Universitas Telogorejo
Menua dengan Gaya: Rahasia Lansia Tetap 'Bugar' dan Bebas Nyeri di Masa Tua
Dalam dunia fisioterapi, diam atau mager menjadi musuh utama bagi kesehatan lansia karena Menua itu pasti, tapi menjadi rapuh itu pilihan
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
Oleh: Ragil Aidil Fitriasari Addini SFtr Ftr MKM, Dosen S1 Fisioterapi Universitas Telogorejo Semarang
PERNAHKAH Anda melihat kakek atau nenek yang masih lincah berkebun di pagi hari, sementara yang lain justru sering mengeluh "boyoken" atau lutut terasa kaku saat bangun tidur?
Memasuki usia senja seringkali dianggap sebagai masa untuk "istirahat total". Padahal, dalam dunia fisioterapi, diam atau mager (malas gerak) justru menjadi musuh utama bagi kesehatan lansia. Menua itu pasti, tapi menjadi rapuh itu pilihan.
Otot yang 'Pensiun' Sebelum Waktunya
Seiring bertambahnya usia, tubuh manusia mengalami penurunan massa otot secara alami yang disebut sarcopenia. Bayangkan otot kita seperti karet gelang; jika jarang ditarik atau digunakan, ia akan mengeras dan mudah putus. Akibatnya? Keseimbangan berkurang, risiko jatuh meningkat, dan sendi-sendi mulai protes karena harus menanggung beban sendirian tanpa dukungan otot yang kuat.
Di sinilah peran penting fisioterapi. Kebugaran lansia bukan tentang angkat beban berat di gym atau lari maraton, melainkan tentang menjaga fungsionalitas. Artinya, kakek-nenek harus tetap bisa memakai baju sendiri, berjalan ke kamar mandi tanpa pegangan, dan menggendong cucu tanpa rasa takut pinggang "terkunci".
Resep Bugar: "Move It or Lose It"
Kebugaran di usia 60 ke atas fokus pada tiga pilar utama: Kelenturan, Kekuatan, dan Keseimbangan. Berikut adalah beberapa tips sederhana yang bisa dilakukan di rumah:
- Jalan Santai 15 Menit: Tidak perlu buru-buru. Jalan kaki di bawah sinar matahari pagi membantu produksi Vitamin D untuk tulang sekaligus menjaga sirkulasi darah tetap lancar.
- Latihan Kursi (Chair Exercises): Duduk dan berdiri dari kursi secara berulang (tanpa bantuan tangan jika bisa) adalah cara terbaik memperkuat otot paha.
- Latihan Keseimbangan: Berdiri dengan satu kaki sambil berpegangan pada meja. Ini sangat vital untuk mencegah risiko jatuh yang sering berakibat fatal pada lansia.
Jangan Tunggu Sakit Baru Terapi
Banyak orang salah kaprah berpikir bahwa fisioterapi hanya untuk mereka yang baru sembuh dari stroke atau cedera. Padahal, fisioterapi preventif justru lebih penting.
Seorang fisioterapis akan membantu mengevaluasi postur, cara jalan, dan memberikan program latihan yang "pas" sesuai kondisi jantung serta sendi masing-masing individu. Karena setiap lansia itu unik; apa yang berhasil untuk Pak RT, belum tentu cocok untuk Mbah Kakung di rumah.
Kesimpulan: Bahagia Itu Bergerak
Kebugaran bukan sekadar soal fisik yang kuat, tapi juga soal kemandirian dan kepercayaan diri. Saat seorang lansia merasa mampu menggerakkan tubuhnya dengan bebas, kesehatan mentalnya pun akan ikut terdongkrak.
Jadi, untuk warga Jawa Tengah, yuk ajak Bapak, Ibu, atau Simbah di rumah untuk tetap aktif. Ingat, tubuh yang bergerak adalah tubuh yang hidup. Jangan biarkan kursi goyang menjadi satu-satunya sahabat mereka di hari tua. (***)
| Inovasi Model Bisnis: Kompas Strategis bagi UMKM di Arus Ekonomi Digital |
|
|---|
| Universitas Tzu Chi Tanda Tangani Nota Kesepahaman dengan Universitas Telogorejo Semarang |
|
|---|
| UNTS Gelar Lomba Bantuan Hidup Dasar dan Response Time Tingkat SMA/SMK Sederajat Se-Jateng |
|
|---|
| Bahaya Mager! Pakar: Duduk Terlalu Lama Lebih Berisiko dari Merokok |
|
|---|
| Lawan Silent Killer! Latihan Fisioterapi Ini Jaga Jantung dan Tensi Anda |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260227_UNTS.jpg)