Rabu, 15 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Astra Motor Jateng

Strategi Berkendara Aman Saat Tubuh Berpuasa

Risiko nyata yang mengintai di aspal jika kita tidak memahami cara kerja tubuh saat berpuasa di atas jok motor

Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
IST
Di balik niat suci menjalankan ibadah, ada risiko nyata yang mengintai di aspal jika kita tidak memahami cara kerja tubuh saat berpuasa di atas jok motor 

TRIBUNJATENG.COM – Memasuki Ramadan, ritme jalanan mengalami perubahan drastis di wilayah Jawa Tengah.

Mulai dari hiruk pikuk hingga padatnya kondisi.

Perubahan pola makan, jam tidur, serta kondisi fisik yang menahan lapar dan dahaga memberikan tantangan tersendiri bagi para pengendara sepeda motor.

Di balik niat suci menjalankan ibadah, ada risiko nyata yang mengintai di aspal jika tidak memahami cara kerja tubuh saat berpuasa di atas jok motor.

Senior Instruktur Safety Riding Astra Motor Jateng Oke Desiyanto menjelaskan dengan analogi "Low Power Mode" pada hape, tentu kita pernah memperhatikan smartphone yang baterainya tinggal 15 persen bukan?

Perangkat tersebut biasanya otomatis masuk ke "Low Power Mode."

Layarnya meredup, koneksi internet melambat, dan respons aplikasinya tidak segesit biasanya.

Saat berpuasa, tubuh manusia berada dalam kondisi serupa.

Secara fisik kita mungkin merasa mampu, namun secara biologis, kadar gula darah yang menurun membuat otak bekerja lebih lambat dalam memproses informasi.

Jika di jalur lingkar Demak atau Pati ada kendaraan yang mengerem mendadak, waktu reaksi kita yang biasanya 0,5 detik bisa membengkak menjadi 1 detik atau lebih.

Dalam kecepatan tinggi, selisih setengah detik itu adalah penentu antara selamat atau celaka.

Bagi warga Jawa Tengah, ada dua waktu paling kritis yang harus diwaspadai:

  1. Sore Hari (Waktu Ngabuburit): Ini adalah waktu paling berbahaya. Perut berada di titik paling kosong, konsentrasi di titik terendah, sementara volume kendaraan meningkat karena semua orang ingin cepat sampai rumah untuk berbuka. Fenomena “kesusu” (terburu-buru) sering membuat pengendara mengabaikan lampu merah atau marka jalan. Ditambah peningkatan tajam penjual takjil maupun makanan yang memiliki potensi meramaikan dan memadati jalan – jalan pulang menuju rumah
  2. Pagi Hari (Pasca Sahur): Rasa kantuk akibat perubahan jam tidur sering kali memicu micro-sleep (tertidur sekejap tanpa sadar). Di jalur lurus seperti arah Rembang atau Blora, micro-sleep selama 3 detik saat melaju 50 km/jam sama saja dengan membiarkan motor berjalan tanpa kendali sejauh hampir 41,67 meter. Jika panjang mobil Toyota Avanza dibulatkan menjadi 4,4 meter, maka bayangkan ada 9 setengah mobil Avanza yang parkir beriringan, itulah jarak yang ditempuh berkendara dalam kondisi microsleep selama waktu 3 detik! Sangat berbahaya

Agar tetap aman selama menunaikan ibadah, pertama pahami kapasitas diri sendiri.

Jika mata mulai terasa berat atau fokus sering terpecah, jangan ragu untuk menepi di masjid atau rest area terdekat.

Istirahat 10-15 menit jauh lebih berharga daripada memaksakan diri.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved