Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Pak Lurah dan Bu Lurah Kepergok Selingkuh, Babak Belur Dihajar Warga

Insiden penganiayaan terhadap dua oknum lurah di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi sorotan publik setelah foto korban

Penulis: Lyz | Editor: muh radlis
via bolmora.com
Ilustrasi 

Ringkasan Berita:
  • Dua oknum lurah di Kota Kupang dianiaya warga diduga akibat isu perselingkuhan.
  • Korban mengalami luka-luka dan telah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.
  • Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi dan pelaku.

 

TRIBUNJATENG.COM - Insiden penganiayaan terhadap dua oknum lurah di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi sorotan publik setelah foto korban beredar luas di media sosial.

Peristiwa tersebut terjadi di Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo, pada Jumat (3/4/2026).

Kedua korban berinisial RZT (57) dan LA (43) dilaporkan mengalami luka-luka setelah diduga dianiaya oleh sejumlah warga.

Kasus ini diduga dipicu oleh isu perselingkuhan yang melibatkan kedua korban.

Informasi yang beredar menyebutkan, RZT yang merupakan lurah di Kecamatan Kota Lama dan telah berkeluarga, ditemukan berada di rumah LA yang menjabat sebagai pelaksana tugas lurah di Kecamatan Kota Raja.

Situasi tersebut memicu reaksi dari pihak keluarga LA.

Dugaan penggerebekan yang dilakukan keluarga kemudian berujung pada aksi kekerasan terhadap keduanya.

Baca juga: Ini Kasus yang Menyeret Nama Muhammad Suryo Bos Rokok HS Magelang, Mangkir Panggilan KPK

Aparat dari Polda NTT yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian untuk mengamankan situasi dan mengevakuasi korban.

Kedua lurah tersebut selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kupang guna mendapatkan penanganan medis.

Kepala Bidang Humas Polda NTT, Komisaris Besar Polisi Hendry Novika Chandra, membenarkan adanya peristiwa tersebut dan menyatakan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung.

“Benar, anggota sedang melakukan pengumpulan bahan dan keterangan.

Kasusnya masih dalam penyelidikan,” ujar Hendry saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (4/4/2026).

Diketahui, saat kejadian, suami LA tidak berada di rumah karena sedang sakit.

Kondisi ini memicu kecurigaan keluarga hingga akhirnya terjadi penggerebekan.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi mengenai adanya laporan polisi dari kedua korban terkait dugaan penganiayaan tersebut.

Pihak kepolisian masih mendalami kronologi lengkap serta pihak-pihak yang terlibat dalam insiden tersebut.

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved