Selasa, 2 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Astra Honda Motor

Bengkel Sekolah di Duri Jadi “Pintu Keluar” Siswa SMK Menuju Dunia Kerja

SMK Negeri 3 Mandau kini menjadi sekolah pertama di Provinsi Riau yang mengoperasikan Pos AHASS Teaching Factory (TEFA)

Tayang:
Penulis: budi susanto | Editor: muslimah
TRIBUN JATENG/AHM
PRAKTIK - Siswa SMK Negeri 3 Mandau melakukan servis sepeda motor Honda di Pos AHASS Teaching Factory (TEFA) Kota Duri, Bengkalis, Riau, beberapa waktu lalu. Fasilitas bengkel berbasis industri ini menjadi sarana praktik langsung bagi pelajar vokasi untuk merasakan suasana kerja bengkel resmi sekaligus meningkatkan keterampilan sebelum terjun ke dunia kerja otomotif. 

Bengkel Sekolah di Duri Jadi “Pintu Keluar” Siswa SMK Menuju Dunia Kerja

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Di banyak daerah, lulusan SMK masih menghadapi masalah klasik yaitu keterampilan yang dipelajari di sekolah sering kali berbeda dengan kebutuhan industri nyata. 

Namun di Kota Duri, Bengkalis, sebuah bengkel sekolah justru mulai menjadi jalan pintas bagi siswa untuk mengenal ritme kerja sesungguhnya bahkan sebelum mereka lulus.

SMK Negeri 3 Mandau kini menjadi sekolah pertama di Provinsi Riau yang mengoperasikan Pos AHASS Teaching Factory (TEFA), sebuah fasilitas servis resmi Honda yang dijalankan langsung di lingkungan sekolah. 

Bukan sekadar laboratorium praktik biasa, tempat ini dibuat menyerupai bengkel resmi sungguhan lengkap dengan standar layanan industri, mekanik bersertifikasi, hingga konsumen umum yang datang servis setiap hari.

Keberadaan Pos AHASS TEFA menjadi menarik karena lokasinya berada di kawasan rural yang selama ini tidak memiliki akses seluas kota besar terhadap pendidikan vokasi berbasis industri otomotif. 

Baca juga: Ramadhipa Pebalap Muda Binaan Astra Honda Siap Taklukan Sirkuit Barcelona

Para siswa di Duri kini bisa merasakan atmosfer kerja bengkel profesional tanpa harus meninggalkan daerahnya.

Muhammad Faried Hidayat, siswa kelas XI Teknik Sepeda Motor, mengaku pengalaman belajar di Pos AHASS TEFA berbeda jauh dibanding praktik konvensional di sekolah. 

Menurutnya, mereka tidak hanya belajar membongkar mesin, tetapi juga menghadapi tekanan pelayanan konsumen dan ritme kerja bengkel yang sebenarnya.

“Di sini kami belajar bagaimana bekerja cepat, teliti, dan tetap harus bisa memberikan pelayanan yang baik ke konsumen,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Tribun Jateng, Jumat (22/5/2026).

Menariknya, bengkel sekolah ini bukan hanya untuk simulasi. Konsumen Honda di wilayah Duri dan sekitarnya benar-benar bisa melakukan servis rutin di lokasi tersebut, mulai dari ganti oli, perawatan berkala, hingga pembelian suku cadang asli Honda Genuine Parts (HGP).

Dengan tiga pit kerja, Pos AHASS TEFA mampu menangani sekitar 12 unit motor per hari. 

Seluruh pengerjaan dilakukan oleh siswa yang telah lulus Uji Kompetensi Keahlian Astra Honda, namun tetap berada dalam pengawasan teknisi AHASS profesional dari Capella Service Center Duri.

Model seperti ini dinilai mulai menjawab tantangan besar pendidikan vokasi di Indonesia, yakni kesenjangan antara dunia sekolah dan dunia industri. 

Banyak lulusan SMK sebenarnya memiliki pengetahuan dasar yang baik, tetapi belum terbiasa menghadapi standar kerja nyata, target waktu servis, hingga interaksi langsung dengan pelanggan.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved