Minggu, 7 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

UIN SAIZU Purwokerto

Ikuti Workshop Pembekalan KKN UIN Saizu, 268 Mahasiswa Siap Terjun ke Padamara dan Kalimanah

LPPM UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto menggelar Workshop Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak Angkatan ke-57 Tahun 2026.

Tayang:
Penulis: Adi Tri | Editor: galih permadi
IST
LPPM UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto menggelar Workshop Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak Angkatan ke-57 Tahun 2026. 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto menggelar Workshop Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak Angkatan ke-57 Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis kampus dalam mempersiapkan mahasiswa sebelum terjun langsung ke tengah masyarakat.

Workshop berlangsung pada Selasa (6/1/2026) di Auditorium UIN Saizu Purwokerto dan bersifat wajib bagi seluruh peserta KKN. Kegiatan ini dihadiri langsung Rektor UIN Saizu Prof. Ridwan, didampingi Sekretaris LPPM Dr. Toifur, serta Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat Mawi Khusni Albar.

Sebanyak 268 mahasiswa yang terbagi ke dalam 26 kelompok dipastikan siap diterjunkan ke dua wilayah strategis di Kabupaten Purbalingga, yakni Kecamatan Padamara dan Kecamatan Kalimanah.

Dalam pemaparannya, Mawi Khusni Albar menjelaskan bahwa pelaksanaan KKN Saizu Berdampak Angkatan ke-57 dirancang melalui tiga fase utama yang terintegrasi secara sistematis, yakni fase persiapan, pelaksanaan, dan pasca pelaksanaan.

“Pelaksanaan KKN Saizu Berdampak Angkatan ke-57 Tahun 2026 dibagi dalam tiga fase utama. Tahapannya dimulai dari pembekalan materi, dilanjutkan observasi lapangan atau assessment, kemudian pelaksanaan selama 40 hari di lokasi pengabdian,” jelas Mawi.

Ia menambahkan, fase pelaksanaan diawali dengan proses inkulturasi, yakni adaptasi mahasiswa terhadap budaya dan karakter masyarakat setempat, sebelum menjalankan program-program pengabdian yang telah dirancang.

Mawi menegaskan bahwa inti pelaksanaan KKN tahun ini mengusung pendekatan Asset Based Community Development (ABCD). Metode ini menuntut mahasiswa untuk jeli menggali dan mengoptimalkan aset yang dimiliki masyarakat melalui enam tahapan berkesinambungan.

Pendekatan tersebut dimulai dari tahap Discovery, yakni pemetaan tokoh kunci dan sejarah keberhasilan komunitas, hingga tahap Destiny dan Refleksi guna memastikan keberlanjutan program setelah mahasiswa menyelesaikan masa tugas KKN.

Senada dengan itu, narasumber dari UIN Gusdur Pekalongan, Ade Gunawan, mengulas secara mendalam filosofi pendekatan ABCD. Ia menyebut metode ini sebagai pergeseran paradigma pengabdian, dari yang semula berbasis masalah menjadi berbasis kekuatan internal desa.

“Pendekatan ABCD menempatkan masyarakat sebagai subjek utama pembangunan. Mahasiswa hadir sebagai fasilitator yang membantu warga menemukan dan mengoptimalkan kekuatan lokal yang selama ini mungkin terabaikan,” ujar Ade.

Menurutnya, aset yang perlu diidentifikasi tidak hanya terbatas pada sumber daya alam, tetapi juga mencakup aset individu, sosial, fisik, hingga ekonomi, seperti keberadaan BUMDes. Mahasiswa diharapkan mampu berperan sebagai inovator dengan menawarkan gagasan kreatif, mulai dari branding digital desa hingga pengelolaan sampah mandiri.

Workshop pembekalan ini juga menghadirkan para pemangku kepentingan dari Pemerintah Kabupaten Purbalingga, antara lain Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Purbalingga Suroto, Camat Padamara Tri Wibowo, dan Camat Kalimanah Karseno.

Kehadiran para pejabat daerah tersebut bertujuan memberikan gambaran kondisi wilayah, karakter masyarakat, serta potensi lokal di Padamara dan Kalimanah sebelum mahasiswa diterjunkan ke lapangan.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban ilmiah, mahasiswa KKN Angkatan ke-57 diwajibkan menyusun sejumlah luaran pasca pelaksanaan. Luaran tersebut tidak hanya berupa laporan akhir, tetapi juga artikel ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal atau konferensi, serta dokumentasi video kegiatan.

Langkah ini dilakukan agar seluruh proses pemberdayaan masyarakat dapat terdokumentasi secara akademik dan menjadi bukti nyata kontribusi UIN Saizu dalam mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan. (***)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved