Sabtu, 6 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

UIN SAIZU Purwokerto

Dekan FTIK UIN Saizu Tekankan Pentingnya Semangat Baru Kembali ke Sekolah untuk Penguatan Karakter

FTIK UIN Saizu Purwokerto menegaskan pentingnya membangun semangat baru kembali ke sekolah sebagai fondasi peningkatan mutu pendidikan

Tayang:
Penulis: Adi Tri | Editor: galih permadi
IST
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto menegaskan pentingnya membangun semangat baru kembali ke sekolah sebagai fondasi peningkatan mutu pendidikan sekaligus pembentukan karakter peserta didik. 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO -  Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto menegaskan pentingnya membangun semangat baru kembali ke sekolah sebagai fondasi peningkatan mutu pendidikan sekaligus pembentukan karakter peserta didik.

Penegasan tersebut disampaikan Dekan FTIK UIN Saizu Purwokerto, Prof. Fauzi dalam dialog interaktif bertajuk “Semangat Baru Kembali ke Sekolah” pada program Purwokerto Menyapa RRI Pro 1 Purwokerto, Jumat, 9 Januari 2026. Dialog disiarkan pukul 08.00–09.00 WIB.

Selain menghadirkan Prof. Fauzi, hadir Kasi Kurikulum SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Purnomo Hesti Widijanto, dan dipandu oleh host Citra Aditya. Kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi FTIK UIN Saizu untuk menyampaikan perspektif akademik perguruan tinggi dalam menyikapi momentum awal semester genap Tahun Ajaran 2025/2026.

Dalam pemaparannya, Prof. Fauzi menekankan bahwa semangat kembali ke sekolah bukan hanya berkaitan dengan kesiapan siswa, tetapi merupakan hasil kolaborasi tiga elemen utama pendidikan, yakni siswa, guru, dan orang tua.

“Yang kembali ke sekolah itu bukan hanya siswa. Guru dan orang tua juga kembali pada perannya masing-masing. Bagi guru, masa libur menjadi ruang refleksi dan kontemplasi untuk menyiapkan desain pembelajaran yang lebih bermakna,” ujarnya.

Menurutnya, refleksi guru terhadap proses pembelajaran pada semester sebelumnya menjadi kunci lahirnya inovasi dan spirit baru di ruang kelas. Dengan demikian, pembelajaran di awal semester tidak sekadar melanjutkan rutinitas, tetapi mampu membangkitkan motivasi dan kegairahan belajar peserta didik.

Dari sudut pandang psikologis dan pedagogis, Prof. Fauzi menjelaskan bahwa masa libur sekolah memiliki fungsi penting sebagai ruang pemulihan stamina fisik dan mental siswa. Interaksi yang lebih intens dengan keluarga selama liburan diharapkan mampu menghadirkan energi baru serta kesiapan belajar yang lebih optimal.

“Anak perlu rehat, relaksasi, dan kejernihan agar mampu mengukir prestasi dan melakukan lompatan baru di semester berikutnya,” jelasnya. Lebih lanjut, Dekan FTIK UIN Saizu menegaskan bahwa motivasi belajar merupakan kekuatan fundamental dalam pendidikan.

Motivasi tersebut perlu dibangun secara intrinsik melalui pengenalan potensi, mimpi, dan cita-cita peserta didik, serta secara ekstrinsik melalui dukungan lingkungan belajar yang kondusif. “Pendidikan yang kuat adalah pendidikan yang menyentuh hati, bukan hanya kepala. Relasi guru dan murid harus dibangun dari hati ke hati,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya pendekatan pembelajaran yang aktif, kreatif, dan menyenangkan, ditopang oleh kepemimpinan sekolah yang visioner serta semangat melayani dari para pendidik. Pendekatan ini dinilai semakin relevan di tengah dinamika dan tantangan pendidikan di era digital yang terus berubah.

Sementara itu, Purnomo Hesti Widijanto menyampaikan bahwa Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas telah melakukan pemantauan kesiapan sekolah, khususnya jenjang SMP, dalam menyambut awal semester. 

Hari pertama sekolah diarahkan untuk diisi dengan kegiatan yang menumbuhkan semangat kebangsaan dan optimisme siswa, seperti upacara bendera, senam pagi ceria, serta kegiatan transisi pembelajaran yang menyenangkan.

Dialog tersebut juga menyoroti tantangan penggunaan gawai di kalangan pelajar. Prof. Fauzi menekankan pentingnya penguatan literasi digital dengan prinsip sadar fungsi dan sadar dampak, agar teknologi dapat menjadi sarana pendukung pembelajaran, bukan sumber distraksi.

Melalui kehadiran Dekan FTIK dalam forum publik ini, FTIK UIN Saizu Purwokerto menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam penguatan ekosistem pendidikan. 

Tidak hanya melalui pengembangan akademik di lingkungan kampus, tetapi juga melalui kontribusi pemikiran, edukasi publik, dan advokasi kebijakan pendidikan di masyarakat. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, sekolah, dan orang tua dinilai menjadi kunci terwujudnya pendidikan yang humanis, adaptif, dan berkelanjutan. (***)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved