Breaking News
Jumat, 24 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

UIN SAIZU Purwokerto

Tiga Dosen UIN Saizu Tebarkan Islam Moderat di Australia Lewat Dakwah, Ekonomi, dan Pendidikan

Tiga dosen dari Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
IST
Tiga dosen UIN Saizu saat menjadi narasumber di Masjid Al Latief, Australia. Mereka menebarkan nilai Islam moderat melalui dakwah, ekonomi halal, dan pendidikan berkarakter global 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Tiga dosen dari Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Mereka menebarkan cahaya Islam yang moderat melalui dakwah, ekonomi halal, dan pendidikan Islam di Australia.

Acara yang digelar Komunitas Muslim Indonesia di Masjid Al Latief, Australia pada 22 September 2025 ini menghadirkan tiga narasumber utama: Prof. Sulkhan Chakim, pakar dakwah dan kepemimpinan Islam, Dr. Muhammad Ash-Shiddiqy, ekonom Islam dan penggerak ekosistem halal dan Agus Husein As Sabiq pendidik muda yang mengusung gagasan pendidikan Islam global.

Ketiganya hadir bukan hanya sebagai akademisi, tetapi juga duta nilai-nilai Islam Indonesia yang damai, rasional, dan berperadaban. Dalam sesi pertama, Prof. Sulkhan Chakim mengajak jamaah multietnis di Perth untuk memahami dakwah sebagai gerakan kemanusiaan.

Ia menegaskan, dakwah sejati bukanlah memaksa, melainkan mengajak dengan kasih dan kebijaksanaan.

“Dakwah adalah menghadirkan kasih sayang Allah di dunia yang sering kehilangan cinta,” ujarnya.

Mengutip QS. An-Nahl:125, Prof. Sulkhan menekankan bahwa hikmah dan kelembutan adalah kunci keberhasilan dakwah, terlebih di negara dengan latar budaya beragam seperti Australia. Ia juga menyebut keberadaan komunitas Muslim Indonesia di Australia sebagai bentuk dakwah kultural memperkenalkan Islam dengan wajah ramah, santun, dan damai.

Atas kontribusinya dalam memperkuat jejaring dakwah lintas negara, Prof. Sulkhan menerima Certificate of Award dari panitia sebagai bentuk apresiasi. Kemudian, sesi kedua diisi oleh Dr. Muhammad Ash-Shiddiqy, dosen muda UIN Saizu yang dikenal luas sebagai penggerak ekonomi syariah dan pemberdayaan umat.

Dalam paparannya berjudul “Membangun Ekonomi Halal sebagai Pilar Peradaban Modern”, ia menjelaskan bahwa ekonomi halal bukan sekadar label konsumsi, tetapi sistem nilai dan etika kehidupan.

“Halal itu bukan sekadar boleh, tapi membawa keberkahan. Ini tentang kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab dalam bekerja,” tegasnya.

Menurutnya, Australia memiliki potensi besar untuk pengembangan industri halal global. Dengan komunitas Muslim yang terus berkembang, negeri ini bisa menjadi pusat kolaborasi ekonomi syariah antara Timur dan Barat.

Ia menegaskan bahwa ekonomi halal adalah dakwah dalam bentuk nyata  memperkenalkan Islam melalui etika bisnis yang bersih dan amanah.

“Kalau umat ingin kuat, maka umat harus berdaya secara ekonomi. Tapi keberdayaan itu harus dibangun di atas kehalalan dan kejujuran,” tandasnya.

Pada sesi terakhir, Agus Husein As Sabiq mengangkat topik “Pendidikan Islam untuk Generasi Global: Mendidik dengan Cinta dan Akhlak.” Ia menegaskan bahwa pendidikan Islam harus melampaui ruang kelas dan menyentuh hati manusia. Bagi Agus, mendidik bukan hanya soal transfer ilmu, tapi pembentukan karakter manusia beradab.

“Kita bisa menguasai teknologi dan bahasa asing, tapi tanpa akhlak, semua itu akan kosong,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya model pendidikan Islam yang adaptif dan berwawasan global bagi anak-anak Muslim di diaspora. Pendidikan Islam, katanya, harus menyeimbangkan intelektualitas, spiritualitas, dan moralitas.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved