Jumat, 8 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

kominfo kota pekalongan

Gubernur Jawa Tengah Dorong Target Zero Waste Saat Run For Rivers di Pekalongan

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, komitmen pemerintah dalam mewujudkan target zero waste atau nol sampah pada 2028.

Tayang:
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: raka f pujangga
TRIBUN JATENG/Dok Kominfo Kota Pekalongan
RUN FOR RIVERS - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Forkompinda Kota Pekalongan saat Run For Rivers di Kota Pekalongan, Kamis (7/5/2026). 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, komitmen pemerintah dalam mewujudkan target zero waste atau nol sampah pada 2028 saat mengikuti kegiatan Run For Rivers di Kota Pekalongan, Kamis (7/5/2026).

Kegiatan yang dimulai dari Lapangan Mataram tersebut, berlangsung meriah dengan melibatkan jajaran OPD, komunitas lari, hingga relawan lingkungan.

Para peserta menempuh rute melintasi sejumlah ruas jalan dan kawasan bantaran sungai di Kota Pekalongan sebelum berakhir di Museum Batik Kota Pekalongan.

Baca juga: Pikap Mahindra dan Motor Roda Tiga Armada Operasional KDMP Pekalongan Mulai Disalurkan

Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan, persoalan sampah menjadi salah satu tantangan besar di Jawa Tengah. Berdasarkan data pemerintah provinsi, volume sampah meningkat sekitar 8 hingga 11 persen setiap tahun dengan total mencapai sekitar 6,3 juta ton per tahun.

"Yang bisa diolah baru sekitar 30 persen, sedangkan 70 persen lainnya belum tertangani. Karena itu, penanganannya harus dilakukan secara bersama-sama dari tingkat provinsi hingga lingkungan terkecil," kata Luthfi.

20260507_Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat Run For Rivers_2
RUN FOR RIVERS - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Forkompinda Kota Pekalongan saat Run For Rivers di Kota Pekalongan, Kamis (7/5/2026).

Menurutnya, Pemprov Jawa Tengah kini mendorong konsep pengelolaan sampah berbasis regional atau aglomerasi antarwilayah.

Lalu, untuk kawasan dengan produksi sampah tinggi seperti Pekalongan Raya akan diarahkan menggunakan teknologi Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), sedangkan daerah dengan volume lebih kecil menggunakan sistem Refuse Derived Fuel (RDF).

Luthfi optimistis, target zero waste pada 2028 dapat tercapai apabila seluruh daerah aktif membangun sistem pengelolaan sampah mandiri hingga tingkat RT dan kelurahan.

"Pengelolaan sampah, harus dimulai dari rumah tangga dengan memilah sampah sejak dari rumah," tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Pekalongan, H Achmad Afzan Arslan Djunaid menyebut, kegiatan Run For Rivers menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap kondisi sungai dan lingkungan di Kota Pekalongan.

"Selain berlari, kita juga turun langsung membersihkan sungai. Ini menjadi pengingat bahwa persoalan sampah harus menjadi perhatian bersama," ujarnya.

Aaf juga mengajak, masyarakat mengurangi penggunaan plastik sekali pakai yang selama ini menjadi penyumbang terbesar sampah di sungai.

Ia mendorong, warga mulai membiasakan membawa tas belanja sendiri saat beraktivitas.

Baca juga: Puluhan Pickup dan Motor Roda Tiga KDMP Mulai Beroperasi di Kabupaten Pekalongan

Dalam kegiatan tersebut, tim Sungai Watch yang dipimpin Gary Bencheghib turut berbagi pengalaman perjalanan kampanye lingkungan mereka dari Bali menuju Jakarta.

Gary mengaku, terkesan dengan dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kota Pekalongan terhadap gerakan penyelamatan sungai.

"Ini pertama kalinya gubernur, wali kota, dan bupati ikut berlari bersama kami untuk kampanye lingkungan. Dukungannya luar biasa," katanya. (Dro)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved