Universitas Muhammadiyah Purwokerto
UMP Perkuat Pengabdian Internasional bagi PMI di Hongkong
UMP kembali meneguhkan kiprahnya di ranah internasional melalui program International Community Service yang ditujukan bagi PMI di Hongkong.
Penulis: Laili Shofiyah | Editor: M Zainal Arifin
TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) kembali meneguhkan kiprahnya di ranah internasional melalui program International Community Service yang ditujukan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Hongkong.
Kegiatan ini dilaksanakan awal September 2025 di Diamond Hill, Hongkong, bertepatan dengan seremoni penarikan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi Internasional.
Program pengabdian ini diikuti empat dosen UMP dan dihadiri oleh perwakilan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hongkong, Pimpinan Cabang Istimewa Aisyiyah (PCIA) Hongkong, Pimpinan Sahabat Migran Berkemajuan Muhammadiyah (SaranMu) Hongkong, serta General Manager Dompet Dhuafa Hongkong (DDHK).
Wakil Rektor IV Bidang Riset, Inovasi, dan Publikasi UMP, Assoc. Prof. Akhmad Darmawan, Ph.D., yang turut hadir, menyampaikan kebanggaannya atas kontribusi dosen dan mahasiswa UMP di Hongkong.
"Kami sangat bangga dengan kinerja para dosen dan mahasiswa UMP dalam memberikan kontribusi bagi PMI di Hongkong."
"UMP siap melanjutkan kemitraan dengan Dompet Dhuafa, PCIA, SaranMu, serta KJRI Hongkong untuk memberikan dampak yang lebih besar di masa mendatang," ujarnya.
Baca juga: Sosok Eprisa Wisudawati Disabilitas UMP Purwokerto, dari Kursi Roda Ia Pamerkan Hasil Lukisannya
Konsul Penerangan, Sosial, dan Budaya KJRI Hongkong, Endah Rachmi Yuliarti, turut mengapresiasi program yang diselenggarakan UMP.
"KJRI berterima kasih atas kontribusi UMP yang secara konsisten melakukan pengabdian kepada PMI di Hongkong."
"Program-program tersebut diharapkan membantu dalam meningkatkan keterampilan dan kapasitas PMI,” katanya.
Materi Pelatihan dan Kesehatan Mental PMI
Dalam kegiatan tersebut, Condro Nur Alim, Ph.D., memberikan materi tentang pendidikan karakter di era digital agar PMI siap menghadapi tantangan peradaban 5.0.
Sementara itu, dua dosen Fakultas Psikologi UMP, Dr. Ugung Dwi Ario Wibowo dan Gisella Arnis Grafiyana, M.A., membawakan materi mengenai regulasi emosi untuk menjaga kesehatan mental, khususnya dalam menyeimbangkan kehidupan kerja dan pribadi.
Materi-materi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi PMI agar tetap produktif, resilien, dan memiliki ketahanan psikologis meskipun jauh dari keluarga.
Bersamaan dengan seremoni penarikan KKN, Ketua PCIA Hongkong, Ebta Dwi Anggraeni, menyampaikan terima kasih atas kehadiran mahasiswa UMP yang telah membantu program kesehatan, kesejahteraan, dan dakwah bagi PMI.
Mahasiswa KKN tersebut berasal dari Fakultas Kedokteran dan Fakultas Farmasi.
General Manager DDHK, Fajar Shofari Nugraha, juga memberikan apresiasi.
"Kami menyambut baik kolaborasi dengan UMP selama ini."
"Kontribusi mahasiswa terasa langsung manfaatnya, dan kami berharap program KKN dapat diperpanjang atau dijalankan berkelanjutan,” ujarnya.
Baca juga: FEB UMP Gelar Forum Komunikasi Orang Tua Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2025/2026
Menurut Fajar, momen perpisahan mahasiswa KKN diwarnai suasana haru karena selama sebulan mereka mendampingi PMI, baik dalam bidang kesehatan, psikologis, hingga pembelajaran membaca Al-Qur’an.
UMP saat ini juga telah memiliki program Migran Care yang bermitra intensif dengan SaranMu Hongkong. Ketua SaranMu Hongkong, Siti Nasiyah Umaroh, berharap kerja sama ini dapat menyiapkan PMI agar tetap produktif setelah kembali ke Indonesia.
“Harapannya, PMI bisa memanfaatkan penghasilan yang diperoleh selama bekerja di luar negeri untuk berwirausaha di tanah air,” ungkapnya.
Dengan terlaksananya program ini, UMP kembali menunjukkan peran aktifnya dalam mendukung pemberdayaan PMI melalui pendidikan, pelatihan, kesehatan, dan dakwah, sekaligus memperkuat jejaring kolaborasi internasional. (Laili S/***)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250922_Ump_kkn-internasional.jpg)