Berita Pekalongan
Wali Kota Pekalongan Aaf Tegaskan Petasan Bukan Tradisi Aman
Wali Kota Pekalongan menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan salat Idulftri dan rangkaian perayaannya pada tahun ini.
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Perayaan Idulfitri 1447 Hijriah di Kota Pekalongan berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan.
Ribuan jamaah memadati Lapangan Mataram untuk melaksanakan salat Idulfitri, Sabtu (21/3/2026), yang berjalan tertib dan lancar.
Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan salat Idulftri dan rangkaian perayaan Lebaran tahun ini.
Dia menilai, situasi secara umum berjalan aman dan kondusif meskipun terdapat perbedaan waktu pelaksanaan di sebagian masyarakat.
Baca juga: Alhamdulillah, PPPK Paruh Waktu Kota Pekalongan Dapat THR Rp500 Ribu
• ASN Pemkot Pekalongan Diminta Patuh, KPK Larang Kendaraan Dinas untuk Mudik
"Alhamdulillah seluruh rangkaian Lebaran hingga pelaksanaan salat Idulfitri berjalan baik dan lancar," ujarnya, Minggu (22/3/2026).
Namun demikian, Aaf panggilan akrabnya Wali Kota Pekalongan menegaskan bahwa penggunaan petasan bukanlah tradisi yang aman dan harus dihindari.
Hal ini menyusul adanya insiden petasan yang menyebabkan korban luka hingga dalam kondisi kritis.
"Petasan ini sering dianggap sebagai tradisi, padahal sangat berbahaya."
"Kami sangat menyayangkan masih adanya kejadian yang menimbulkan korban. Ini harus menjadi perhatian bersama," tegasnya.
Pihaknya mengimbau masyarakat untuk merayakan Idulfitri dan rangkaian Syawalan dengan kegiatan yang lebih positif dan aman.
Tradisi yang berkembang di masyarakat seperti festival balon diharapkan tetap dilestarikan namun dilaksanakan secara tertib dan tidak membahayakan.
"Silakan merayakan Lebaran dengan penuh kegembiraan, tetapi tetap mengedepankan keselamatan."
"Hindari penggunaan petasan dan lakukan kegiatan yang lebih bermanfaat," imbuhnya. (*)
| Dilepas Wali Kota Aaf, KJNI Kota Pekalongan Bidik Penampilan Terbaik di Prambanan |
|
|---|
| Bangun Ekonomi Mandiri, Keluarga Pekerja Migran Perikanan di Pekalongan Didorong Kembangkan Usaha |
|
|---|
| Mulai 1 Juni 2026, Parkir di Kota Pekalongan Beralih ke Pembayaran QRIS |
|
|---|
| PMA Kota Pekalongan Melonjak 1.207 Persen, Raih Penghargaan Tertinggi di Jateng |
|
|---|
| Fakta Baru Kasus Ibu Tewas Dibunuh Anak di Pekalongan, Pelaku Disebut Punya Riwayat Gangguan Jiwa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260322-_-Wali-Kota-Pekalongan-Usai-Salat-Idulfitri.jpg)