Selasa, 28 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Natal 2025

Ramah Lingkungan, GITJ Juwana Pati Sulap Ribuan Botol Bekas Jadi Pohon Natal Raksasa

Dengan semangat konservasi, Gereja Injili di Tanah Jawa (GITJ) Juwana, Pati, membuat pohon Natal dari ribuan botol plastik bekas.

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: rival al manaf
TRIBUN JATENG/TribunJateng.com/Mazka Hauzan Naufal 
RAMAH LINGKUNGAN - Keindahan pohon Natal kreasi GITJ Juwana, Pati. Pohon Natal ini terbuat dari 1.755 buah botol plastik bekas. 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Dengan semangat konservasi, Gereja Injili di Tanah Jawa (GITJ) Juwana, Pati, membuat pohon Natal dari ribuan botol plastik bekas.

Berdiri kokoh di halaman gereja, pohon Natal setinggi kurang lebih 8 meter ini menjadi pusat perhatian. 

Saat malam tiba, tumpukan botol bekas tersebut memancarkan cahaya warna-warni dari lampu hias yang dipasang di dalamnya, menjadikannya spot foto menarik.

Pendeta GITJ Juwana, Ponco Hadi Prasetyo, menjelaskan bahwa pohon Natal ini tersusun dari 1.755 botol air mineral bekas. 

Baca juga: Ada Ribuan Lowongan Kerja di 2026, Pabrik Rokok HS Berencana Bangun 3 Pabrik Baru

Baca juga: 28.142 Wisman Gunakan Kereta Api dari Semarang, KAI Catat Kenaikan 17 Persen

Botol-botol tersebut dikumpulkan oleh jemaat dari rumah mereka masing-masing.

"Botol ini kami kumpulkan dari jemaat melalui anak-anak muda. Anak-anak muda yang kreatif ini potensinya kami kembangkan untuk melayani," ujar Ponco saat ditemui di lokasi, Sabtu (13/12/2025).

Proses pengerjaannya memakan waktu sekitar dua pekan. Para pemuda gereja bahu-membahu mulai dari memilah, melubangi, merangkai, hingga mendirikan kerangka besi.

Pemilihan botol bekas bukan tanpa alasan. Menurut Ponco, gereja ingin turut andil dalam menjaga kelestarian bumi.

"Ini sebagai bentuk bagaimana kami selaku gereja ikut membantu pemerintah dalam menangani masalah ekologis, khususnya limbah lingkungan," tegas dia.

Selain pesan ekologis, desain pohon Natal ini juga sarat makna filosofis. Bentuknya yang melingkar dimaknai sebagai simbol persatuan jemaat yang saling bergandengan tangan. Sementara, hiasan bintang di puncaknya melambangkan harapan agar keberadaan gereja dapat menjadi terang bagi lingkungan sekitar.

Kristian Mujiyono, salah satu jemaat GITJ Juwana, mengaku bangga dengan kreativitas yang ditunjukkan oleh para pemuda. 

Ia menuturkan bahwa pembuatan pohon Natal unik ini sudah menjadi tradisi tahunan sejak 2023.

"Dulu yang pertama kami buat dari bambu, kemudian tahun kemarin dari benang, dan sekarang dimodifikasi menggunakan limbah botol bekas," ungkap Kristian.

Ia menambahkan, limbah yang biasanya hanya berakhir menjadi sampah, kini berhasil diubah menjadi ornamen yang memiliki nilai seni dan keindahan.

Melalui pohon Natal hasil daur ulang limbah plastik ini, jemaat GITJ Juwana berharap sukacita Natal tahun ini dapat dirasakan oleh semua orang, sembari tetap merawat kerukunan dan menjaga kelestarian lingkungan. (mzk)

 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved