Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pendidikan

Panen Perdana Melon Premium, UPGRIS Mulai Perkenalkan Edupark sebagai Wisata Belajar Modern

Semilir angin siang menjelang sore di kawasan Edupark Kampus III Bendan Universitas PGRI Semarang (UPGRIS).

TRIBUN JATENG/Franciskus Ariel Setiaputra
GREEN HOUSE - Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang, Shoti'ah (Tengah) ditemani rektor UPGRIS Sri Suciati dan Ketua PGRI Jateng Dr Muhdi memetik melon di greenhouse melon premium yang berlokasi di Kampus III Bendan Upgris Semarang, Kamis (11/12/2025) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Semilir angin siang menjelang sore di kawasan Edupark Kampus III Bendan Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Kamis (11/12/2025), menghadirkan suasana manis dan segar dari deretan melon matang yang menggantung rapi di dalam greenhouse.

Para tamu undangan yang berasal dari PGRI di sejumlah daerah di Jawa Tengah tampak antusias hadir dalam ajang Festival Panen Raya Edupark Greenhouse Melon Premium Semarang.

Selepas pembukaan, mereka diperkenankan memetik langsung satu buah melon matang untuk dibawa pulang.

Greenhouse melon premium UPGRIS menampilkan tiga varietas unggul di antaranya, The Blues, Lavender, dan Dalmatian. Setiap proses, mulai dari pemupukan hingga penyiraman, dikendalikan dengan teknologi yang memungkinkan operator bekerja hanya melalui sentuhan tombol.

Baca juga: 4 Korban Meninggal dari 117 Kasus Kekerasan terhadap Perempuan di Jateng

Baca juga: Chord Kunci Gitar Begini Begitu MALIQ and DEssentials

Baca juga: Apa Itu Kebiri Kimia? Hukuman Ustaz M Sahanan yang Cabuli 8 Santriwatinya

Rektor UPGRIS, Sri Suciati, menyebut panen raya ini sebagai tonggak awal lahirnya Edupark sebagai ruang belajar terbuka bagi masyarakat.

“Ini adalah program pengembangan UPGRIS dengan membuka Edupark Taman Wisata. Nantinya dibuka untuk umum, terutama para siswa. Mereka datang tidak hanya untuk berwisata, tetapi juga untuk belajar,” ujarnya.

Ia menuturkan, konsep Edupark memang dirancang untuk mempertemukan wisata, pendidikan, dan teknologi.

“Semua dilakukan secara modern bahkan dari jarak jauh, hanya dengan menekan tombol, air langsung menyiram setiap tanaman,” jelasnya.

Namun Edupark bukan hanya tentang melon. UPGRIS tengah menyusun puzzle besar kawasan wisata terpadu, rumah makan, kafe, ruang olahraga, hingga sasana budaya. Bahkan semua fakultas ditargetkan ikut menanamkan identitasnya di kawasan ini.

Rektor mengungkapkan bahwa Edupark juga akan menghadirkan wahana seni budaya Jawa, termasuk gamelan interaktif yang dapat dimainkan bersama-sama, mirip dengan konsep Angklung Mang Udjo di Jawa Barat.

“Satu pengunjung memegang satu nada. Instruktur tinggal meminta nada tertentu dipukul, bersama-sama membentuk harmoni musik yang indah,” ucapnya.

Dari sisi pengembangan lahan, sejumlah fasilitas baru juga disiapkan seperti lapangan padel, area glamping, playground anak, ruang edukasi, hingga perluasan taman buah. Targetnya, Edupark bisa menerima kunjungan umum tahun depan.

Di sela agenda panen, Ketua PGRI Jawa Tengah, Dr. Muhdi, ikut turun langsung ke greenhouse. Ia menunjukkan sejumlah melon yang ukurannya mencapai lebih dari dua kilogram.

“Ada 1.000 pohon dengan rata-rata hasil 2 hingga 3 kilogram. Sebagian ada yang belum siap dan bisa dipanen besok,” katanya.

Menurutnya, Edupark tidak hanya berperan sebagai laboratorium pertanian bagi mahasiswa, melainkan juga ruang belajar lintas usia.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved