Kamis, 7 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

kominfo kota pekalongan

Museum Batik Pekalongan, Dibanjiri Wisatawan Selama Libur Nataru

Museum Batik Pekalongan mengalami lonjakan kunjungan wisatawan selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.

Tayang:
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: raka f pujangga
IST/Museum Batik Pekalongan
MUSEUM BATIK - Pengunjung Museum Batik Pekalongan saat melihat pameran batik di museum Batik Pekalongan. Kepala Museum Batik Pekalongan, Nurhayati Sinaga mencatat sekitar 1.080 pengunjung memadati museum tersebut, meningkat signifikan dibandingkan periode libur akhir tahun sebelumnya yang hanya mencapai sekitar 840 kunjungan. 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Museum Batik Pekalongan mengalami lonjakan kunjungan wisatawan selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.

Tercatat, sekitar 1.080 pengunjung memadati museum tersebut, meningkat signifikan dibandingkan periode libur akhir tahun sebelumnya yang hanya mencapai sekitar 840 kunjungan.

Baca juga: Saat Museum Batik Pekalongan Jadi Panggung Tari Kreasi, 16 Kelompok Pemuda Berlomba

Kepala Museum Batik Pekalongan, Nurhayati Sinaga, mengatakan lonjakan tersebut terlihat dari rata-rata kunjungan harian yang mencapai sekitar 200 orang per hari.

Peningkatan ini menunjukkan museum semakin diminati sebagai destinasi wisata edukatif oleh masyarakat.

"Jika dibandingkan dengan tahun lalu, kunjungan pada libur akhir tahun 2025 mengalami kenaikan yang cukup baik. Rata-rata harian bisa mencapai 200 pengunjung," ujarnya, Senin (5/1/2026).

Menurutnya, sebagian besar pengunjung berasal dari luar Kota Pekalongan, seperti Jakarta, Semarang, Bekasi, serta sejumlah daerah lainnya.

Pengunjung didominasi oleh keluarga, dan kalangan anak muda yang memanfaatkan libur panjang untuk berwisata sambil mengenal lebih dekat sejarah dan perkembangan batik.

Selain koleksi batik, pengelola museum juga menghadirkan pameran karya penyandang disabilitas yang digelar sejak 9 Desember 2025 di Ruang Pamer 1. 

Pameran tersebut, menjadi salah satu daya tarik utama bagi wisatawan selama libur Nataru.

"Melalui pameran ini, kami ingin menyampaikan pesan bahwa keterbatasan bukanlah halangan."

Baca juga: Melihat Ribuan Koleksi Jenis Baik di Museum Batik Danar Hadi 

"Setiap karya memiliki nilai dan keunikan yang dapat dikembangkan," tandas Nurhayati.

Pameran tersebut diharapkan, dapat menumbuhkan rasa percaya diri bagi penyandang disabilitas sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya inklusivitas di ruang budaya dan museum.

"Dengan meningkatnya jumlah pengunjung, kami berharap Museum Batik Pekalongan dapat terus berperan sebagai ruang pembelajaran dan apresiasi budaya, serta menjadi pilihan utama wisata edukatif bagi masyarakat, khususnya saat musim liburan," tambahnya. (Dro)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved