubuh Khamenei ditemukan terluka akibat pecahan proyektil di antara puing-puing bangunan yang hancur.

Ia dilaporkan tewas dalam serangan besar-besaran yang dilancarkan Israel dan Amerika Serikat (AS) ke Iran.

Jenazahnya disebut ditemukan di bawah reruntuhan kompleksnya di Teheran setelah pengeboman pada Sabtu (28/2/2026) siang yang menghancurkan lokasi tersebut.

Baca juga: Detik-detik SD di Iran Diserang Israel, 51 Orang Tewas Saat Belajar

Baca juga: Ini Dampak Kematian Ali Khamenei Terhadap Posisi Indonesia di Dunia Internasional

Televisi pemerintah Iran mengonfirmasi kematiannya pada Minggu dini hari, beberapa jam setelah media Israel pertama kali melaporkan kabar tersebut dan Presiden Amerika Serikat mengumumkannya di media sosial. 

Foto jasad Khamenei bahkan disebut telah diperlihatkan kepada Presiden AS dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Serangan yang menewaskan Khamenei merupakan bagian dari operasi militer besar yang dinamai “Operation Epic Fury”.

Amerika Serikat dan Israel dilaporkan melancarkan sekitar 900 serangan dalam 12 jam ke berbagai target di Iran, termasuk pangkalan militer, fasilitas nuklir, sistem pertahanan udara, dan gedung pemerintahan.

Kompleks tempat Khamenei berada menjadi salah satu sasaran utama dalam serangan pembuka yang disebut sebagai awal dari rangkaian serangan yang diperkirakan berlangsung beberapa hari.

Presiden AS Donald Trump mengumumkan kematian tersebut melalui Truth Social.

“Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, sudah mati,” tulisnya.

Ia menambahkan, “Ini adalah kesempatan terbesar bagi rakyat Iran untuk merebut kembali negara mereka.”

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menyebut operasi tersebut sebagai “operasi udara paling mematikan, paling kompleks, dan paling presisi dalam sejarah.”

Ia juga memperingatkan, “Amerika Serikat tidak memulai konflik ini, tetapi kami akan mengakhirinya.

Jika Anda membunuh atau mengancam warga Amerika di mana pun di dunia — seperti yang telah dilakukan Iran — maka kami akan memburu Anda, dan kami akan membunuh Anda.”

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved