Berita Pekalongan
Tambal dan Lapis Aspal, DPUPR Prioritaskan Perbaikan Jalan Gatot Subroto Pekalongan
Untuk penanganan kerusakan berat di Jalan Gatot Subroto, Pemkot Pekalongan mengalokasikan anggaran sekira Rp200 juta bersumber APBD.
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - DPUPR Kota Pekalongan memprioritaskan perbaikan Jalan Gatot Subroto dengan metode tambal lubang dan pelapisan aspal di sejumlah titik kerusakan yang dinilai cukup parah dan mengganggu pengguna jalan.
Kepala DPUPR Kota Pekalongan, Khaerudin mengatakan, penanganan ruas jalan tersebut telah mulai dilakukan sejak dua hingga tiga pekan lalu.
"Namun, proses perbaikan sempat terhenti akibat kondisi cuaca yang tidak mendukung, sehingga material yang telah dipasang kembali rusak akibat hujan deras dan genangan air," katanya, Rabu (25/2/2026).
Baca juga: 61 Titik Penukaran Uang Tersebar di Eks Karesidenan Pekalongan, Pemesanan Wajib via PINTAR
• Pemesanan Tiket KA Lebaran di Stasiun Pekalongan Tembus 34 Ribu Penumpang
Menurutnya, lubang-lubang besar di sepanjang ruas jalan sebelumnya telah diisi menggunakan Lapis Pondasi Agregat (LPA) atau sirtu yang dicampur dengan pecahan batu, kemudian dipadatkan sebelum dilakukan pelapisan aspal.
Akan tetapi, curah hujan tinggi menyebabkan material tergerus dan lubang kembali muncul di permukaan jalan.
Seiring kondisi cuaca yang mulai kondusif dalam beberapa hari terakhir, DPUPR kembali melanjutkan pekerjaan dengan melakukan dropping material sejak akhir pekan lalu dan dilanjutkan pengisian LPA.
Selanjutnya, jalan akan diperkeras sebelum dilapisi aspal pada bagian atasnya.
"Perbaikan dilakukan di sepanjang Jalan Gatot Subroto mulai dari lampu lalu lintas (bangjo) Bendo hingga perbatasan Kabupaten Pekalongan bagian selatan," ujarnya.
Kemudian, khusus pada ruas jalan di depan pasar yang mengalami kerusakan cukup berat, akan dilakukan penanganan berbeda dengan penambahan lapisan aspal setebal empat sentimeter pada jalan selebar delapan meter dengan panjang sekira 130 meter.
Pihaknya menargetkan, perbaikan dapat diselesaikan dalam waktu tujuh hingga 10 hari apabila kondisi cuaca tetap mendukung.
"Jika terjadi hujan deras, berpotensi merusak kembali material yang telah dipasang di lapangan," ucapnya.
Untuk penanganan kerusakan berat pada ruas sepanjang 130 meter tersebut, pemerintah mengalokasikan anggaran sekira Rp200 juta yang bersumber APBD Kota Pekalongan.
Sementara itu, perbaikan pada titik kerusakan ringan lainnya akan dilakukan dengan metode tambal menggunakan LPA yang dipadatkan sebelum dilapisi aspal.
Khaerudin menambahkan, keterbatasan anggaran menjadi alasan perbaikan belum dapat dilakukan secara menyeluruh di seluruh ruas jalan.
"Saat ini, DPUPR hanya memiliki alokasi anggaran pemeliharaan jalan sekira Rp3,5 miliar yang harus mencukupi kebutuhan hingga akhir tahun anggaran," tambahnya. (*)
| Dilepas Wali Kota Aaf, KJNI Kota Pekalongan Bidik Penampilan Terbaik di Prambanan |
|
|---|
| Bangun Ekonomi Mandiri, Keluarga Pekerja Migran Perikanan di Pekalongan Didorong Kembangkan Usaha |
|
|---|
| Mulai 1 Juni 2026, Parkir di Kota Pekalongan Beralih ke Pembayaran QRIS |
|
|---|
| PMA Kota Pekalongan Melonjak 1.207 Persen, Raih Penghargaan Tertinggi di Jateng |
|
|---|
| Fakta Baru Kasus Ibu Tewas Dibunuh Anak di Pekalongan, Pelaku Disebut Punya Riwayat Gangguan Jiwa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260225-_-Perbaikan-Jalan-Gatot-Subroto-Pekalongan.jpg)