Rabu, 22 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Universitas Harkat Negeri

Ramadan On Universitas Harkat Negeri: Kampus Didorong Perkuat Peran Menjaga Demokrasi

Kajian Ramadan Universitas Harkat Negeri: Memperkokoh Peran Kampus dalam Konsolidasi Civil Society untuk Menjaga Demokrasi.

Penulis: Wahyu Nur Kholik | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/UNIVERSITAS HARKAT NEGERI TEGAL
KENANG-KENANGAN - Rektor Universitas Harkat Negeri Tegal, Sudirman Said menyerahkan kenang-kenangan kepada Budiman Tanuredjo, jurnalis senior Harian Kompas seusai gelaran Seri Kajian Ramadan ke-3 bertajuk “Ramadan on Campus: Memperkokoh Peran Kampus dalam Konsolidasi Civil Society untuk Menjaga Demokrasi”, Rabu (11/3/2026). Acara tersebut berlangsung di Aula Kampus Mataram Universitas Harkat Negeri Tegal. 

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Universitas Harkat Negeri menggelar Seri Kajian Ramadan ke-3 bertajuk “Ramadan on Campus: Memperkokoh Peran Kampus dalam Konsolidasi Civil Society untuk Menjaga Demokrasi.”

Kegiatan ini menghadirkan Budiman Tanuredjo, jurnalis senior Harian Kompas sekaligus mantan Pemimpin Redaksi Kompas (2014–2019), sebagai narasumber utama.

Acara ini berlangsung di Aula Kampus Mataram, Universitas Harkat Negeri, Rabu, 11 Maret 2026.

Dalam paparannya, Budiman menekankan pentingnya peran kampus dalam membentuk kepemimpinan publik yang berintegritas menjelang satu abad kemerdekaan Indonesia pada 2045.

Menurutnya, generasi yang saat ini berada di bangku perguruan tinggi akan menentukan kualitas demokrasi Indonesia di masa depan.

Baca juga: Mahasiswi S1 Manajemen Universitas Harkat Negeri Borong Medali Emas dan Perak Tingkat Nasional

Inovasi Hidrogel Nanopartikel Percepat Penyembuhan Luka, Dosen Harkat Negeri Raih Doktor Farmasi

“Generasi pendiri Republik lahir dari krisis. Generasi Indonesia 2045 lahir dari kampus hari ini."

"Pertanyaannya, apakah mereka akan menjadi politisi biasa atau negarawan?” ujarnya.

Budiman menilai, negarawan tidak lahir dari kenyamanan, melainkan dari kegelisahan intelektual dan keberanian moral untuk memperjuangkan nilai-nilai demokrasi.

Karena itu, kampus harus menjadi ruang yang memelihara tradisi berpikir kritis dan diskusi yang sehat.

Dia juga mengingatkan bahwa demokrasi membutuhkan penguatan berbagai institusi penting mulai dari supremasi hukum, meritokrasi dalam kepemimpinan, kaderisasi partai politik yang sehat, hingga mekanisme checks and balances yang kuat.

“Kampus harus berani mengkritik kekuasaan tanpa menjadi partisan, menjadi suara nurani ketika hukum dilemahkan, dan membela prinsip, bukan figur,” tegasnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Harkat Negeri Tegal, Sudirman Said dalam sambutannya menyampaikan komitmen kampus untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperkuat pembentukan karakter mahasiswa.

Menurutnya, Universitas Harkat Negeri ingin membuktikan bahwa kampus di kota lapis kedua juga mampu menghadirkan pendidikan berkualitas tinggi.

“Kami di Harkat Negeri bertekad lebih sering menggunakan kata ‘meskipun’."

"Meskipun berada di kota second tier, kami percaya mutu pendidikan di sini akan menuju kelas satu,” ujar Sudirman.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved