Universitas Telogorejo
Bahaya Mager! Pakar: Duduk Terlalu Lama Lebih Berisiko dari Merokok
Duduk terlalu lama memiliki risiko kesehatan yang setara, atau bahkan lebih berbahaya, daripada merokok
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
Oleh: Muhammad Dwi Kurniawan SFis Ftr MBiomed, Dosen S1 Fisioterapi Universitas Telogorejo Semarang
ISTILAH "Mager" atau malas gerak sering kali dianggap sebagai candaan di media sosial. Namun, di mata pakar fisioterapi dan kesehatan dunia, mager adalah ancaman serius yang kini dikenal dengan istilah Sitting Disease. Bahkan, beberapa penelitian menyebutkan bahwa duduk terlalu lama memiliki risiko kesehatan yang setara, atau bahkan lebih berbahaya, daripada merokok.
Warga Semarang yang bekerja di kantoran atau sering menempuh perjalanan jauh dengan kendaraan sering kali menghabiskan waktu 8 hingga 12 jam sehari hanya untuk duduk. Padahal, tubuh manusia dirancang untuk bergerak. Saat kita diam terlalu lama, metabolisme melambat, otot melemah, dan risiko penyakit degeneratif melonjak tajam.
Mengapa Duduk Begitu Berbahaya?
Saat Anda duduk diam dalam waktu lama, sirkulasi darah di area kaki menjadi tidak lancar karena otot-otot besar "tertidur". Hal ini menyebabkan penumpukan lemak di pembuluh darah dan penurunan sensitivitas insulin. Dampaknya bukan hanya pegal-pegal di pinggang, tapi juga peningkatan risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, hingga varises.
Fisioterapis memperingatkan bahwa olahraga satu jam di pusat kebugaran tidak cukup untuk menghapus efek buruk dari duduk selama sepuluh jam. Solusinya bukan hanya olahraga berat, tapi memutus waktu duduk secara konsisten dengan aktivitas fisik ringan.
Melawan 'Mager' dengan Prinsip F.I.T.T
Untuk memerangi efek buruk duduk terlalu lama, pakar fisioterapi menyarankan penerapan program latihan yang terukur. Anda bisa menggunakan panduan F.I.T.T yang dimodifikasi khusus untuk para pekerja yang sibuk:
- Frequency (Frekuensi): Lakukan interupsi duduk setiap 30 hingga 60 menit sekali. Jangan biarkan tubuh diam lebih dari satu jam. Di akhir pekan, targetkan olahraga terstruktur sebanyak 3-5 kali seminggu.
- Intensity (Intensitas): Untuk interupsi harian, gunakan intensitas Ringan hingga Moderat. Cukup dengan berdiri, berjalan ke dispenser, atau melakukan peregangan selama 2-5 menit hingga detak jantung sedikit meningkat.
- Time (Waktu): Akumulasikan total waktu bergerak minimal 150 menit per minggu. Dalam skala harian, pastikan Anda tidak duduk terus-menerus lebih dari 6 jam total tanpa aktivitas fisik yang berarti di sela-selanya.
- Type (Jenis): Gunakan Latihan Mobilitas dan Aerobik Ringan. Jenis gerakan yang disarankan adalah standing stretches (peregangan sambil berdiri), berjalan kaki, atau naik turun tangga. Gerakan ini membantu "membangunkan" otot gluteus (bokong) dan tungkai bawah yang sering mati rasa saat duduk.
Tips "Anti-Mager" di Kantor atau Rumah
Fisioterapi menyarankan beberapa perubahan kecil yang berdampak besar bagi warga Jawa Tengah yang ingin tetap sehat di tengah kesibukan:
- Berdiri Saat Menelpon: Biasakan untuk berdiri atau berjalan kecil saat menerima panggilan telepon.
- Pilih Tangga daripada Lift: Jika hanya naik atau turun 2-3 lantai, gunakan tangga untuk melatih kekuatan otot jantung dan kaki.
- Gunakan Alarm 'Break': Pasang pengingat di ponsel atau komputer setiap 50 menit untuk berdiri dan melakukan stretching leher dan pinggang.
Kesimpulannya, kesehatan tidak selalu tentang lari maraton atau angkat beban berat. Kesehatan sejati dimulai dari keputusan Anda untuk berdiri dari kursi saat ini juga. Mari warga Semarang, jangan biarkan kursi Anda menjadi "mesin pembunuh" senyap. Bergeraklah sedikit, namun sesering mungkin! (***)
| Inovasi Model Bisnis: Kompas Strategis bagi UMKM di Arus Ekonomi Digital |
|
|---|
| Universitas Tzu Chi Tanda Tangani Nota Kesepahaman dengan Universitas Telogorejo Semarang |
|
|---|
| UNTS Gelar Lomba Bantuan Hidup Dasar dan Response Time Tingkat SMA/SMK Sederajat Se-Jateng |
|
|---|
| Menua dengan Gaya: Rahasia Lansia Tetap 'Bugar' dan Bebas Nyeri di Masa Tua |
|
|---|
| Lawan Silent Killer! Latihan Fisioterapi Ini Jaga Jantung dan Tensi Anda |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260227_UNTS3.jpg)