Senin, 27 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

kominfo kota pekalongan

Dewan Tetap Jalan, DPRD Pekalongan Siapkan Rapat Darurat Pasca Kebakaran

Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekalongan yang ludes terbakar akibat aksi anarkis pada Sabtu (30/8/2025) lalu.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: raka f pujangga
Dok Kominfo Kota Pekalongan
GEDUNG PEMKOT PEKALONGAN - Kondisi gedung Pemkot Pekalongan yang dibakar massa pada Sabtu (30/8/2025). Ketua DPRD Kota Pekalongan, M Azmi Basyir, menegaskan seluruh aktivitas legislatif tetap berjalan meski fasilitas utama kini sudah tidak bisa digunakan. 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekalongan yang ludes terbakar akibat aksi anarkis pada Sabtu (30/8/2025) lalu tidak menghentikan langkah para wakil rakyat.

Ketua DPRD Kota Pekalongan, M Azmi Basyir, menegaskan seluruh aktivitas legislatif tetap berjalan meski fasilitas utama kini sudah tidak bisa digunakan.

"Kami tidak boleh berhenti. Musibah ini memang mengubah pola kerja, tetapi tidak boleh menghalangi amanah rakyat," ujar Azmi, Kamis (4/9/2025).

Baca juga: Penemuan Kerangka di Kajen Pekalongan, Identitas Masih Misteri, Ada Bagian Tubuh yang Hilang

Untuk sementara, DPRD menyiapkan sejumlah skenario darurat. Alih-alih menyewa hotel atau fasilitas komersial lain, dewan akan memanfaatkan gedung Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atau bahkan mendirikan tenda di sekitar area DPRD.

"Kami sudah koordinasi dengan Sekda. Kalau diperlukan, kita bisa dirikan tenda di halaman," tambahnya.

Azmi menegaskan, pola kerja DPRD kini lebih fleksibel. Legislator yang biasanya menerima kedatangan OPD di gedung dewan, kini siap mendatangi langsung kantor dinas maupun masyarakat.

"Intinya komunikasi politik tidak boleh terputus. Semua kegiatan harus tetap berjalan meski fasilitas terbatas," tegasnya.

Meski begitu, rapat paripurna belum bisa digelar dalam waktu dekat. Namun, jika ada agenda mendesak seperti pembahasan APBD 2026, DPRD akan mencari ruang alternatif yang representatif.

Azmi juga menekankan, pentingnya penyelamatan dokumen penting.

Baca juga: Piagam Wajib Pajak Jadi Langkah Awal KPP Pratama Pekalongan Tingkatkan Kesadaran Masyarakat

"Yang lebih krusial dari paripurna adalah bagaimana dokumen-dokumen aspirasi masyarakat bisa kita selamatkan," jelasnya.

Ia memastikan, DPRD Kota Pekalongan akan tetap menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, serta penyerapan aspirasi masyarakat.

"Kami tidak ingin ada agenda penting yang terbengkalai. Fokus utama saat ini adalah memastikan roda pemerintahan tetap normal dan anggaran dapat digunakan optimal untuk recovery," pungkas Azmi. (Dro)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved