Minggu, 10 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Pekalongan

Kejar Sanitasi Layak, Pemkot Pekalongan Intensifkan Program Jambanisasi

Pemkot Pekalongan terus mengintensifkan program jambanisasi sebagai upaya mempercepat pemenuhan akses sanitasi layak bagi masyarakat.

Tayang:
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: deni setiawan
Istimewa/PEMKOT PEKALONGAN
MONITORING - Tim Dinkes Kota Pekalongan monitoring program jambanisasi di Kelurahan Degayu, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, Rabu (14/1/2026). Pendampingan, verifikasi, hingga monitoring akan terus dilakukan secara berkelanjutan agar pembangunan jamban sehat tepat sasaran dan sesuai standar teknis. 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Pemkot Pekalongan terus mengintensifkan program jambanisasi sebagai upaya mempercepat pemenuhan akses sanitasi layak bagi masyarakat.

Melalui Dinkes, petugas memberikan pendampingan, verifikasi, serta monitoring secara berkelanjutan agar pembangunan jamban sehat tepat sasaran dan sesuai standar teknis.

Sanitarian Muda Dinkes Kota Pekalongan, Maysaroh menjelaskan, pihaknya berperan aktif dalam mengawal pelaksanaan program di lapangan.

Sementara itu, pembangunan fisik jamban dilaksanakan oleh dinas teknis sesuai kewenangannya masing-masing.

Baca juga: Kandang Panjang dan Degayu Disiapkan Jadi Ikon Ekowisata Baru Pekalongan

Inggit Soraya : Rakor Perdana Momentum Evaluasi dan Penguatan Program PAUD di Kota Pekalongan

Berdasarkan data DPUPR Kota Pekalongan, pembangunan jamban yang bersumber dari APBD tercatat ada 72 unit yang berlokasi di Kelurahan Bugisan.

Selain itu, terdapat 13 jamban dari pokok-pokok pikiran (pokir), 10 dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Pemerintah Pusat, 10 dari Baznas Kota Pekalongan, serta 25 dari Baznas Provinsi Jawa Tengah.

"Saat ini monitoring, kami fokuskan pada bantuan jambanisasi yang bersumber dari Baznas, baik kota maupun provinsi," kata Maysaroh, Rabu (14/1/2026).

Dia menuturkan, sasaran penerima bantuan jambanisasi dari Baznas Kota dan Baznas Provinsi berasal dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Meski demikian, Dinkes tetap melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan calon penerima manfaat masih memenuhi kriteria seperti kepemilikan lahan serta kebutuhan terhadap fasilitas jamban.

"Datanya memang dari DTKS, tetapi kami tetap turun ke lapangan untuk memastikan warga tersebut benar-benar masih membutuhkan bantuan jamban," jelasnya.

Hasil monitoring menunjukkan bahwa bantuan jambanisasi dari Baznas Kota Pekalongan di Kecamatan Pasir Kraton Kramat telah terealisasi sepenuhnya.

Sementara itu, bantuan dari Baznas Jawa Tengah masih dalam tahap pelaksanaan karena pencairan anggaran yang baru dilakukan, sehingga pembangunan jamban dikerjakan secara bertahap.

Baca juga: Bank Sampah Induk Kota Pekalongan Catat Tren Positif, Jumlah Nasabah Terus Bertambah

Perkuat UHC, Pemkot Pekalongan Gandeng RS Karomah Holistik

"Kami memastikan, seluruh proses pembangunan terus dipantau agar sesuai ketentuan teknis dan tepat sasaran."

"Untuk bantuan dari Baznas provinsi, batas waktu penyelesaian pembangunan ditargetkan hingga akhir Februari 2026," imbuhnya. 

Sejumlah wilayah seperti Kelurahan Degayu telah menyelesaikan pembangunan jamban, sedangkan wilayah lainnya masih dalam proses pengerjaan.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved