Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Universitas Harkat Negeri

Ramadan on Campus, Mahasiswa Universitas Harkat Negeri Tegal Diajak Meneladani Sifaat Nabi

Universitas Harkat Negeri Tegal menggelar kegiatan keislaman melalui Majelis “Reboan” bertajuk “Menguatkan Kembali Ruh Kepemimpinan

Penulis: Wahyu Nur Kholik | Editor: muh radlis
IST
MEMBERIKAN MATERI - Rektor Universitas Harkat Negeri Tegal Sudirman Said saat memberikan materi kepada mahasiswa. Foto: Dok Universitas Harkat Negari Tegal. 

TRIBUNJATENG.COM, KOTA TEGAL - Universitas Harkat Negeri Tegal menggelar kegiatan keislaman melalui Majelis “Reboan” bertajuk “Menguatkan Kembali Ruh Kepemimpinan Publik: Belajar dari Para Nabi”.


Kegiatan yang merupakan serangkaian Ramadan on Campus ini dilaksanakan di Aula Kampus Mataram pada Rabu, (25/2/2026) dan akan berlangsung selama tiga kali sepanjang bulan Ramadan, setiap pekan sekali.

Diskusi menghadirkan Sudirman Said selaku Rektor Universitas Harkat Negeri serta Ahmad Tohari sebagai budayawan.

Forum ini menjadi ruang refleksi bersama dalam membaca kembali krisis kepemimpinan publik melalui perspektif nilai-nilai kenabian.

Ketua Forum Mahasiswa Islam (Formasi), Alif Avicena, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran peserta sekaligus menegaskan harapan agar forum ini menjadi ruang pembentukan karakter kepemimpinan yang utuh.

Ia berharap Majelis Reboan dapat menjadi wadah untuk menyadari dan menyiapkan diri menjadi pemimpin yang tidak hanya berorientasi pada kekuasaan, tetapi juga mampu mengemban tanggung jawab moral, sosial, serta spiritual.

Dalam sesi diskusi yang dimoderatori oleh M. Fikri Hidayatullah yang merupakan Direktur Administrasi dan Pengembangan Akademik Universitas Harkat Negeri, pembahasan diarahkan pada bagaimana nilai-nilai Islam dapat dikenalkan melalui perspektif pendidikan dan keteladanan para cendekiawan.

Pihaknya membuka ruang dialog agar peserta dapat menggali pemikiran narasumber secara lebih kontekstual dan reflektif.

Baca juga: Mengenal Kratom, Daun Asli Indonesia yang Mengandung Zat Psikoaktif Nyaris Diselundupkan ke India

Dalam pemaparannya, Sudirman Said menyoroti pentingnya memahami kepemimpinan secara realistis sebagaimana dinasihatkan oleh pemikir politik klasik, Niccolo Machiavelli.

Ia menjelaskan bahwa memilih dan membentuk pemimpin tidak bisa dilepaskan dari kesadaran bahwa manusia bukanlah malaikat, sehingga yang utama adalah memilih mereka yang “dosanya paling kecil” dan memiliki nilai kepemimpinan yang kuat.

“Warga negara tidak boleh berjarak dari urusan publik. Kita harus terlibat dalam pengurusan negara dan memilih pemimpin secara rasional, melihat karya dan perilakunya, bukan sekadar citra.

Manusia bukan malaikat, maka pilihlah yang paling kecil mudaratnya dan paling kuat nilai kepemimpinannya,” tegasnya.

Ia juga menyinggung adanya krisis kepemimpinan yang ditandai dengan penurunan kualitas dari masa ke masa, namun tetap menyampaikan optimisme terhadap masa depan bangsa.

“Saya optimis keadaan akan berubah.

Hidup itu siklus.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved