kominfo kota pekalongan
30 Kebakaran Terjadi, Damkar Ingatkan Bahaya Api di Musim Kemarau
Memasuki musim kemarau, masyarakat Kota Pekalongan diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Memasuki musim kemarau, masyarakat Kota Pekalongan diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.
Hingga pertengahan tahun 2026, tercatat sekitar 30 kasus kebakaran terjadi di berbagai wilayah kota. Meski jumlah tersebut menurun dibandingkan periode yang sama tahun lalu, ancaman kebakaran tetap perlu diwaspadai seiring cuaca yang semakin panas dan kondisi lingkungan yang kering.
Baca juga: Kecelakaan Adu Banteng Motor vs Truk di Pekalongan, Dua Pelajar Alami Luka Berat
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Satpol P3KP Kota Pekalongan, Kukuh Adi Sri Satyanto, mengatakan musim kemarau menjadi periode yang rawan terjadinya kebakaran, baik di lahan terbuka maupun kawasan permukiman.
Oleh karena itu, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu munculnya api.
Menurut Kukuh, kebiasaan membakar sampah atau rumput kering masih menjadi salah satu faktor yang dapat menyebabkan kebakaran. Dalam kondisi cuaca kering dan angin yang cukup kencang, api dapat dengan cepat menjalar ke area lain dan sulit dikendalikan.
"Hingga pertengahan tahun ini tercatat sekitar 30 kejadian kebakaran. Jumlah itu lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai sekitar 50 kejadian. Sepanjang tahun lalu total terdapat sekitar 80 kejadian kebakaran," ujarnya, Minggu (7/6/2026).
Ia menuturkan, penurunan angka kejadian tersebut menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan kebakaran.
Meski demikian, kewaspadaan tidak boleh berkurang mengingat puncak musim kemarau masih berpotensi terjadi dalam beberapa bulan ke depan.
"Untuk mendukung kesiapsiagaan petugas, Damkar Kota Pekalongan pada tahun ini mendapatkan tambahan perlengkapan operasional berupa helm, sepatu pelindung, dan baju tahan sengatan tawon."
"Peralatan tersebut digunakan, untuk menunjang berbagai tugas penyelamatan yang dilakukan petugas di lapangan," katanya.
Kukuh menjelaskan, tugas Damkar saat ini tidak hanya menangani kebakaran, tetapi juga berbagai kondisi kedaruratan lainnya, termasuk evakuasi sarang tawon yang sering dikeluhkan masyarakat.
Selain penguatan sarana dan prasarana, Damkarmat juga terus meningkatkan kapasitas Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) yang tersebar di setiap kelurahan.
Melalui pelatihan dan koordinasi rutin, para relawan dibekali kemampuan dasar penanganan kebakaran serta prosedur keselamatan agar dapat membantu penanganan awal saat terjadi keadaan darurat.
Baca juga: Kronologi Warga Wiradesa Pekalongan Tangkap 3 Remaja Hendak Tawuran, Kepergok Bawa Senjata
"Keberadaan Redkar, sangat membantu karena mereka berada paling dekat dengan masyarakat. Dengan pelatihan yang berkelanjutan, kami berharap respons awal terhadap kejadian kebakaran dapat dilakukan lebih cepat dan tepat," katanya.
Pihaknya mengimbau, masyarakat untuk segera melaporkan kejadian kebakaran maupun kondisi darurat lainnya melalui Mako Damkar, Kantor Satpol P3KP Kota Pekalongan, relawan Redkar setempat, atau layanan panggilan darurat 112. (Dro)
| 28 Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, Pemkot Pekalongan Libatkan PKK dan Ponpes |
|
|---|
| Truk Enggan Masuk Tol, Jalur Pantura Pekalongan Kembali Jadi Langganan Kemacetan |
|
|---|
| Wali Kota Aaf Dorong Identitas Batik Warnai Gerai Baru AZKO Informa di Pekalongan |
|
|---|
| Resmikan Gedung Baru PMI, Wali Kota Pekalongan Aaf Tegaskan Komitmen Kemanusiaan |
|
|---|
| Kurangi Sampah Plastik, Wali Kota Pekalongan Aaf Ajak Warga Bawa Tas Belanja Sendiri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260607_Satpol-P3KP-Kota-Pekalongan-Kukuh-Adi-Sri-Satyanto-kebakaran_1.jpg)