kominfo kota pekalongan
Museum Batik Pekalongan, Dibanjiri Wisatawan Selama Libur Nataru
Museum Batik Pekalongan mengalami lonjakan kunjungan wisatawan selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Museum Batik Pekalongan mengalami lonjakan kunjungan wisatawan selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.
Tercatat, sekitar 1.080 pengunjung memadati museum tersebut, meningkat signifikan dibandingkan periode libur akhir tahun sebelumnya yang hanya mencapai sekitar 840 kunjungan.
Baca juga: Saat Museum Batik Pekalongan Jadi Panggung Tari Kreasi, 16 Kelompok Pemuda Berlomba
Kepala Museum Batik Pekalongan, Nurhayati Sinaga, mengatakan lonjakan tersebut terlihat dari rata-rata kunjungan harian yang mencapai sekitar 200 orang per hari.
Peningkatan ini menunjukkan museum semakin diminati sebagai destinasi wisata edukatif oleh masyarakat.
"Jika dibandingkan dengan tahun lalu, kunjungan pada libur akhir tahun 2025 mengalami kenaikan yang cukup baik. Rata-rata harian bisa mencapai 200 pengunjung," ujarnya, Senin (5/1/2026).
Menurutnya, sebagian besar pengunjung berasal dari luar Kota Pekalongan, seperti Jakarta, Semarang, Bekasi, serta sejumlah daerah lainnya.
Pengunjung didominasi oleh keluarga, dan kalangan anak muda yang memanfaatkan libur panjang untuk berwisata sambil mengenal lebih dekat sejarah dan perkembangan batik.
Selain koleksi batik, pengelola museum juga menghadirkan pameran karya penyandang disabilitas yang digelar sejak 9 Desember 2025 di Ruang Pamer 1.
Pameran tersebut, menjadi salah satu daya tarik utama bagi wisatawan selama libur Nataru.
"Melalui pameran ini, kami ingin menyampaikan pesan bahwa keterbatasan bukanlah halangan."
Baca juga: Melihat Ribuan Koleksi Jenis Baik di Museum Batik Danar Hadi
"Setiap karya memiliki nilai dan keunikan yang dapat dikembangkan," tandas Nurhayati.
Pameran tersebut diharapkan, dapat menumbuhkan rasa percaya diri bagi penyandang disabilitas sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya inklusivitas di ruang budaya dan museum.
"Dengan meningkatnya jumlah pengunjung, kami berharap Museum Batik Pekalongan dapat terus berperan sebagai ruang pembelajaran dan apresiasi budaya, serta menjadi pilihan utama wisata edukatif bagi masyarakat, khususnya saat musim liburan," tambahnya. (Dro)
| Bappenas Kaji Opsi Bendung Gerak dan Kolam Retensi untuk Bremi-Meduri Pekalongan |
|
|---|
| Jalan Rusak Belum Beres, Pemkot Pekalongan Gaspol Bangun Kantor Baru |
|
|---|
| Joko Purnomo: Kepedulian Gereja Santo Petrus Jadi Semangat bagi Petugas Kebersihan |
|
|---|
| Pelat Jembatan Setono Pekalongan Ambles, DPUPR Lakukan Perbaikan Cepat |
|
|---|
| Cegah Campak, Dinkes Kota Pekalongan Ajak Orang Tua Lengkapi Imunisasi MR Anak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260105_Pengunjung-Museum-Batik-Pekalongan_1.jpg)