Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Unsoed

UPL MPA Unsoed Terlibat Operasi SAR Mandiri Pencarian Korban Hilang Gunung Slamet

Unit Pandu Lingkungan Mahasiswa Pecinta Alam (UPL MPA) Universitas Jenderal Soedirman turut terlibat dalam operasi Search and Rescue (SAR)

Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
IST
Tim UPL MPA Unsoed bersama Tim SAR, TNI, dan Kepolisian.dalam operasi pencarian pendaki hilang di Gunung Slamet atas nama Syafiq Ridhan Ali Razan 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Unit Pandu Lingkungan Mahasiswa Pecinta Alam (UPL MPA) Universitas Jenderal Soedirman turut terlibat dalam operasi Search and Rescue (SAR) mandiri pencarian pendaki hilang di Gunung Slamet atas nama Syafiq Ridhan Ali Razan (18).

Operasi SAR pertama dilaksanakan pada 6–8 Januari 2026 bersama tim Wanadri Bandung.

Dalam operasi tersebut, UPL MPA Unsoed mengirimkan lima relawan sebagai tim pencari lapangan atau SRU (Search and Rescue Unit) yang ditugaskan di jalur Gunung Malang, yaitu:

  1. Dimas Wishal Al-Ghifari (FEB) – NRP.UPL-2023501 / Elang Kelabu
  2. Habib Manarul Huda (Faperta) – NRP.UPL-2025534 / Igir Samudra
  3. Indra Kurnia Wicaksono (Fakultas Hukum) – NRP.UPL-2023504 / Elang Kelabu
  4. Ali Sabab Izzul Abi (FPIK) – NRP.UPL-2024516 / Elang Kelabu
  5. Zebi Femi Ibrahim Aryanto (Faperta) – NRP.UPL-2025531 / Igir Samudra
20250115_unsoed687777777
Tim UPL MPA Universitas Jenderal Soedirman

Selanjutnya, pada operasi SAR mandiri kedua yang dimulai 10 Januari 2026, UPL MPA Unsoed kembali mengirimkan personel, yaitu:

  1. Abdul Kholik Djaelan – NRP.UPL-2013385 / Banyu Mandala
  2. Agus Ariyanto – NRP.UPL-2003288 / Cakra Bayu

Operasi SAR kedua ini dilaksanakan setelah tim Wanadri menggali informasi dari rekan pendaki survivor sebagai bahan asesmen lanjutan.

Dalam pelaksanaannya, UPL MPA Unsoed tergabung dalam Tim Gabungan yang terdiri dari:

  • Wanadri
  • APGI
  • OPA Mayapada Purwokerto
  • UPL MPA Unsoed
  • Wikupala
  • Mapala Kanpas
  • Mapala Batik
  • Komunitas RAPI

Tim Gabungan menggunakan sejumlah peralatan dan perlengkapan milik Unsoed, dengan dukungan penuh dari lembaga kampus sebagai bentuk pengamalan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat.

Setelah proses pencarian yang berlangsung selama 17 hari, almarhum Syafiq Ridhan Ali Razan akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu, 14 Januari 2026, pukul 10.49 WIB.

Lokasi penemuan di lereng selatan Gunung Slamet, tepatnya di antara jalur Gunung Malang dan Baturraden.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Jenderal Soedirman, Prof. Dr. Norman Arie Prayogo, P.Si., M.Si., menyampaikan apresiasi serta duka cita mendalam atas peristiwa tersebut.

“Kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya almarhum Syafiq Ridhan Ali Razan. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta keikhlasan," harapnya.

Dia menyebut keterlibatan mahasiswa UPL MPA Unsoed dalam operasi SAR ini merupakan bentuk kontribusi nyata dan berdampak dari mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman dalam membantu penyelesaian persoalan di masyarakat.

"Kami mengapresiasi setinggi-tingginya kegigihan, keberanian, dan ketulusan anak-anak UPL yang telah berjuang di lapangan demi misi kemanusiaan. Ini adalah wujud pengamalan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang sesungguhnya,” tegasnya

UPL MPA Unsoed menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya almarhum Syafiq Ridhan Ali Razan. 

Semoga almarhum diampuni segala dosanya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kekuatan, serta keikhlasan. (***)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved