Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Universitas Telogorejo

Menua dengan Gaya: Rahasia Lansia Tetap 'Bugar' dan Bebas Nyeri di Masa Tua

Dalam dunia fisioterapi, diam atau mager menjadi musuh utama bagi kesehatan lansia karena Menua itu pasti, tapi menjadi rapuh itu pilihan

Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
IST
Dalam dunia fisioterapi, diam atau mager menjadi musuh utama bagi kesehatan lansia karena menua itu pasti, tapi menjadi rapuh itu pilihan 

Oleh: Ragil Aidil Fitriasari Addini SFtr Ftr MKM, Dosen S1 Fisioterapi Universitas Telogorejo Semarang

PERNAHKAH Anda melihat kakek atau nenek yang masih lincah berkebun di pagi hari, sementara yang lain justru sering mengeluh "boyoken" atau lutut terasa kaku saat bangun tidur?

Memasuki usia senja seringkali dianggap sebagai masa untuk "istirahat total". Padahal, dalam dunia fisioterapi, diam atau mager (malas gerak) justru menjadi musuh utama bagi kesehatan lansia. Menua itu pasti, tapi menjadi rapuh itu pilihan.

Otot yang 'Pensiun' Sebelum Waktunya

Seiring bertambahnya usia, tubuh manusia mengalami penurunan massa otot secara alami yang disebut sarcopenia. Bayangkan otot kita seperti karet gelang; jika jarang ditarik atau digunakan, ia akan mengeras dan mudah putus. Akibatnya? Keseimbangan berkurang, risiko jatuh meningkat, dan sendi-sendi mulai protes karena harus menanggung beban sendirian tanpa dukungan otot yang kuat.

Di sinilah peran penting fisioterapi. Kebugaran lansia bukan tentang angkat beban berat di gym atau lari maraton, melainkan tentang menjaga fungsionalitas. Artinya, kakek-nenek harus tetap bisa memakai baju sendiri, berjalan ke kamar mandi tanpa pegangan, dan menggendong cucu tanpa rasa takut pinggang "terkunci".

Resep Bugar: "Move It or Lose It"

Kebugaran di usia 60 ke atas fokus pada tiga pilar utama: Kelenturan, Kekuatan, dan Keseimbangan. Berikut adalah beberapa tips sederhana yang bisa dilakukan di rumah:

  • Jalan Santai 15 Menit: Tidak perlu buru-buru. Jalan kaki di bawah sinar matahari pagi membantu produksi Vitamin D untuk tulang sekaligus menjaga sirkulasi darah tetap lancar.
  • Latihan Kursi (Chair Exercises): Duduk dan berdiri dari kursi secara berulang (tanpa bantuan tangan jika bisa) adalah cara terbaik memperkuat otot paha.
  • Latihan Keseimbangan: Berdiri dengan satu kaki sambil berpegangan pada meja. Ini sangat vital untuk mencegah risiko jatuh yang sering berakibat fatal pada lansia.

    Jangan Tunggu Sakit Baru Terapi

Banyak orang salah kaprah berpikir bahwa fisioterapi hanya untuk mereka yang baru sembuh dari stroke atau cedera. Padahal, fisioterapi preventif justru lebih penting.

Seorang fisioterapis akan membantu mengevaluasi postur, cara jalan, dan memberikan program latihan yang "pas" sesuai kondisi jantung serta sendi masing-masing individu. Karena setiap lansia itu unik; apa yang berhasil untuk Pak RT, belum tentu cocok untuk Mbah Kakung di rumah.

Kesimpulan: Bahagia Itu Bergerak

Kebugaran bukan sekadar soal fisik yang kuat, tapi juga soal kemandirian dan kepercayaan diri. Saat seorang lansia merasa mampu menggerakkan tubuhnya dengan bebas, kesehatan mentalnya pun akan ikut terdongkrak.

20260227_UNTS2
Kebugaran bukan sekadar soal fisik yang kuat, tapi juga soal kemandirian dan kepercayaan diri.

Jadi, untuk warga Jawa Tengah, yuk ajak Bapak, Ibu, atau Simbah di rumah untuk tetap aktif. Ingat, tubuh yang bergerak adalah tubuh yang hidup. Jangan biarkan kursi goyang menjadi satu-satunya sahabat mereka di hari tua. (***)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved