Berita Regional
Sosok Antoni, Pecatan ASN Jadi Dalang Pemalsuan SK hingga Raup Rp1,5 Miliar Demi Judi Online
Kedok Antoni (46), sosok mantan ASN Pemkab Gresik yang dipecat tidak hormat ternyata dalang dibalik SK palsu.
Penulis: Raf | Editor: raka f pujangga
Ringkasan Berita:
- Tersangka Antoni ditangkap di Kalimantan Tengah setelah menipu 14 orang dengan modus janji kelulusan ASN menggunakan SK palsu buatan sendiri.
- Motivasi kejahatan terungkap karena tersangka terlilit utang besar dan kecanduan judi online pasca dipecat secara tidak hormat dari instansi pemerintah.
- Akibat perbuatannya yang merugikan korban hingga ratusan juta rupiah per orang, sosok ini kini terancam hukuman maksimal delapan tahun penjara.
TRIBUNJATENG.COM, GRESIK - Kedok Antoni (46), sosok mantan ASN Pemkab Gresik yang dipecat tidak hormat, akhirnya terbongkar setelah pelariannya berakhir di tangan polisi di Kalimantan Tengah.
Warga Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Gresik, Jawa Timur itu nekat memalsukan SK pengangkatan pegawai demi mengeruk uang hingga Rp1,5 miliar dari belasan korban, yang ironisnya digunakan untuk melunasi utang lama dan memuaskan kecanduan judi online.
Setelah sempat melarikan diri hingga ke luar pulau, Antoni diringkus polisi di Kalimantan Tengah pada Minggu (26/4/2026).
Baca juga: Kisah Pilu Anak Anggota Satpol PP Putus Sekolah Karena SK Digadaikan Atasan, Gaji Terkuras Utang
Penangkapan ini mengungkap fakta mengejutkan terdapat sedikitnya 14 warga yang menjadi korban penipuan jalur belakang dengan iming-iming status pegawai pemerintah.
Tersangka tidak memiliki penghasilan tetap pasca dipecat dengan tidak hormat saat menjadi ASN Pemkab Gresik, dikarenakan tidak pernah masuk kantor dan terlilit utang.
Modus Gunakan SK ASN Palsu
Tersangka menggunakan laptop untuk membuat SK ASN palsu.
Kemudian menggunakan dua buah handphone, satu berpura-pura dari pihak BKPSDM Pemkab Gresik agar korbannya percaya dalam kasus ini.
"Tersangka punya hutang sering digunakan bermain judi, tersangka kalah terus judi uangnya tersedot," ujar Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution.
Para korban ini jumlahnya, saat ini mencapai 14 orang, ada yang menyetor Rp 70 juta, hingga paling banyak Rp 350 juta.
Jumlah uang yang didapat dari hasil tipu-tipu ini, Antoni mengantongi Rp 1,5 miliar.
Uang sebanyak itu ada yang dikirim korban melalui transfer ke rekening istri Antoni, ada pula yang tunai.
"Saat ini dinikmati sendiri ada infomasi yang bersangkutan untuk judi, juga digunakan membayar hutang-hutang di masa lalu, saat jadi ASN Pemkab Gresik sempat terlilit hutang yang bersangkutan tidak masuk kantor dipecat dengan tidak hormat," ungkapnya.
| Cahyaningrum Dewojati Dosen UGM Jadi Penasihat Daycare Little Aresha, Kampus Beri Klarifikasi |
|
|---|
| Gaya Lansia Tipu Penjual Telur hingga 250 Kg, Ngaku TNI Berpangkat Kapten, Pakai Atribut Lengkap |
|
|---|
| "Assalamualaikum I Am Muslim Don't Shot" Detik-detik Kapten Asal Indonesia Ditembak Perompak Somalia |
|
|---|
| Pulang Selalu Bengong Wajah Datar, Kisah Balita yang Dibekap dan Diikat di Day Care Little Aresha |
|
|---|
| Sopir Angkot Dibakar Teman, Berawal Adu Mulut karena Antrean Diserobot di Pangkalan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260427_Tampang-Antoni-pelaku-penipuan-SK-ASN-palsu_1.jpg)