Berita Pekalongan
80 Persen Jalan Kota Pekalongan Rusak, DPUPR Prioritaskan Titik Terparah
Sekira 80 persen ruas jalan di Kota Pekalongan dilaporkan mengalami kerusakan dengan tingkat bervariasi, mulai dari ringan hingga berat.
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Sekira 80 persen ruas jalan di Kota Pekalongan dilaporkan mengalami kerusakan dengan tingkat bervariasi, mulai dari ringan hingga berat.
Kondisi ini membuat DPUPR harus memprioritaskan penanganan pada titik-titik kerusakan paling parah yang berisiko terhadap keselamatan pengguna jalan.
Kepala DPUPR Kota Pekalongan, Khaerudin mengatakan, kerusakan jalan dipengaruhi sejumlah faktor, di antaranya cuaca ekstrem, usia infrastruktur, serta tingginya volume dan beban kendaraan yang melintas setiap hari.
Baca juga: DPUPR Kota Pekalongan Alokasikan Rp200 Juta, Jalan Gatot Subroto Dipoles Ulang
• Kisah Perjuangan Meriyati Hoegeng, Bukan Sekadar Pendamping Jenderal Hoegeng di Pekalongan
"Dengan keterbatasan anggaran yang ada, kami memprioritaskan ruas jalan dengan kerusakan berat terlebih dahulu, terutama yang berpotensi membahayakan pengguna jalan dan mengganggu kelancaran lalu lintas," ujarnya, Kamis (5/2/2026).
Salah satu titik prioritas saat ini adalah Jalan Gatot Subroto, khususnya segmen timur Pasar Banyu Urip hingga perbatasan Kabupaten Pekalongan sepanjang sekira 130 meter.
Kerusakan di ruas tersebut tergolong berat, dan telah mulai ditangani sejak beberapa hari terakhir.
Tahap awal perbaikan dilakukan dengan penurunan material lapis pondasi agregat (LPA) serta pengerahan alat berat untuk proses pengerasan.
"Kami mengalokasikan anggaran sekira Rp200 juta untuk penanganan segmen tersebut. Proses perbaikan diperkirakan berlangsung selama beberapa hari, menyesuaikan kondisi di lapangan," ucapnya.
Selain Jalan Gatot Subroto, DPUPR juga menangani kerusakan di ruas Jalan Urip Sumoharjo melalui anggaran rutin pemeliharaan jalan. Penanganan dilakukan secara bertahap agar perbaikan bisa menjangkau lebih banyak titik kerusakan.
Perhatian serupa juga diberikan pada Jalan M Chaeron yang memiliki tingkat kerusakan cukup tinggi.
Penanganan ruas ini dilakukan melalui kerja sama dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) karena status jalannya.
Dari total panjang sekira 1,2 kilometer, bagian terparah mencapai sekira 700 meter.
"Saat ini Jalan M Chaeron sudah dilakukan penggelaran LPA dan tinggal menunggu proses pengerasan lanjutan serta pelapisan aspal," jelas Khaerudin.
Sejumlah ruas lain seperti Jalan Irian, Jalan Surabaya, Jalan Agus Salim, dan Jalan WR Supratman juga masuk dalam daftar penanganan bertahap.
Beberapa titik telah selesai diperbaiki, sementara lainnya masih menunggu giliran sesuai ketersediaan sumber daya.
| Dilepas Wali Kota Aaf, KJNI Kota Pekalongan Bidik Penampilan Terbaik di Prambanan |
|
|---|
| Bangun Ekonomi Mandiri, Keluarga Pekerja Migran Perikanan di Pekalongan Didorong Kembangkan Usaha |
|
|---|
| Mulai 1 Juni 2026, Parkir di Kota Pekalongan Beralih ke Pembayaran QRIS |
|
|---|
| PMA Kota Pekalongan Melonjak 1.207 Persen, Raih Penghargaan Tertinggi di Jateng |
|
|---|
| Fakta Baru Kasus Ibu Tewas Dibunuh Anak di Pekalongan, Pelaku Disebut Punya Riwayat Gangguan Jiwa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260203_Kepala-DPUPR-Kota-Pekalongan-Khaerudin-cek-perbaikan-jalan_1.jpg)