Jumat, 5 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribunjateng Hari ini

Rohayatun Ingin Masa Depan Anaknya Bisa Lebih Baik lewat SR

Rohayatun tidak masalah anaknya berpindah di SR, karena berharap bisa mendapatkan masa depan yang lebih baik.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: Vito
TRIBUNJATENG/Tito Isna Utama
KUNJUNGAN - Bupati Jepara, Witiarso Utomo saat berkunjung di satu di antara siswa Sekolah Rakyat Rintisan Kabupaten Jepara. 

TRIBUNJATENG.COM. JEPARA - Satu di antara orangtua calon siswa Sekolah Rakyat (SR) di Jepara, Rohayatun (50) dan Pitono (56), warga Desa Bawu Lor RT 15 RW 03, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara, merasa senang anaknya terpilih jadi siswa SR.

Hal itu terungkap saat kunjungan Bupati Jepara Witarso Utomo, Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar ke rumah calon siswa SR itu, dalam mempersiapkan pelaksaaan program pemerintah itu, pekan lalu. 

Rohayatun yang keseharian hanya berjualan di angkringan dekat rumah dan suami yang bekerja sebagai tukang kayu harian itupun tak pernah menyangka rumahnya didatangi langsung Bupati Jepara.

"Kalau saya senang, kayak tidak mengira sampai bapak bupati datang langsung ke rumah saya sekiranya pukul 14.00," kata Rohayatun, kepada Tribunjateng, Minggu (7/9).

Saat itu, menurut dia, Mas Wiwit, sapaan Bupati Jepara, beserta jajarannya datang ke rumahnya yang sederhana untuk berbincang dengan beralasakan tikar, bersama Zakia Hafifah Artanti (8), putri terakhirnya dari empat bersaudara yang akan bersekolah di SR Rintisan.

Awalnya, Rohayatun mendapat kabar anaknya terpilih menjadi siswa SR ketika ditelepon petinggi desa, dan sempat di berikan pertanyaan.

"Saya kan penerima PKH, awalnya tidak tahu, tiba-tiba di telpon petinggi. Ditanya apakah mau anak saya disekolahkan pemerintah? Saya jawab mau," ujarnya.

Ia pun tidak mempermasalahakan anaknya yang saat ini sudah bersekolah di SDN Bawu 4 kelas 3 itu harus berpindah di SR. Ia pun berharap bisa mendapatkan masa depan yang lebih baik dengan bersekolah di SR.

"Nanti sekolah bisa lanjut ke SMP dan SMA hingga seterus. Katanya nanti kalau anaknya semangat sampai kuliah dan kerja di pilihkan pemerintah yang pasnya," tutupnya.

Adapun, Pemkab Jepara terus mempersiapkan pelaksanaan SR rintisan, dengan melakukan pengecekan secara langsung dan mendatangi rumah-rumah calon siswa.

Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsospermades) Kabupaten Jepara, Edy Marwoto mengatakan kunjungan itu antara lain telah dilaksanakan pada Rabu (3/9) kemarin. 

Kunjungan dibagi menjadi tiga rombongan yang dipimpin Bupati Jepara Witarso Utomo, Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar, dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jepara Ary Bachtiar. 

"Kemarin kami sudah melakukan kunjungan ke rumah masing-masing calon siswa SR sesuai arahan dari Kemensos," katanya, kepada Tribunjateng, Jumat (5/9).

Menurut dia, calon siswa SR di Kabupaten Jepara sebanyak 75 siswa yang berasal dari 14 kecamatan. "Dari kunjungan kemarin tinggal satu kecamatan yang belum, yaitu Kecamatan Pakis Aji. Rencananya minggu depan," ujarnya.

Dari kunjungan kemarin, Edy menuturkan, hasilnya seluruh calon siswa sudah siap untuk bersekolah di SR. Antusias tersebut tidak hanya dari para calon siswa tetapi juga orangtua calon siswa. 

"Orang tua membolehkan (sekolah di SR-Red), yang penting bisa dijenguk, dan berharap SR segera dibuka dan semua pengeluaran untuk sekolah bisa ditanggung negara," tuturnya. 

"Seperti seragam, perlengkapan sekolah, termasuk uang saku. Karena ada orangtua yang kesusahan memberikan uang saku dengan penghasilannya yang minim dan banyak yang single parent," sambungnya 

Dari calon siswa SR yang dikunjungi  terdapat satu anak yang putus sekolah. Ia seharusnya saat ini duduk di bangku kelas 4 SD. Namun karena menjadi korban perundungan, anak tersebut tidak melanjutkan sekolah dan berhenti di kelas 3 SD. 

"75 siswa rata-rata masih sekolah, ada yang putus sekolah satu, dari Kecamatan Batealit. Harusnya sekarang kelas 4, karena perundungan akhirnya keluar," tuturnya.

Adapun, Kepala Sekolah Rakyat di Kabupaten Jepara, Asri Linda Listyaningrum menyatakan, sebanyak 75 calon siswa SR di Jepara berada di rentang usia 6-11 tahun. Nantinya, para siswa akan dibagi ke dalam tiga rombongan kelas (rombel). 

"Tiga rombel nanti akan kami petakan sesuai umurnya di sekolah asal mereka kelas berapa. Usia 6-8 tahun nanti masuk grup kelas A, 9 tahun kelas B, dan usia atasnya lagi kelas C," bebernya.

Saat sudah beroperasi, ia menyebut, seusai dengan Standar Operasional Pelayanan (SOP), siswa SR nantinya tetap diberikan waktu untuk libur dan pulang ke rumah masing-masing untuk bertemu dengan keluarga. 

"Orangtua juga diperbolehkan menjenguk, ada waktunya sendiri, 2 minggu sekali boleh dijenguk," jelasnya. (ito)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved