UIN SAIZU Purwokerto
Dosen UIN Saizu Jelaskan Makna Istiqamah Lewat Teori Butterfly Effect di Lentera Ramadan
Dosen UIN Saizu jelaskan makna istiqamah lewat teori butterfly effect, bahwa kebaikan kecil yang konsisten bisa berdampak besar
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Dosen Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Dr. Muhammad Nurhalim menyampaikan pesan inspiratif tentang pentingnya istiqamah dalam menjalankan amal kebaikan saat kultum Ramadan.
Dalam ceramah yang disampaikan melalui program Lentera Ramadan UIN Saizu Purwokerto, dia mengaitkan konsep ilmiah butterfly effect atau efek kupu-kupu dengan nilai-nilai ajaran Islam tentang konsistensi dalam berbuat baik.
Menurut Dr. Nurhalim, teori butterfly effect menjelaskan bahwa perubahan kecil dapat menimbulkan dampak besar di masa depan.
Ia mencontohkan fenomena tornado besar yang pernah terjadi di wilayah Texas, Amerika Serikat, yang sempat membuat para ahli meteorologi kebingungan.
“Pada waktu itu tidak ada tanda-tanda alam yang menunjukkan akan terjadi tornado. Cuaca relatif tenang dan musim juga tidak mendukung terjadinya bencana tersebut,” ujarnya.
Namun setelah dilakukan berbagai simulasi dan penelitian, para ilmuwan menemukan bahwa perubahan kecil dalam sistem atmosfer dapat berkembang menjadi fenomena besar.
Dalam simulasi tersebut, para peneliti menemukan analogi bahwa tornado yang melanda Texas dapat dipicu oleh perubahan kecil yang digambarkan seperti kepakan sayap kupu-kupu.
Menariknya, kupu-kupu tersebut tidak berada di Texas, tetapi di kawasan hutan Brazil, yang berjarak sekitar 9.000 kilometer dari lokasi bencana.
Menurut Dr. Nurhalim, simulasi ilmiah tersebut menunjukkan bahwa ledakan populasi kupu-kupu di hutan Brazil terjadi sekitar enam bulan sebelum tornado melanda Texas.
“Perubahan kecil yang terjadi jauh sebelumnya ternyata bisa berkembang menjadi peristiwa besar beberapa bulan kemudian,” jelasnya.
Dr. Nurhalim menegaskan bahwa konsep tersebut sejalan dengan ajaran Islam yang mengingatkan umat agar tidak meremehkan perbuatan kecil.
Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa amal yang paling dicintai oleh Allah adalah amal yang dilakukan secara terus-menerus meskipun nilainya kecil.
Menurutnya, konsistensi dalam berbuat baik atau istiqamah memiliki pengaruh besar dalam membentuk karakter seseorang.
“Yang dicintai Allah bukan hanya amal yang besar, tetapi amal yang dilakukan secara terus-menerus dengan konsisten,” ujarnya.
Dia menambahkan bahwa kebiasaan kecil yang dilakukan berulang kali akan membentuk karakter dan menentukan arah kehidupan seseorang di masa depan.
| Literasi di Era Digital: Kegelisahan Intelektual Gen Z dan Tantangan Berpikir Kritis |
|
|---|
| UIN Saizu Gandeng Rutan Pemalang, Perkuat PPL dan Pembinaan Warga Binaan |
|
|---|
| Prodi BKI UIN Saizu Raih Akreditasi Unggul BAN-PT, Bukti Kualitas dan Daya Saing |
|
|---|
| Empati Sosial Pasca Ramadan, Guru Besar UIN Saizu: Takwa Bukan Sekadar Puasa |
|
|---|
| Menakar Ulang Spirit Pesantren di Kampus: Jalan Tengah bagi UIN Saizu Purwokerto |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260304_DOSEN_UINSAIZU.jpg)