Sabtu, 6 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

UIN SAIZU Purwokerto

Kisah Solihah di BKI UIN Saizu, Pilihan Hidup yang Mengubah Masa Depan

Solihah Indah Utami mahasiswa Program Studi BKI UIN Saizu Purwokerto bertransformasi dari dunia olah raga penuh prestasi ke ruang konseling

Tayang:
Penulis: Adi Tri | Editor: galih permadi
IST
Solihah Indah Utami mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam UIN Saizu Purwokerto bertransformasi dari dunia olah raga ke ruang konseling penuh prestasi 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Di balik sorot mata yang tenang dan senyum yang ramah, tersimpan perjalanan hidup penuh liku. Solihah Indah Utami, mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) Universitas Islam Negeri (UIN) Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, menapaki jalan hidup yang tidak biasa. 

Dari dunia olahraga yang sarat kompetisi, ia bertransformasi menuju ruang konseling ruang pendampingan manusia dan penguatan batin. Sebelum dikenal sebagai mahasiswa BKI Fakultas Dakwah dan Saintek UIN Saizu, Solihah menjalani hari-hari yang lekat dengan lapangan, latihan fisik, dan semangat juang sebagai atlet. Keringat dan disiplin menjadi bahasa kesehariannya.

Namun, takdir membawanya pada pemahaman baru tentang makna kekuatan bukan lagi soal fisik, melainkan empati, kesabaran, dan kepedulian terhadap sesama. Perjalanan akademik Solihah dimulai sejak pendidikan dasar di MI Ma’arif NU 02 Baleraksa, berlanjut ke MTs Ma’arif NU 04 Tamansari, hingga MAN 1 Banyumas.

Sejak masa sekolah, ia dikenal aktif dan energik, terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan, mulai dari kepanitiaan Maulid Nabi, Isra Mi’raj, donor darah, hingga menjadi pembimbing BTQ dalam Pesantren Ramadan. Arah hidupnya mulai berubah ketika ia diterima sebagai mahasiswa Program Studi BKI UIN Saizu pada tahun 2024.

Di bangku kuliah inilah Solihah mulai memahami bahwa kesehatan manusia tidak hanya diukur dari fisik, tetapi juga dari ketenangan mental dan spiritual. “Dulu saya berpikir hidup hanya tentang kerja keras di lapangan berlari, bertanding, dan menang. Tapi di BKI, saya belajar bahwa manusia juga butuh kuat secara mental dan spiritual,” ujar Solihah.

Melalui mata kuliah konseling Islami, ia menemukan kesadaran bahwa potensi diri merupakan anugerah Tuhan yang harus dikenali dan dimanfaatkan, tidak hanya untuk kepentingan pribadi, tetapi juga untuk memberi manfaat bagi orang lain.

“Saya ingin membantu orang-orang yang mungkin sedang bersembunyi di balik ketakutan atau rasa tidak berdaya. Saya ingin menyalakan kembali harapan mereka,” tuturnya.

Inspirasi besar juga datang dari sosok dosen yang ia kagumi, Abdul Kholiq, dosen BKI UIN Saizu, yang pernah berbagi kisah perjuangan akademik hingga meraih predikat Mahasiswa Berprestasi. Dari sana, Solihah belajar tentang arti konsistensi.

“Menurutnya prestasi bukan tentang siapa yang paling hebat, tetapi siapa yang paling konsisten berusaha. Dari situ saya berpikir, kalau beliau bisa, saya juga bisa,” kenangnya.

Tak hanya aktif di ruang kelas, Solihah juga terlibat dalam berbagai kegiatan kampus, di antaranya Panitia Masterclass Mapres Saizu 2025, Volunteer BKI Zone 2024, serta Project Assistant for Preschool Assessment 2025. Seluruh peran tersebut dijalaninya sebagai ruang belajar sekaligus pengabdian.

Menariknya, langkah awal prestasi akademiknya justru berawal dari hal yang tidak direncanakan. Saat masih di MAN 1 Banyumas, ia mengikuti tes kelas prestasi hanya untuk menemani teman, namun justru dinyatakan lolos.

“Dari situ saya belajar bahwa langkah kecil yang kita anggap sepele bisa membuka jalan besar dalam hidup,” ujarnya.

Sejak saat itu, Solihah mulai akrab dengan dunia kompetisi intelektual dan prestasi. Prestasi yang ia raih diantaranya:

1.  Juara 3 Jumbara PMR
2. Juara 3 Lomba Cerdas Cermat Fatayat NU hingga berlanjut pada berbagai capaian tingkat nasional selama kuliah3.  Juara Harapan 1 Lomba Video Kreatif PKKM 4 Universitas Ahmad Dahlan 2025 
4. Juara Harapan 3 Lomba Foto dan Quotes PKKM 4 UAD 2025
5. Juara 2 Short Video Konseling ICONFEST 2025
6. Juara 3 Lomba Esai Nasional Dies Natalis BK Universitas Lampung 2025
7. Finalis Duta BKI 2025.

Bagi Solihah, deretan prestasi tersebut bukan sekadar simbol keberhasilan, melainkan buah dari keberanian mencoba hal baru. Ia juga menyadari masih adanya stigma terhadap profesi guru Bimbingan dan Konseling yang kerap dipersepsikan sebagai “polisi sekolah”.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved